“Barangsiapa menunaikannya sebelum shalat ‘ied maka zakat (fitri)nya diterima, dan barangsiapa menunaikannya setelah shalat, maka ia hanyalah salah satu bentuk sedekah.” – Ibnu Majah 1817
“Dari Malik dari Nafi’ bahwa Abdullah bin Umar mandi pada hari raya Idul Fitri sebelum pergi ke tempat shalat Ied.” – Malik 384
“Pada hari Iedul Fitri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak keluar untuk shalat hingga beliau makan terlebih dahulu. Sementara pada hari raya kurban (Iedul Adha) beliau tidak makan hingga kembali (dari shalat).” – Ibnu Majah 1746
“Pada hari raya Idul Fitri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak berangkat untuk melaksanakan shalat hingga beliau makan beberapa butir kurma.”. “Beliau makan beberapa kurma dengan bilangan ganjil.” – Bukhari 900
Dari Ummu ‘Athiyyah dia berkata; “Rasulullah menyuruh kami, demi ayah dan ibuku agar kami menyuruh keluar semua gadis, orang tua dan orang yang menstruasi di hari raya idul fitri dan idul adha, sedangkan orang-orang yang sedang haidh hendaknya menjauhi tempat shalat, dan untuk menyaksikan (acara) yang baik serta memenuhi undangan kaum mulimin” – Ahmad 19863
“Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat ‘Ied, beliau mengambil jalan yang berbeda (antara berangkat dan kembali).” – Bukhari 933
“Pada hari ini telah berkumpul bagi kalian dua hari raya (Id dan Jum’at), barangsiapa ingin melaksanakan, maka (shalat Id) sudah mencukupi shalat jum’atnya, namun kami akan tetap melaksanakan Jum’at.” – Abu Daud 907
“Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang berpuasa pada dua hari, yaitu pada hari Idul Adha dan Idul Fitri.” – Muslim 1921
“Barangsiapa berpuasa ramadhan kemudian mengikutinya dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka itu senilai puasa satu tahun.” – Ibnu Majah 1706
sumber : lidwa.com
“Dari Malik dari Nafi’ bahwa Abdullah bin Umar mandi pada hari raya Idul Fitri sebelum pergi ke tempat shalat Ied.” – Malik 384
“Pada hari Iedul Fitri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak keluar untuk shalat hingga beliau makan terlebih dahulu. Sementara pada hari raya kurban (Iedul Adha) beliau tidak makan hingga kembali (dari shalat).” – Ibnu Majah 1746
“Pada hari raya Idul Fitri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak berangkat untuk melaksanakan shalat hingga beliau makan beberapa butir kurma.”. “Beliau makan beberapa kurma dengan bilangan ganjil.” – Bukhari 900
Dari Ummu ‘Athiyyah dia berkata; “Rasulullah menyuruh kami, demi ayah dan ibuku agar kami menyuruh keluar semua gadis, orang tua dan orang yang menstruasi di hari raya idul fitri dan idul adha, sedangkan orang-orang yang sedang haidh hendaknya menjauhi tempat shalat, dan untuk menyaksikan (acara) yang baik serta memenuhi undangan kaum mulimin” – Ahmad 19863
“Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat ‘Ied, beliau mengambil jalan yang berbeda (antara berangkat dan kembali).” – Bukhari 933
“Pada hari ini telah berkumpul bagi kalian dua hari raya (Id dan Jum’at), barangsiapa ingin melaksanakan, maka (shalat Id) sudah mencukupi shalat jum’atnya, namun kami akan tetap melaksanakan Jum’at.” – Abu Daud 907
“Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang berpuasa pada dua hari, yaitu pada hari Idul Adha dan Idul Fitri.” – Muslim 1921
“Barangsiapa berpuasa ramadhan kemudian mengikutinya dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka itu senilai puasa satu tahun.” – Ibnu Majah 1706
sumber : lidwa.com

0 komentar:
Posting Komentar