Kamis, 16 Februari 2012 M/24 Rabi’ul Awwal 1433 H
Target Hutsy/Rafidhah Adalah Menguasai Perairan Disekitar Laut Merah.
  • Panglima Lapangan kekuatan gabungan kabilah Ahlus Sunnah di Ahim, Sha’dah, Yaman utara, Abu Muslim Al-Za’kary memaparkan bahwasanya pertempuran antara gabungan kabilah Ahlus Sunnah dan Rafidhah semakin bertambah sengit dan memberi peringatan bahwa orang-orang Rafidhah memiliki target membuat sabuk pengaman bagi iran di wilayah ini, ini mereka lakukan setelah berhasil menguasai wilayah Sha’dah terkecuali Ahim, Kitaf dan Dammaj. Akan tetapi mereka mengalami kegagalan meluaskan kekuasaannya hingga ke propinsi Al-Jauf.
  • Juga beliau menjelaskan bahwa pimpinan Hutsy, Abdul Malik al-Hutsy membuat pengadilan Ja’fariyyah dan mengambil seperlima bagian pemasukan setiap orang yang berada di wilayah kekuasaannya dan memaksa pemuda untuk berperang bersama mereka, juga dia yang menentukan anggota-anggota majelis daerah dan pimpinan-pimpinan daerah di wilayah kekuasaannya. Juga pasukannya membuat pos-pos pemeriksaan dan membuat penjara-penjara reguler dan rahasia di wilayah pegunungan dan memenjarakan orang-orang yang menyelisihinya, terutama para pengikut zaidiyyah dan orang-orang Ahlus Sunnah.
  • Abu muslim az-za’kary menambahkan target orang-orang Rafidhah sekarang adalah sampai di pelabuhan laut merah dan kemudian menguasainya sehingga jalur utama antara Yaman dan Saudia dibawah kekuasaannya dan pasokan senjata dan bantuan bisa didapatkan secara terus-menerus. Sekitar tahun sembilan puluhan orang-orang Rafidhah membeli tanah pertanian yang sangat luas di pinggiran laut, mereka tidak menggunakannya untuk pertanian tapi menjadikannya sebagai pelabuhan dan dari situlah kapal-kapal mereka berlayar menuju ke beberapa pulau di laut merah khususnya pulau Daahuk kemudian mengambil senjata dan narkoba yang disediakan tentara al-qudsy dari iran untuk kemudian diselundupkan ke Saudia.
  • Lemahnya pemerintahan Yaman dalam menghadapi mereka di manfaatkan oleh orang-orang Rafidhah dan Al-Qaeda untuk melakukan hal-hal yang melanggar hukum seperti ini. dan sekarang harapan ada pada keberhasilan gabungan kabilah Ahlus Sunnah, baik di kitaf maupun di Ahim melawan permusuhan yang dilakukan Rafidhah, maka dibutuhkan dukungan moril maupun materi dalam melaksanakan tugas yang agung ini.
Medan Perang Wailah-Kitaf
Serangan Pasukan Ahlus Sunnah Terhadap Rafidhah
Mujahidin Ahlus Sunnah yang merupakan gabungan kabilah-kabilah Yaman telah melakukan serangan yang sangat kuat terhadap musuh-musuh Allah dan musuh para sahabat dan tampak sekali kemenangan di depan mata dengan ijin Allah. Dan Allah telah memudahkan bagi saudara kami Ahlus Sunnah, diantaranya kemudahan tersebut adalah :
  • Alhamdulillah, banyak sekali mujahidin berdatangan dari seluruh wilayah Yaman dan aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, karena sebab inilah menjadikan serangan agak terlambat sedikit.
  • Juga banyaknya berdatangan persenjataan dari kabilah, baik senjata berat, menengah ataupun ringan sehingga memudahkan terwudkannya serangan besar tersebut terhadap Rafidhah.
  • Kami hanya memuji kepada Allah atas karunia dan kemurahan-Nya dan kami berharap dari kaum muslimin doa memohon pertolongan bagi saudara-saudaranya di Wailah karena mereka sekarang sedang dalam pertempuran yang sangat sengit melawan Rafidhah, cucu abdullah bin saba’.
  • Kami memohon kepada Allah yang memiliki nama-nama Yang Mulia dan sifat-sifat Yang Maha Tinggi untuk menghancurkan Rafidhah melalui tangan-tangan Mujahidin dan menolong mereka, serta mengokohkan kaki-kakinya dan menjadikan rasa takut meliputi diri mereka.
Berita di nukil dari www.aloloom.net.


Berita Dari Koran Akhbar Sa’ah, Yaman, Tanggal 16 Februari 2012 H

  • Markaz-markaz Rafidhah berjatuhan ke tangan kekuatan gabungan kabilah Ahlus Sunnah pada hari ini di wilayah Kitaf dan puluhan orang-orang Rafidhah telah tewas dan luka-luka.
  • Pagi hari ini pasukan gabungan kabilah melakukan serangan di markaz-markaz Rafidhah di daerah pegunungan yang di tempat-tempat tersebut orang-orang Rafidhah menjadikannya sebagai tempat-tempat perlindungan dan berhasil menguasai lima markaz mereka, demikian yang disampaikan oleh jurubicara resmi pasukan gabungan kabilah, Syaikh Muhiib Ad-Dholi’i kepada koran Akhbar Sa’ah lewat telpon.
  • Dan sampai sekarang pertempuran masih terus berlangsung dan bertambah pula tempat-tempat yang berjatuhan di tangan pasukan gabungan kabilah, dan korban tewas diantara mereka masih bertebaran di tempat-tempat yang dikuasai mujahidin.
Berita dari Ma’rib Press-Yaman, Tanggal 16 Februari 2012 H
  • Puluhan tewas di barisan Hutsy/ Rafidhah, dan orang-orang Salaf mengumumkan bahwasanya mereka berhasil menguasai lembah di Kitaf dan mengancam akan meneruskan serangan sampai orang Hutsy/Rafidhah menerima untuk menjadi penduduk yaman yang baik. Tempat-tempat yang berhasil dikuasai kabilah Ahlus Sunnah merupan tempat yang digunakan mereka untuk menembaki mobil-mobil yang melewati jalan tersebut.
  • Dan kekuatan kabilah telah berhasil menguasai seluruh lembah Kitaf yang tempat-tempat ini merupakan tempat-tempat yang sangat strategis dan penting sekali bagi Hutsy/Rafidhah, dan kekuatan kabilah telah berhasil mengusir mereka dengan meninggalkan korban lebih dari 50 orang tewas dan puluhan yang lainnya terluka adapun dari pihak mujahidin 5 orang meninggal -semoga Allah menerima mereka sebagai syuhada’- dan 7 orang terluka. Dan pertempuran berakhir sekitar waktu magrib pada hari yang sama setelah orang-orang Hutsy/Rafidhah menarik mundur semua pasukannya dan sampai pasukan bantuan dari pihak kabilah dan menempati tempat-tempat yang ditinggalkan mereka.
  • Tempat-tempat ini merupakan daerah pegunungan memanjang diatas jalan utama yang menghubungkan antara Sha’dah dan kitaf, jaraknya sekitar satu kilo dari kota kitaf.
  • Juga orang-orang Hutsy/Rafidhah meninggalkan senjata dan amunisi yang sangat banyak, senapan mesin ringan dan berat yang biasa mereka gunakan untuk menembaki kendaraan yang lewat di jalan tersebut. Dan kekuatan gabungan Ahlus Sunnah mengacam akan meneruskan serbuan mereka hingga sampai di Sha’dah atau mereka mengumumkan kesiapan mereka untuk menjadi penduduk biasa dan tidak memaksa penduduk Sha’dah dengan kekuatan akan tetapi orang-orang Hutsy/Rafidhah menolak maka kami akan memerangi mereka hingga menerima menjadi penduduk biasa sebagaimana yang lainnya.
Berita Lain
  • Saudara-saudara kami di kitaf pada waktu fajar pagi hari ini, melakukan serangan di 3 medan perang dan telah berhasi menguasai 3 tempat yang sebelumnya telah dikuasai Rafidhah dan mereka melarikan diri dari tempat-tempat ini.
  • telah tewas banyak sekali dari barisan Hutsy akan tetapi belum bisa diketahui jumlahnya dengan tepat karena pertempuran masih terus berlangsung.
  • Sampai sekarang pertempuran masih berlangsung dan mujahidin masih terus maju ke depan, kami memohon kepada Allah untuk menolong saudara-saudara kami atas orang-orang Rafidhah yang zholim.
  • Salah seorang mujahidin telah menghubungi kami sebelum sholat ashar, tempat-tempat yang telah dikuasai bertambah menjadi 12 tempat dan yang tewas dari pihak mereka menjadi lebih dari 100 orang dan yang tertawan lebih dari 40 orang.
  • Salah seorang saudara kami Ahmad Musyabbah Al-‘Adnany, seorang penuntut ilmu, peneliti juga seorang da’i ila Allah telah meninggal-semoga Allah menerimanya sebagai syuhada’-
  • Dua orang saudara kami juga terluka, Basil Al-Lahjy dan Abdul Fattah Al-Quthaiby dengan luka yang ringan-semoga Allah menyegerakan kesembuhannya (tidak ada pertongan kecuali dari sisi Allah) Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar.
  • Dan kemudian ikhwah menghubungi kami lagi, sekitar pukul 5 sore hari, menegasan berita sebelumnya, bahwasanya jumlah yang tewas dari pihak Hutsy 170 orang !!!
  • Dan jumlah ikhwan mujahidin yang meninggal 4 orang, satu telah kami sebutkan diatas adapun yang lain, Najib Karrok Al-‘Adnany, Haytsam Al-‘Adnany dan Al-Akh Waildari keluarga ‘Ibadah.
  • Kami memohon kepada Allah untuk menolong saudara-saudara kami dan menerima saudara-saudara kami yang meninggal sebagai syuhada’ dan Allah sebagai tempat memohon pertolongan.
Sumber berita dari Abu Laits Al-Washaby

Artikel Muslim.Or.Id

0 komentar:

Agenda Harian

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/

Isi Blog

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.