Backlink GaibApa sih Backlink Gaib ?Kalau anda sudah terjun kedunia bisnis online, khususnya yang barkaitan dengan SEO, maka seharusnya anda sudah kenal dengan yang namanya Backlink. Backlink adalah sebuah link dengan keyword (Anchor text) yang mengarah pada web kita yang diberikan oleh website/blog lain, semakin banyak backlink maka semakin bagus juga posisi kita di halaman pencarian Google.
Backlink ada dua macam, Backlink yang sifatnya DoFollow dan juga UnFollow. Backlink Dofollow adalah backlink yang akan dihitung oleh algoritma search engine sehingga semakin banyak jumlah backlink Doollow maka akan berefek kepada dua kemungkinan, naiknya posisi SERP kita di search engine dan juga naiknya pagerank website kita.
Backlink UnFollow adalah backlink yang tidak akan dihitung oleh algoritma searchengine (begitu kayanya hehe ) tapi apapun itu , I don’t care karena algoritma Google hanya Google dan Tuhan yang tahu.
Kalau selama ini kita hanya mencari backlink untuk Google (algorithmanya) kenapa kita ngga berusaha untuk mencari backlinks untuk Tuhan? Nah inilah backlink yang saya sebut dengan Backlink Gaib.
Backlink Gaib adalah backlink yang menggunakan otak kanan, karena keberadaanya semu, gaib dan tidak terlihat. layaknya mahluk/alam gaib, kita wajib percaya akan keberadaanya walaupun kita tidak pernah tahu bentuknya seperti apa, contohnya : malaikat, syurga, neraka, amal, dll

Backlink Gaib untuk Affiliate

Jika selama ini setelah anda membuat sebuah landing page kemudian mengoptimisasinya dengan memberikan backlink, ping sana sini, kasih artikel unik dll itu ngga salah, tapi alangkah baiknya jika anda juga berikan backlink gaib, caranya:
1.  Kalau anda rela mengeluarkan sampai $67 untuk 1000 backlinks seharusnya anda juga rela donk mengeluarkan $67 untuk backlink gaib, atau kalau mau coba silahkan beli backlink gaib cukup Rp 100,000/Site dengan memberikanya kepada fakir miskin, anak yatim piatu dll Insya Allah Backlink Gaib anda akan bekerja walapun posisi SERP di Google entah halaman keberapa ;)
2. Kalau setiap tahun domain yang anda beli perlu di renewal, maka backlink gaib juga butuh renewal. Sisihkan rizki anda selama setahun untuk diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan, Insya Allah backlink gaib anda akan bekerja untuk anda setahun kedepan ;) It’s Woks
3. Percaya dan Yakin dengan Algoritmanya Sang Maha Pencipta.  Selama ini kita mempelajari SEO untuk mengetahui algoritmanya Google dan kita berusaha menerapkanya, meskipun terkadang algoritma itu tidak konsisten dan sering dirubah.  Algoritma Allah Sang maha Pencipta itu ngga pernah dirubah dan konsisten sepanjang masa serta terbukti keakuratanya.
Sebagai contoh, Algoritma backlink gaib sodakoh. Disebutkan bahwa jika kita memberikan 1 buah kebaikan sebesar biji, maka biji tersebut akan menumbuhkan Tujuh tangkai dimana setiap tangkai akan berbuah 100 biji lagi, Artinya setiap harta yang anda keluarkan untuk backlink gaib maka akan diganti berlipat-lipat dan anda tidak akan pernah miskin hanya karena sodakoh.
Ilmu matematika menyebutkan, 10 -1 = 9. Ilmu backlink gaib menghitungnya menjadi 10-1=709, Believe or not ;)

Dahsyatnya Backlink gaib

Sebagai gambaran, Jika ada orang kaya raya datang kepada anda dan mengatakan “Hi Boss, maukah kamu saya cukupkan kebutuhanmu selama sebulan ini (apapun itu) tapi kamu berikan 20% hartamu kepada fakir miskin?” Saya yakin 1000% semua orang pasti akan menjawab MAU.
Tapi kenapa yang Maha Kaya (Al Ghaniyy) dan Yang Maha Pemberi Kekayaan (Al Mughnii) yang mengatakan banyak yang masih ragu? Ya itu kembali ke Point no.3 diatas yang jelas cerita dibawah ini akan menginspirasi anda.
Dikisahkan seorang pemuda hidup diperantaun sebagai buruh pabrik, Allhamdulillah pada tahun 2003 setelah dua tahun bekerja di berikan seorang jodoh dan akhirnya menikah.  Hidupnya biasa2 saja, pergi pagi pulang petang dan rutinitas itu dilakukan sampai september 2008.
Pada tahun 2008 Allhamdulillah, Allah memberikan rizki dari Adsense yang dihitung cukup untuk hidup di desa dan akhirnya pemuda ini memutuskan untuk resign dari pekerjaanya dan memulai hidup didesa. Setelah hidup didesa dengan penghasilan USD300 saat itu kehidupan si pemuda ini masih biasa-biasa saja, kewajiban sholat 5 waktu selalu dijalankan, puasa ramadhan juga selalu dijalankan dan hidupnya pun masih biasa-biasa aja (biasa ngontrak, biasa ngutang dan biasa-biasa lainnya).
Profesi sebagai web design, affiliate, publisher, article writer, semua hampir pernah dijalani dan semua memang memberikan income yang lumayan, tapi hidupnya masih biasa-biasa saja (biasa ngontrak, biasa ngutang dan biasa-biasa lainnya :D ).
Tuhan ternyata masih sayang kepada pemuda ini, dengan memiliki kedua orang tua yang selalu mengingatkan anaknya akan kehidupan akhirat, kehidupan setelah kematian. Kedua orang tuanya berpesan “Jika engkau menanam Jagung maka rumputpun akan ikut tumbuh, Tapi Jika engkau menanam rumput Jagung tidak akan pernah ikut tumbuh”
Arti kiasan pesan diatas adalah, jika engkau kejar duniamu, engkau akan lupakan akhiratmu, tapi jika engkau kejar akhiratmu maka dunia akan mengikutimu”.
Pesan ini begitu membekas, sehingga si pemuda ini berusaha untuk memperbaiki diri, amalan sunah mulai dijalani (sholad dhua, sodakoh, tahajud) Allhamdulillah sedikit demi sedikit kehidupannya berubah yang semula hanya kontraktor (tukang ngontrak) akhirnya bisa juga membeli rumah cash, yang biasa kehujanan bisa duduk nyaman dibelakang setir … Allhamdulillah
Dalam perjalanan ini banyak duri cobaan, ujian yang dihadapi si pemuda ini, Allhamdulilah dan Insya Allah cobaan itu bisa dihadapi karena apa yang menurut kita baik belum tentu baik, dan apa yang menurut kita jelek belum tentu jelek begitu Firman-Nya. Semoga sedikit kisah ini bisa memberikan sesuatu yang bisa diambil hikmahnya.
Note: Backlink gaib bukan hanya sodakoh, berbuat baik kepada sesama, menghormati orang tua, menikah (bagi yang belum) dll.

http://klikmisbah.com

0 komentar:

Agenda Harian

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/

Isi Blog

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.