Hadits yang agung ini menerangkan kepada kita nasib malang yang menimpa tiga pendusta. Pertama, orang yang berjihad akan tetapi tidak ikhlas. Kedua, orang yang bergelut dengan ilmu dan mendakwahkannya akan tetapi tidak ikhlas. Ketiga, orang yang berderma dengan hartanya akan tetapi tidak ikhlas. Mereka bertiga celaka akibat tidak pandai menjaga hatinya dari riya’ dan sum’ah. Mereka beramal bukan karena Allah, tapi karena manusia, mengharapkan pujian dan sanjungan mereka. Itulah niat yang tersimpan di dalam hatinya, yang Allah tampakkan pada hari kiamat, pada hari tidak akan ada orang yang bisa berbohong dan menyembunyikan kedustaannya.
Dalam Kitab az-Zuhd, Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Hurairahradhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Allah tabaraka wa ta’ala berfirman, “Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan yang dia mempersekutukan diriku dengan selain Aku maka Aku tinggalkan dia bersama dengan kesyirikannya.” (HR. Muslim [2985], lihatSyarh Muslim [9/232])
Abu Ishaq al-Fazari berkata, “Sesungguhnya ada di antara manusia orang yang menyukai pujian kepada dirinya padahal dirinya tidak lebih berharga di sisi Allah daripada sehelai sayap nyamuk.” (Ta’thir al-Anfas, hal. 573). Ibnu Taimiyah berkata,“Barangsiapa yang mencintai seseorang tapi bukan karena Allah, maka bahaya teman-temannya lebih besar daripada bahaya musuh-musuhnya.” (Ta’thir al-Anfas, hal. 575).Semoga Allah melindungi kita dari syirik dan segala hal yang menjerumuskan ke dalamnya…
0 komentar:
Posting Komentar