BEKASI  - Aksi turun ke jalan puluhan ribu umat Islam Bekasi dalam Pawai Ta’aruf Kongres Umat Islam Bekasi pada Ahad (27/11) lalu berjalan dengan lancar. Tentunya di balik aksi yang melibatkan massa dengan jumlah besar pasti ada tokoh kharismatik yang menjadi panutan. Dia adalah KH. Qosim Nurseha, Pimpinan Ponpes yatim piatu Daarul Falah, Serang, Bekasi.

Usai shalat dzuhur berjamaah di masjid Pemda Kabupaten Bekasi, jurnalis voa-islam.com berkesempatan mewawancarai KH. Qosim Nurseha yang menjabat sebagai Ketua Panitia Kongres Umat Islam Bekasi.
Lebih dalam, voa-islam.com ingin mengetahui latar belakang dan tujuan diselenggarakannya aksi Pawai Ta’aruf yang dilakukan dengan mengikut sertakan berbagai elemen massa seperti Pondok Pesantren, DKM Masjid hingga Ormas-ormas Islam se-Bekasi Raya.
Mengapa acara tersebut diakhiri dengan pernyataan sikap bersama yang menyoroti kasus krsitenisasi, pemurtadan dan gereja liar khususnya pembangunan gereja Katolik Paroki Ibu Teresia di Lippo Cikarang dan tak ketinggalan penutupan tempat maksiat?
Beikut ini adalah petikan wawancara Ahmed Widad jurnalis voa-islam.com dengan KH. Qosim Nurseha.  
Assalamu’alaikum Pak Kyai?
Wa’alaikum salam warahmatullah wabarakatuh
Acara pawai Ta’aruf ini dalam rangka apa?
Satu, dalam rangka menyambut Muharram.
Kedua, dalam rangka menyatukan visi dan misi sekaligus mendeklarasikan Kongres Umat Islam Bekasi.
Apa yang menjadi sorotan acara ini?
Di bekasi ini semua orang tahu; pemurtadan, kristenisasi di setiap pelosok itu terjadi. Injil dibagi-bagikan, anak-anak SD pun dimurtadkan, kemudian lagi gereja-gereja liar, ruko-ruko dibikin gereja, ditambah pemerintah belum tanggap juga Perda No. 7 tahun 2007 tentang tempat hiburan malam illegal, namun sampai sekarang pemerintah belum bertindak dengan semestinya.
Dalam pernyataan sikap bersama disinggung soal pembangunan gereja Paroki Ibu Teresia, bagaimana latar belakang kasus gereja tersebut?
Di tahun 2010 mereka pernah seperti membentuk panitia pembangunan gereja lalu mendatangi instansi terkait, meminta bantuan dan dukungan kemudian setelah itu, kami dari warga masyarakat sekitar menolak dengan tegas dan keras, ditanggapi oleh Pemkab. Bekasi lalu diadakan Muspida plus dan menghasilkan point-point tertentu.
Tiba-tiba di tahun 2011 ini tanggal 5 November di hari Sabtu, kami dikejutkan dengan menerima undangan dari panitia pembangunan gereja Paroki yang intinya dalam undangan tersebut saya diminta hadir untuk memberikan doa restu dan dia ucapkan terima kasih atas dukungannya, saya sangat terkejut.
Padahal tahun 2010 itu sudah kita tolak dan Pemkab. Bekasi sudah menyatakan tidak memberikan izin. Namun, tiba-tiba sudah dilakukan pemancangan tiang pondasi gereja Paroki Ibu Teresia di Lippo Cikarang. Dengan kejadian itu kemudian ditambah lagi dengan adanya semacam adu domba dari mereka terhadap kami umat Islam tentang berbeda pandangan. Namun kita insya Allah belajar dewasa dan kita belajar menjadi umat yang rahmatan lil ‘alamin, kemudian kita mengupayakan usaha yang tidak bertentangan dengan keamanan dan stabilitas nasional. Kita juga insya Allah tidak akan melakukan hal-hal yang ceroboh dengan menempuh jalur prosedural dulu.
Saya secara pribadi dan mewakili umat Islam mengucapkan terima kasih banyak kepada aparat pemerintah dalam hal ini yang mewakili yaitu bapak Camat Cikarang Selatan dengan tegas dan berani menyatakan jangan dulu dibangun karena negara kita ini negara yang berdaulat, negara hukum, ikuti dulu syarat-syarat yang berlaku di Negara kita ini, itu ditegaskan oleh Camat.
Saya juga mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada aparatur pemerintah dalam hal ini pihak kepolisian yang diminta untuk  memberikan sambutan namun mereka sangat paham, jadi bapak kepolisan pada waktu itu tidak mau memberikan sambutan.
Padahal waktu itu dihadiri oleh Polres, Polsek Cikarang Selatan tapi semua dari kepolisian tidak ada yang mau memberikan sambutan.
Dan setelah menghadiri pertemuan dengan Kapolres yang saya ikut menghadiri, hanya selang 1 x 24 jam sudah ada tindakan penghentian pembangunan. Saya sangat berterima kasih pihak kepolisian yang telah melakukan langkah-langkah terbaik, cepat dan tepat.
Pada saat pemancangan tiang tersebut pak Kiyai datang, bagaimana kondisi di sana?
Saya datang dengan tujuan untuk menggagalkan pembangunan gereja, tetapi begitu sampai, laskar-laskar non muslim itu sudah banyak sekali, ditambah lagi dengan media dan wartawan yang banyak sekali.
Kalau tetap dilaksanakan pembangunan gereja ini, apa yang akan ditempuh?
Insya Allah kami tidak akan mengenal lelah, kami tidak akan pernah berhenti selagi hayat masih di kandung badan kami akan melakukan pencegahan-pencegahan kristenisasi, baik gereja-gereja yang sekarang ini mencoba didirikan maupun yang lainnya.
Apa hibauan terhadap umat Islam?
Himbauan kepada umat Islam agar membentengi keluarga, anak cucu, agar tidak dimurtadkan. Kemudian mari kita bersatu untuk membela Islam yang satu untuk berjuang memperjuangkan agama Allah, kita korbankan harta, tenaga sekaligus nyawa kita, kita wakafkan untuk memperjuangkan agama Allah. Itu himbauan saya sesuai dengan pengakuan kita di dalam shalat; hidup kita, mati kita untuk Allah, saya minta itu harus dibuktikan dalam kehidupan kita sehari-hari bukan hanya sekedar pengakuan di dalam shalat. Saya mau umat Islam bersatu, saya ajak untuk berbuat baik. Kalau ada sesuatu hal yang tidak sesuai umpanya dan kita harus aksi kita lakukan aksi damai. Seandainya tidak bisa dilakukan hal ini maka kami akan datang dengan jamaah yang lainnya. Kalau dengan cara baik-baik tidak bisa pula dan bola panas yang sekarang sedang bergulir tidak bisa deselesaikan oleh pemerintah, mungkin kami yang akan mengambil bola tersebut.      
Saya pernah berbicara di hadapan Kapolres, kata saya; saya siap membendung umat dengan catatan dikabulkannya permintaan dan permohonan dari masyarakat umat Islam Bekasi. Tetapi kalau tidak dilaksanakan apa tuntutan kita saya yang membendung dan saya pula yang akan membongkar. Tapi Alhamdulillah disambut baik oleh bapak Kapolres


sumber

0 komentar:

Agenda Harian

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/

Isi Blog

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.