Berita Ahlus Sunnah Di Negeri Yaman (21 – 28 Muharram 1433)



Selasa, 25 Muharram 1433 (20 Desember 2011)
  • Tembakan dan bombardir terus berlangsung, setelah ‘isya agak tenang dikarenakan adanya tim Mediator yang berkunjung ke Dammaj, tapi peluru mortar tetap berjatuhan di masjid dan dekat rumah Syaikh Yahya Al-Hajury -semoga Allah menjaganya-. Alhamdulillah tidak ada yang terluka.
  • Karena beratnya blokade, beberapa ikhwah melepas pintu kamarnya dan menjadikannya sebagai kayu bakar karena sudah tidak ada gas dan kayu bakar lagi !
  • Ikhwah membalas tembakan yang ditujukan ke Dammaj dari arah Al-Masyrahah dengan menembakkan peluru mortar ke arah mereka dan menghentikannya sehingga tidak ada lagi tembakan setelah Ashar, bahkan ikhwah melihat kera-kera berlari-lari dan berkejar-kejaran di pos mereka dan juga disaksikan banyaknya mobil yang mengangkut mayat-mayat mereka juga orang-orang yang terluka dari Al-Hamimah.
  • Melihat banyaknya orang yang terbunuh dari kalangan Rafidhah juga tegarnya ikhwah menghadapi blokade di Dammaj dan kemenangan terus menerus yang diperoleh mujahidin di Wailah, radio Teheran, Iran menyiarkan bahwasanya Ahlus Sunnah menggunakan sihir dalam perang mereka.
  • Di pos penjagaan orang-orang Rafidhah yang berhadapan dengan Gunung Al-Barraqah, peluru meriam mereka berbalik dan meledak mengenai mereka sendiri sehingga mengakibatkan jatuhnya korban meninggal dan kerugian besar pada mereka.
  • Ikhwah di medan perang di Wailah berhasil menawan para penembak sniper dan komandan pasukan Rafidhah juga berhasil menghancurkan meriam yang dipasang Rafidhah untuk menembaki anak-anak dan wanita di desa Jurbah yang di huni keluarga Lutslah dimana kaum laki-lakinya berada di medan perang Wailah bersama mujahidin.

Kabar Gembira Untuk Hutsi / Rafidhah
  • Terjadi ledakan besar pada meriam yang berada di wilayah An-Nuqu’, di tempat tersebut terdapat orang-orang Rafidhah. Ledakan tersebut menggoncang wilayah tersebut sehingga menimbulkan banyak korban jiwa dari kalangan Rafidhoh, Ya Allah tambahkan karunia-Mu kepada kami !
  • Ikhwah mujahidin menembakkan peluru mortar ke arah wilayah Al-Masyrahah tanpa di sengaja. Sebagaimana biasa di pos tersebut terjadi pergantian pasukan lama diganti dengan pasukan yang baru, maka pasukan baru tersebut mencoba menembakkan peluru mortar ke arah rofidhoh ternyata peluru tersebut mengenai sasaran sehingga menimbulkan korban yang terbunuh dari kalangan rofidhoh. Ya Allah hancurkan dan binasakanlah Rafidhah !
  • Disana datang riwayat yang menyebutkan bahwasanya orang-orang Rafidhah yang berada di gunung Al-Ahrasy, berubah markaz mereka menjadi tempat tinggal kera! Maka seharusnya orang-orang Hutsy/Rafidhah mengecek ke gunung Al-Ahrosy, apakah pasukannya di sana telah berubah menjadi kera atau mereka telah mati kemudian dimakan kera-kera disana! Lihat juga meriam kalian di An-Nuqu’ dan teman-teman mereka yang telah menjadi korban di Al-Masyrahah sekalian membawa mayat-mayat mereka dari sana, juga ketika menyebarkan berita, jangan lupa dengan kebohongannya yang sudah menjadi kebiasaannya untuk meringankan beban para pengikutnya !
  • Telah datang tim mediator ke Dammaj untuk meneruskan upaya mereka mengadakan gencatan senjata dari kedua belah pihak -katanya- sampai saat ini keadaan masih tenang.
  • Adapun berita dari Wailah, ikhwah mujahidin terus maju, pertempuran sangat sengit sekali, dan orang-orang Rafidhah meneruskan kebiasaan mereka alias lari dari medan perang ?! Kami katakan kepada ikhwah mujahidin: maju terus! Semoga Allah memberkati, menjaga dan menolong kalian dan melapangkan dada hamba-hamba-Nya yang beriman.
  • Telah memberitakan kepada kami Syaikh Taraky -semoga Allah memberikan taufiq kepadanya- bahwa saat ini serangan sangat kuat sekali ke arah masjid, ruang tamu, juga rumah Syaikh Yahya Al-Hajury menjadi target utama dengan tembakan peluru mortar-semoga Allah menyelamatkan Syaikh Yahya, para pelajar dari orang-orang najis ini yaitu Rafidhah !

Senin, 24 Muharrom 1433 (19 Desember 2011)
Dari Bumi Wailah, Hari Ini Para Masyaikh Ahlu Sunnah Bersama Rombongan Kabilah Berduyun-duyun Datang ke Wailah
Peristiwa sejarah yang luar biasa dan belum ada yang menyamainya pada masa kini, datang pertolongan yang besar, dalam rangka memenuhi panggilan fatwa jihad yang dikeluarkan oleh para Masyaikh Ahlu Sunnah. Datang rombongan dalam jumlah yang besar para Masyaikh Sunnah dari kabilah Aryan, Riimah, Nahm, Haimah. Juga tambahan dari pasukan Arhab dan Damat dan rombongan dari kabilah-kabilah yang lain. Mereka dipersenjatai dengan senjata-senjata kaliber ringan, menengah dan berat dan mereka telah sampai di kota Ma’rib. Disana mereka bergabung dengan kabilah-kabilah Abidah Al-Abiyah yang sangat kuat dengan membawa kendaraan dan pasukan yang sangat banyak untuk meneruskan perjalanan menuju Wailah Al-Abiyah dalam upayanya menolong kebenaran dan para pengikutnya. Dan mereka telah sampai ke Wailah –dengan pertolongan Allah dan taufiq-Nya- untuk menolong saudara-saudaranya dan menghapuskan blokade terhadap anak-anak dan wanita. Mereka telah mengambill posisinya dan terus maju ke depan dengan ijin Allah. Hari ini mereka mendapatkan kemajuan yang sangat besar dan disisi lain orang-orang Rafidhah merasa ketakutan dan lari dari medan pertempuran !
Pukul 17.30 
Tembakan dan bombardir masih terus berlangsung dengan sengitnya, orang-orang Rafidhah menggunakan peluru mortar, meriam P 10, senapan mesin anti pesawat terbang kaliber 12,7 mm dan 14, 5 mm ke semua arah di gunung Al-Barroqoh, juga markaz Darul-Hadist, dapur, asrama pelajar, rumah-rumah penduduk, jalan-jalan. Alhamdulillah hari ini tidak ada satupun yang terluka atau tertembak, ini semua karena penjagaan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman lagi bersabar.
Medan Perang Kitaaf
  • Adapun di medan perang Kitaaf, ikhwah mujahidin di garis depan telah memborbardir pos penjagaan Rafidhah yang biasanya dari pos tersebut mereka menembaki dan menyerang mujahidin Ahlus Sunnah dan Alhamdulillah pos tersebut dibuat sunyi dan sekelompok Rafidhah telah terbunuh di tempat tersebut.
  • Salah seorang mujahidin tertembak tangannya oleh Rafidhah.
  • Orang-orang Rafidhah telah membuat markaz di penggunungan yang tinggi dan memanjang dekat dengan lembah Ali Jabbarah di kabilah Wailah. Kemudian di waktu-waktu tertentu mereka menembaki rumah-rumah kabilah disana, supaya penduduk kabilah merasa orang-orang Rafidhah hendak menyerang perkampungan mereka akhirnya mereka kembali untuk mempertahankan kampung halaman mereka dari serangan Rafidhah. Tetapi orang-orang kabilah Wailah dan kabilah-kabilah yang lainnya tetap bertekad untuk menghancurkan Rafidhah di tempat tersebut dan meneruskan perjalanan mereka menuju Dammaj dengan ijin Allah.
  • Terus berdatangan rombongan kabilah dan pejuang Ahlus Sunnah ke medan perang di Kitaaf untuk membantu saudara-saudaranya di sana. Hari ini datang rombongan dari kabilah Hasyed, Shan’a, Syabwah, Al-Baidha’, Dzimar, dan yang lainnya, dipimpin oleh sebagian para Masyaikh. Demikian juga telah bergerak rombongan dari kabilah Wady Abidah menuju medan perang Kitaaf.
  • Allahu Akbar, kemuliaan hanya milik Allah, Rosul-Nya dan orang-orang yang beriman, telah datang berita gembira dari kabilah bahwasanya Syaikh Ibnu Mu’ily telah sampai di Kitaaf dan bersama beliau 40 mobil berisi pasukan dan senjata.
Berita ini ditulis oleh Al-Akh Abu Abdullah Husain Al-Kuhlany.  
Ahad, 23 Muharram 1433 (18 Desember 2011)
Enam puluh satu hari sejak blokade Berjalan
Pukul 21.30 
Tembakan dan bombardir terus berlangsung dengan sengitnya sebagaimana biasa, dengan mortar, meriam P10, senapan mesin anti pesawat kaliber 14,5 mm dan 12,7 mm dengan sasaran Gunung Al-Barraqah, markaz Darul-Hadist dan sekitarnya. Juga asrama pelajar, rumah-rumah penduduk dan jalan-jalan. Karena serangan yang sangat begitu gencarnya, telah jatuh korban meninggal dan terluka, diantaranya :
  • Al-Akh Muhammad bin Yahya bin Ahmad Al-Hajury berumur 25 tahun dan beliau saudara Syaikh Abdul-Hamid Al-Hajury, terluka dengan luka yang sangat bahaya sekali, dimana peluru mengenai perutnya dan menembus sampai pinggulnya, kami mendengar kabar bahwasanya beliau telah diobati di Rumah Sakit As-Salam di Sha’dah.
  • Telah meninggal mati syahid (insya Allah) Al-Akh Abdurrohim Al-‘Udainy, dimana beliau pergi ke klinik pengobatan untuk menyumbangkan darah untuk saudara Muhammad bin Yahya yang terluka diatas dan membutuhkan tranfusi darah, pada waktu di jalan ditembak oleh sniper Hutsi dan langsung meninggal, semoga Allah merahmatinya dan menerimanya sebagai Syuhada’.
  • Hari ini, setelah zhuhur orang-orang Rafidhah menembakkan meriam P 10 dan jatuh di rumah Al-Akh Husain Yahya Al-Ghamary. Beliau terluka oleh pecahan peluru demikian juga istri beliau terkena pecahan peluru di beberapa tempat di tubuhnya dan kondisinya membaik. Tetapi anak laki-lakinya yang berumur 11 tahun terkena pecahan peluru di dekat livernya, wajahnya, tangannya, dadanya sehingga langsung meninggal saat itu juga. Semoga Allah merahmatinya dan menerima sebagai Syuhada’, yang aneh anak perempuan kecil yang bersama mereka, dalam satu rumah. Alhamdulillah tidak terluka sedikitpun.
  • Telah terluka salah satu warga yang bernama Muqbil bin Mu’idh di telinganya dan kondisinya baik-baik saja.
  • Hari ini, setelah maghrib dua orang yang berada di gunung Al-Barraqah telah terluka, tetapi kami tidak mengetahui sejauh mana parahnya luka-lukanya
Adapun di medan perang Kitaaf, hari ini tidak terdapat gerakan apapun kecuali beberapa kali tembakan dari kedua belah pihak dengan senapan mesin.
  • Kemarin malam, orang-orang Rafidhah menembakkan peluru mortar beberapa kali ke arah pejuang kabilah dan Ahlus Sunnah yang berada di sebelah barat medan pertempuran dan posisi mereka berjaga-jaga disana. Akibatnya empat orang pejuang terluka di beberapa tempat di tubuhnya, salah seorang ikwah mengabarkan, ada 12 peluru mortar yang terjatuh di dekat tempat kami. Alhamdulillahtidak ada seorangpun yang terluka dari kami, ini semua berkat penjagaan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, berjihad lagi bersabar.
  • Kemudian pejuang kabilah membalas serangan ini dan menembaki pos perlidungan mereka sehingga terbunuhlah sekitar 12 orang Rafidhah sesuai dengan pemberitaan saksi yang melihatnya.
  • Hari ini, sebelum magrib, orang Rafidhah menembak salah seorang ikhwah dan terkena kakinya tetapi hanya terluka ringan saja.
  • Hari ini pada waktu ashar, mujahidin berhasil menangkap salah seorang rofidhoh dan mencecarnya dengan pertanyaan untuk mengetahui berbagai macam informasi darinya.
  • Para pejuang Ahlu Sunnah dan kabilah-kabilah Yaman terus berdatangan dari berbagai tempat menuju medan perang Kitaaf untuk membantu saudara-saudaranya disana dan meneruskan perjuangan mereka sampai di Dammaj sehingga terbukalah blokade setelah mengusir Rafidhah dan mengalahkannya dengan ijin Allah.
Berita ini di nukil oleh Al-Akh Abu Abdullah Al-Kuhlany.

Kemarin Mereka Membunuh Anak Kecil Yang Tak Berdosa, Hari ini Mereka Menembak Wanita Berusia Lanjut
Hari ini telah berganti setelah sebelumnya terjadi kejahatan dan kebiadapan yang dilakukan musuh Islam, musuh para Sahabat, orang-orang Rafidhah dengan menembak anak kecil yang tak berdosa, Ikrom Al-Ahuny yang menggerakkan orang untuk membalas dendam untuknya dan untuk Ahli Tauhid yang terbunuh secara zhalim.
Hari ini setelah shalat Fajar, seorang wanita yang telah berusia lanjut tertembak di kakinya dan darahnya terus keluar tanpa ada pengobatan yang cukup baginya -semoga Allah menyembuhkannya-. Sementara blokade terus berjalan, tembakan terus berlangsung, semoga Allah menurunkan hukuman kepada mereka sebagai balasan untuk para wali-Nya.
Demikianlah mereka ! tidak ada belas kasihan kepada anak-anak yang masih menyusu, wanita dan laki-laki yang telah berusia lanjut.
Inilah sejarah hitam mereka ! berulang dan terus berulang !
Walaupun demikian Allah senantiasa menolong wali-wali-Nya dan mengaruniakan nikmat-Nya !
Dan kabilah-kabilah Yaman dari setiap tempat terus bergerak menuju Wailah dalam rangka membebaskan Sha’dah dari noda-noda Rafidhah dan antek-anteknya sehingga kembali menjadi wilayah Sunni Salafy sebagaimana dimasa Sahabat.
Orang-orang semuanya bergerak menuju Sha’dah wahai Ikrom ! Memenuhi panggilanmu dan orang-orang semisaimu yang terzhalimi !
Maka aku katakan sebagaimana yang dikatakan Syaikh kami, Syaikh Yahya :
Wahai Orang-orang Kabilah !
Wahai Ahlus Sunnah !
Rafidhah perlu dihinakan !
Rafidhah harus dihentikan sampai pada batasnya dan secara khusus orang-orang Hutsy !
Demi Allah, kalau mereka tidak dihentikan tentu mereka akan memenuhi dunia dengan kehancuran dan kerusakan dan tidak ada orang yang hidup sesuai dengan apa yang mereka kehendaki dalam menjalankan ketaatan kepada Allah !
Wahai kabilah Sha’dah jangan sampai kalian meninggalkan medan perang !
Wahai seluruh Ahlus Sunnah jangan sampai kalian meninggalkan medan perang !
Wahai para saudagar yang dermawan jangan sampai kalian meninggalkan bantuan untuk saudara-saudara kalian !
Wahai pasukan dan tentara di pemerintahan dan orang-orang yang memiliki kemampuan, jangan sampai kalian meninggalkan saudara kalian !
Ketidak pedulian tidak akan bermanfaat !
Ketidak pedulian akan menjadikan orang-orang Rafidhah berkuasa !
Demi Allah tidaklah orang-orang Rafidhah mampu berkuasa kecuali karena ketidakpedulian dan perselisihan di antara fulan dan fulan, dan juga karena lemahnya iman.
Dari tempat ini aku menghimbau kepada orang-orang yang memiliki ghirah terhadap agama Allah dan mengajaknya kepada Al-Qur’an dan Sunnah, kepada persaudaraan se-iman juga pertolongan kepada agama Allah dan kasih sayang kepada kemanusiaan untuk melaksanakan apa yang Allah wajibkan kepadanya sesuai dengan kemampuannya !

Tembakan dan Serangan Terus Berlangsung Sepanjang Malam Dengan Senapan Mesin dan Mortar
Alhamdulillahikhwah mujahidin membalas tembakan mereka dengan menembakkan mortar ke arah Al-Hamimah dan tepat mengenai pos perlindungan mereka.
Juga mujahidin menembakkan peluru mortar ke beberapa tempat orang-orang Rafidhah di dekat gunung Al-Qafl dan mengenai tempat perlidungan mereka sehingga banyak yang terbunuh diantara mereka.Ikhwah di Dammaj mengetahui apabila serangan rofidhoh bertambah keras, maknanya ada yang terbunuh dan terluka diantara mereka.
Mereka merasa menderita sekali dan tidak ada yang bisa melapangkan dada mereka kecuali dengan menembaki teman-teman.
Berita ini di nukil oleh Al-Akh Kholid bin Muhammad Al-Ghurbany. 
Sabtu, 22 Muharram 1433 (17 Desember 2011)
Blokade di Dammaj dan Kemurahan Rabbul-Ibad
Hari telah berganti dan blokade telah genap 60 hari atas saudara kalian di Dammaj, dan mereka dalam keadaan terkepung dengan kepungan yang zhalim dan tembakan-tembakan yang selalu disertai dengan gugurnya para Syuhada’ (insya Allah) baik kaum laki-laki, wanita ataupun anak-anak, juga terbunuhnya ratusan orang-orang Hutsy dengan kekuatan dan kebesaran Allah. Dan Allah telah menjanjikan bagi orang terzhalimi : dan demi kemulian-Ku, sengguh aku akan menolongmu walaupun untuk beberapa waktu kedepan! Dan kemurahan Allah bagi hamba-hamba-Nya Ahli Tauhid sangat tampak sekali. Segala puji hanya milik Allah, baik yang terdahulu atau yang akan datang! Allah Dzat yang Maha Pemberi Rizki, bila berkehendak untuk memberikan rizki-Nya maka tidak ada seorang pun yang mampu menghalanginya. Tadi malam, seorang pelajar meninggal terkena serangan yang sangat keras, semoga Allah merahmatinya dan menerimanya sebagai Syuhada’. Tembakan sangat dahsayat sekali sebagai balas dendam mereka atas kemenangan yang dicapai oleh para pejuang Ahlu Sunnah di Wailah. Hari kemarin, ikhwah menyerang daerah An-Nuqu’ -semoga Allah memberikan taufiq kepada mereka- maka berjatuhanlah orang-orang Hutsy. Baik yang terbunuh maupun yang terluka. Kami kabarkan dengan kabar gembira kepada ikhwahAhlus Sunnah dimana saja berada bahwa saudara-saudara kalian di Dammaj terus berjihad, saling membantu, saling bahu membahu yang tidak ada taranya dan mereka dalam keadaan baik-baik saja. Demikian juga Syaikh kami, Syaikh Yahya Al-Hajury-semoga Allah menjaganya- dalam keadaan sehat dan terjaga dengan penjagaan Allah, sama sekali tidak mendapatkan luka-sebagaimana beritanya disebarkan oleh sebagian media massa.
Dalam sebuah kejahatan yang baru dan menakutkan oleh orang-orang Hutsy -semoga Allah melaknatinya- mereka telah menembak bayi kecil umurnya tidak lebih dari delepan bulan, tertembak ditangannya dan menembus sampai kepalanya kemudian terjatuh di hadapan kedua orang tuanya. Dan dia sekarang, dalam keadaan sekarat, antara sadar dan pingsan! Menyakitkan !!! Menyakitkan !!! Menyakitkan !!! Menyakitkan !!!
Wahai Ahlus Sunnah dimana saja kalian berada, persiapkan diri kalian ! Bangkitlah untuk membalas dendam demi saudara-saudara, istri-istri, anak-anak kalian !
Pergilah ke Wailah, bumi jihad, untuk menolong saudara-saudara kalian Ahlus Sunnah !
Perbanyaklan doa atas orang-orang zhalim !
Perbanyaklan doa atas orang-orang zhalim !
Perbanyaklan doa atas orang-orang zhalim !
Perbanyaklan doa atas orang-orang zhalim !
Ya Allah balaslah terhadap orang-orang zhalim Hutsy dan turunkanlah hukuman dan siksaan-mu yang tidak mungkin terhalangi dari orang-orang yang jahat !
Bayi perempuan tersebut bernama Ikram bintu Ali bin Ahmad Al-Ahuni,
Ya Allah balaslah kebaikan untuk Ikram, dan ikatlah hati kedua orang tuanya dan saudara-saudaranya !
Kekalahan Rafidhah Di Depan Mata
Ya Allah kalahkan musuh-musuh-Mu dan musuh-musuh hamba-Mu yang Shalih !
Orang-orang Hutsi mengikat para pengikutnya dengan rantai besi sehingga tidak bisa lari dari pos perlindungan, apabila salah satu diantara terbunuh maka yang lainnyapun, kalau tidak terbunuh bersamanya maka akan menjadi tawanan. Dan mereka pergi ke pasar mengumumkan dengan mikrofun bahwasanya mereka membutuhkan pejuang dan memaksa para pengikutnya yang memiliki tiga orang anak yang sudah dewasa, untuk menyerahkan salah satu diantaranya untuk berperang melawan orang-orang Yaman (Ahlus Sunnah). Inilah kondisi orang-orang Rafidhah, coba bandingkan dengan pejuang Ahlus Sunnah, mereka datang dari mana-mana, baik dari dalam negeri Yaman ataupun dari luar, dengan harta dan jiwa mereka, memenuhi panggilan Allah kemudian panggilan jihad, dan tidak mengharapkan kecuali kemenangan atau mati syahid, dengan tujuan menolong saudara-saudara mereka. Dengan dada terbusung, tanpa takut dengan kematian, bahkan kematianpun lari dari mereka, maju terus kedepan dan tidak ada dalam kamus mereka kalimat “LARI” dari medan pertempuran, dan kemenangan selalu menunggu dihadapannya. Ya Dzat yang menjalan awan, kalahkan musuh-musuh (kami) dan hancurkan Rafidhah dan tolonglah kami dalam melawan mereka, Ya Dzat Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa ! Ya Allah kami serahkan Rafidhah kepada-Mu, goncangkan bumi dibawah kaki-kaki mereka, kami serahkan mereka kepada-Mu sesungguhnya mereka tidak mampu melemahkan-MU !
Penyusun: Ustadz Abu Sa’ad M. Nur Huda, MA.
Artikel Muslim.Or.Id

0 komentar:

Agenda Harian

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/

Isi Blog

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.