Oleh: Badrul Tamam          

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Sudah semestinya saat menghadapi berbagai kesulitan dan cobaan, ketakutan dan kecemasan, manusia kembali kepada Allah dan berdoa kepada-Nya. Karena Dia semata Tuhan yang sebenarnya. Tidak tuhan yang hakiki dan menguasai segala urusan di langit dan di bumi kecuali Hanya Dia. Tidak ada sesuatu yang terjadi kecuali dengan kehendak-Nya Subhanahu wa Ta'ala. Dia berfirman,

ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّهُ يُحْيِي الْمَوْتَى وَأَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

"Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hak dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala suatu." (QS. Al-Hajj: 6)

ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ
"Yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Hak dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS. Al-Hajj: 6)

Allah adalah Ilaah (Tuhan) yang sebenarnya (hak), maknanya: Tidak ada peribadahan yang boleh diberikan kepada selain-Nya. Jika itu ada maka peribadahan itu adalah batil. Karena Dia-lah pemilik kekuasaan yang agung. Apa saja yang dikehendaki oleh-Nya, pasti ada dan terjadi. Sebaliknya, yang tak dikehendaki-Nya, maka tak akan pernah ada dan tak akan pernah terjadi. Dan semua selain Dia, butuh kepada-Nya. Maka segala sesuatu yang disembah selain Allah dan dijadikan tandingan bagi-Nya dalam segala urusan -di antaranya menetapkan syariat dan aturan hidup-, dan disembah selainnya, maka semua itu adalah batil.

Orang Musyrik Juga Berdoa Kepada Allah Saat Ditimpa Kesulitan

Mengakui akan Rububiyah Allah merupakan bagian dari fitrah yang manusia diciptakan di atasnya. Tidak mengingkarinya kecuali orang kafir dan zalim. Namun, walau demikian, di saat terpepet dan terjepit ia kembali mengakui kekuasaan Allah Ta'ala. Itulah yang terjadi pada Fir'aun menjelang kematiannya dan keyakinan kaum musyrikin jahiliyah. Terdapat beberapa ayat menerangkan tentang mereka yang mengikhlaskan doa dan ketaatan kepada Allah saat kondisi seperti itu. Walau saat mereka dalam kondisi lapang, mereka ingkar kepada Allah, mendustakan ayat-ayat-Nya dan menentang Rasul-Nya.

 فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ

"Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)." (QS. Al-Ankabut: 65)

Allah mengabarkan tentang kaum musyrikin saat mereka berada dalam kesulitan, berada di atas bahtera yang diterjang badai dan ombak menggunung yang hampir-hampir menenggelamkan kapal mereka. Saat itu mereka takut sekali akan tenggelam dan binasa. Mereka sadar akan kelemahan dirinya untuk melawan badai tersebut, maka segeralah mereka berdoa kepada pencipta langit dan bumi, Allah Maha Kuasa, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Mereka tinggalkan segala tuhan yang pernah mereka adakan sebelum itu. Namun, sikap ikhlash ini tidak kontinyu. "Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)."

Saat Allah sudah selamatkan mereka dengan menghilangkan kesulitan dan ketakutan dari diri mereka, maka mereka kembali menyekutukan-Nya, ingkar kepada-Nya, dan mendustakan ayat-ayat-Nya. Sebagaimana firman Allah yang lain,

وَإِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فِي الْبَحْرِ ضَلَّ مَنْ تَدْعُونَ إِلَّا إِيَّاهُ فَلَمَّا نَجَّاكُمْ إِلَى الْبَرِّ أَعْرَضْتُمْ وَكَانَ الْإِنْسَانُ كَفُورًا

"Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia.  Maka tatkala Dia menyelamatkan Kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia adalah selalu tidak berterima kasih." (QS. Al-Isra': 67)

Maksudnya, mereka lupa dari ketauhidan yang pernah mereka tegakkan kepada Allah saat di laut dan berpaling dari mentauhidkan-Nya dalam berdoa saat sudah di daratan. Dan itu bagian dari karakter buruk manusia, cepat melupakan nikmat dan bersegera ingkar kepadanya, kecuali orang-orang yang Allah lindungi.

Dikisahkan oleh Ikrimah bin Abu Jahal, ia meninggalkan kota Makkah saat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menaklukan kota kelahirannya itu. Ia pergi melarikan diri ke negeri Habasyah dengan menggunakan kapal. Tiba-tiba kapalnya diombang-ambingkan oleh badai, lalu sebagian orang yang bersamanya berkata: "Wahai kaum, ikhlaskan doa kalian kepada Tuhan kalian (Allah)!. Sesungguhnya tidak ada yang bisa menyelamatkan kalian dari badai ini kecuali Dia." Lalu Ikrimah berkata pada dirinya, "Demi Allah, jika tidak ada selain Dia yang bisa menyelamatkan di lautan, maka sungguh tidak ada penyelamat di daratan kecuali Dia juga. Ya Allah, aku berjanji kepada-Mu, jika aku selamat dari laut ini, niscaya aku akan pergi dan aku akan letakkan tanganku ke tangan Muhammad, dan aku akan mendapatkan dirinya sebagai seorang yang santun lagi penyayang."

Lalu mereka mereka-pun keluar (selamat) dari lautan, kemudia Ikrimah kembali kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan memeluk Islam dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah memberikan keridhaan kepada Ikrimah bin Abu Jahal, amiin! (Dinukil dari Tafsir Ibnu Katsir, QS. Al-Isra': 67 dan al-Ankabut: 65)
. . . mereka lupa dari ketauhidan yang pernah mereka tegakkan kepada Allah saat di laut dan berpaling dari mentauhidkan-Nya dalam berdoa saat sudah di daratan. . .
. . bagian dari karakter buruk manusia: cepat melupakan nikmat dan bersegera ingkar kepadanya, kecuali orang-orang yang Allah lindungi. . .

Iblis Juga Menyeru dan Berdoa Kepada Allah

Selain menceritakan kaum musyrikin yang berdoa kepada Allah, Al-Qur'an juga menceritakan musuh bebuyutan umat manusia, Iblis laknatullah 'alaih yang berdoa dan memohon kepada-Nya. Yaitu saat sesudah Iblis diusir dari surga, dia memohon kepada Allah penciptanya dan pencipta semua makhluk, agar memberikan kehidupan abadi untuknya hingga hari kiamat.

قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

"Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan"." (QS. Al-Hijr: 36 dan Shaad: 79)

Keyakinan Iblis dalam hatinya akan Rububiyyah Allah sebagai pencipta, pemberi rizki, yang menghidupkan, mematikan dan mengatur alam semesta sesuatu yang nyata. Lalu keyakinannya ia buktikan dengan permohonan melalui lisannya kepada Allah agar diberi hidup dan tangguh hingga hati kehancuran alam semesta, serta diizinkan oleh-Nya agar tetap mendapat rizki, memiliki kekuatan hingga akhir zaman untuk menyesatkan umat manusia. Kemudian Allah mengabulkan permohonannya bukan sebagai pemuliaan baginya, tapi sebagai bentuk istidraj dan sebagai ujian dan cobaan bagi umat manusia agar jelas siapa yang benar imannya dan taat kepadanya, serta siapa yang durhaka kepada-Nya?

Walau memiliki keyakinan semacam itu dan dikabulkan doa yang ia panjatkan kepada Allah Ta'ala, bukan berarti Iblis makhluk mulia, beriman dan bertakwa. Bahkan sebaliknya, ia menjadi nenek moyang berbagai kekafiran dan kedurhakaan. Menjadi pemimpin orang-orang sombong dan pembangkang dari tunduk dan patuh terhadap ketetapan hukum-Nya yang bersifat syar'i. Kesombongan dan pembangkangan Iblis yang pertama kali adalah tidak mau tunduk dan patuh kepada perintah Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam yang diciptakan dari tanah.

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

"Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis: "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah"." (QS. Al-A'raf: 12)

"Allah berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?". Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah"." (QS. Shaad: 75-76)

Sehingga Allah menyebutnya sebagai makhluk sesat dan kafir yang akan abadi di dalam neraka. Allah Ta'ala berfirman,

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآَدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ
"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir." (QS. Al-Baqarah: 34)           

Maka, pada beberapa hari yang lalu, tepatnya saat diadakannya RAKORNAS (Rapat Koordinasi Nasional) partai pemenang pemilu pada 2009 lalu, marak spanduk bertuliskan kalimat doa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala,  di antaranya: "Ya Allah, jauhkanlah kami dari fitnah-fitnah yang keji dan upaya memecah belah kami." (detik: Senin, 25/07/2011 11:31 WIB, Laporan Khusus, Pembersihan Demokrat
Pesan Terselubung SBY Pada Anas
)

Spanduk lain yang berisi doa, berbunyi: "YA ALLAH, JAUHKAN KAMI DARI FITNAH, BURUK SANGKA & ADU DOMBA" (monitorindonesia.com/Friday, July 22, 2011)
Rakornas dengan spanduk yang ramai berisi doa istighatsah (agar dihindarkan dari berbagai musibah dan cobaan) bukan tidak ada sebab. Sebagaimana diketahui PD sedang digoyang oleh nyanyian mantan Bendahara Umumnya, M. Nazarudin. Dalam pelariannya, Nazar mengungkap beberapa kasus yang mencoreng wajah besar partai besutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Apalagi, beberapa tudingan penerimaan suap ditujukan secara menohok kepada pemimpin umumnya.
Seperti yang diakui oleh ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, rakornas Partai demokrat tahun ini terasa sangat istimewa, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. "Karena selain menjadi kegiatan, rapat koordinasi nasional tahun ini diselenggarakan bersamaan dengan situasi di mana Partai Demokrat mendapatkan tantangan dan ujian," kata politikus muda di saat memberikan sambutan pada pembukaan rakornas Partai Pemenang Pemilu 2009 di Sentul.

Tidak lantas, bahwa orang-orang yang memanjatkan doa tersebut, adalah yang sangat beriman dan bertakwa. Kalau mereka meyakini dalam hati mereka sama seperti keyakinan kaum musyrikin dan Iblis, sementara tidak mau tunduk patuh dengan syariat Allah yang terangkum dalam syariat Islam, maka ia bukanlah mukminun dan muttaqun. Karena iman tidak cukup hanya pengakuan saja. Pada prinsipnya, iman adalah membenarkan kabar berita dan tunduk kepada syari'at. Karena itu, barangsiapa yang dalam hatinya tidak ada pembenaran dan sikap tunduk, maka bukan sebagai seorang muslim. Maka jika orang-orang yang ada dalam partai Demokrat ingin benar-benar menjadi orang-orang mukmin dan bertakwa, tidak ingin seperti orang-orang musyrik dan Iblis, maka haruslah ketundukan kalimat-kalimat doa mereka diikuti dengan ketundukan jiwa dan raga kepada syariat Allah Ta'ala. Jangan tolak syariat! Jangan benci kepada kaum mukminin yang berusaha menegakkan syariat Islam! Jangan membela kaum kafirin dalam memerangi kaum mukminin, karena hal itu menjadi pembatal keimanan. Wallahu Ta'ala a'lam. 



0 komentar:

Agenda Harian

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/

Isi Blog

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.