Rabu, 26 Muharram 1433 (21 Desember 2011)
- Blokade tetap berjalan, adapun tembakan dengan senjata berat telah berhenti karena adanya tim pengawas yang ditunjuk oleh tim mediator untuk mengawasi kondisi disana, hanya tersisa beberapa kali tembakan dengan sniper.
- Tidak ada perdamaian dengan Rafidhah kecuali dengan apa yang telah disampaikan oleh Syaikh Yahya yaitu mereka harus pergi dari Dammaj, kemudian menghapus pos Khaniq. Juga ikhwah Ahlus Sunnah dengan bebas bisa bergerak di propinsi Sha’dah tanpa ada tekanan dari orang-orang Rafidhah.
- Ikhwah di Kitaaf mendapatkan kemajuan yang sangat cepat, dan mayat-mayat Rafidhah berserakan di seluruh Kitaaf juga disaksikan, orang-orang rofidoh dalam jumlah yang sangat besar melarikan diri dari tembakan pasukan Ahlus Sunnah.
- Ahlus Sunnah semua sepakat tidak ada perdamaian dengan Rafidhah kecuali setelah dihapuskannya blokade.
- Syaikh Yahya menuntut dari Tim Mediator, yang pertama: menghapuskan blokade kemudian mengadakan perundingan berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah karena Tim Mediator jauh dari Ahlus Sunnah.
- Adapun di Kitaaf, kemuliaan telah dikuasai oleh singa-singa Ahlus Sunnah dan mereka telah membunuh 40 orang Rafidhah, dan mengejar-mengejar mereka sampai ke rumah-rumah. Maka terbunuhlah orang-orang terbunuh dan larilah orang-orang yang berlari.
Allahu Akbar !
Allahu Akbar !
Allahu Akbar !
Walhamdulillah !
Berita ini datang dari Syaikh Abdul-Wahhab As-Syamury.
Semua kemuliaan hanya milik Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman.
- Datang berita gembira! Setelah menunggu sampai fajar, kemudian terjadi pertempuran yang sangat sengit dan terus-menerus di medan perang Kitaaf. Ikhwah Mujahidin berhasil menguasai garis depan medan perang Kitaaf, orang yang menyaksikan mengabarkan bahwasanya mujahidin berhasil menguasai jalan Zubairiyat, jalan yang paling penting yang dikuasai Rafidhah menuju ke Sha’dah.
- Orang yang terbunuh dari kalangan Rafidhah lebih dari 40 orang dan dibawa oleh mobil-mobil mereka. Juga orang-orang Rafidhah menembaki orang-orang yang lari diantara mereka sendiri.
Ya Allah Tolonglah Dia dan Orang Yang Semisalnya
Kemarin malam, tanggal 25 Muharrom 1433/20 Desember 2011, tatkala aku kembali dari pos penjagaan dan sampai dekat dengan masjid, aku mendapatkan tiga orang Ikhwah menarik gerobak, diatasnya ada orang yang diselimuti, kemudian aku bertanya: “Dari mana ? Mau kemana ? Dan apa ini ?“. Mereka menjawab : “Dari asrama pelajar yang ada di perkebunan, adapun ini, (istri salah satu diantara mereka) telah keguguran dan janinnya masih berumur dua bulan kemudian terjadi pendarahan yang sangat parah dan ia merasakan sakit yang luar biasa sekali dan menderita kedinginan“. Sedangkan waktu itu, waktu sudah malam sekali. Akhirnya kami mencari Dokter Adnan -semoga Allah membalas kebaikannya- dan beliau datang memberikan suntikan untuk mencegah pendarahan dan memasang infus, Setelah itu Al-Akh tadi berkeinginan kembali ke rumahnya, membawa istrinya dengan membawa gerobak sedangkan jaraknya sangat jauh sekali dan cuaca sangat dingin sekali.
Maka aku katakan kepadanya: “Malam ini tinggal dirumahku saja, akhirnya keduanya masuk ke dalam rumah dan duduk sesaat, akan tetapi wanita tadi masih merintih kesakitan, dan pendarahan terus berlangsung, akhirnya kami mencari Dokter wanita dari Nigeria istri Al-Akh Abdun-Nur dan setelah kami bertanya-tanya, kami dapatkan rumahnya, kemudian kami ketuk pintunya dan dia keluar. Masih tampak bekas kantuknya, karena waktu itu sudah sangat malam sekali, dia berkata : “Baik, bersabarlah istriku dalam keadaan sakit”. Maka aku katakan : “Maaf ! Aku tidak mengira hal ini”. Beliau menjawab : “Tidak mengapa, tunggu sebentar!”. Kemudian keduanya pergi bersama kami -semoga Allah membalas kebaikan mereka berdua-. Kemudian dokter wanita tadi mengobati istri al-akh tadi akan tetapi dia tetap merintih dan merasakan rasa sakit yang luar biasa sampai pagi harinya! Ya Allah tolonglah wanita yang terzhalimi ini yang menderita kesakitan karena blokade oleh Rafidhah yang telah berbuat kerusakan, Wahai Ahlus Sunnah dimana kalian berada ?!
—
Penyusun: Ustadz Abu Sa’ad M. Nur Huda, MA.
Artikel Muslim.Or.Id
Artikel Muslim.Or.Id
0 komentar:
Posting Komentar