Ya Allah..........
Ini air mataku yang tumpah Ini kerana menyesali dosa ...
Ini sujudku yang menginsafi rasa kehambaan diri ...
Ini tanganku yang memohon pengampunan dan rahmatMu...
Ini wajahku yang menghadap-Mu dengan rasa kehinaan....
Jadikanlah airmataku, sujudku, tanganku dan wajahku ini sebagai saksi diakhirat nanti….
Bahawa aku pernah merintih mohon ampunan padaMu....
Jadikanlah airmataku, sujudku, tanganku, dan wajahku ini sebagai pemayung ketika panas terik di Padang Mahsyar…..

“Yaa Allah, Yaa Jalzalali wal Ikram
karuniakan kepadaku keimanan dan keyakinan yang tidak ada kekufuran lagi
setelahnya. Ya Allah karuniakan kepadaku rahmat, yang dengannya aku memperoleh
kemulyaan-Mu, di dunia dan di akhirat. Ya Allah, ku mohon kepada-Mu
keberhasilan dan keberuntungan dalam takdir. Predikat orang-orang syahid.
Kehidupan yang bahagia. Dan pertolongan dalam menghadapi musuh.”

“Yaa Allah, Yaa Jalzalali wal Ikram
aku memohon kepada-Mu, rahmat dari sisi-Mu. Dengan rahmat-Mu Engkau menerangi
hatiku. Dengan rahmat-Mu Engkau mengumpulkan dan memudahkan urusanku. Dengan
rahmat-Mu Engkau balikkan sesuatu yang tiada dariku. Dengan rahmat-Mu Engkau
Angkat kesaksianku. Dengan rahmat-Mu Engkau sucikan amalku. Dengan rahmat-Mu
Engkau ilhamkan kedewasaanku. Dengan rahmat-Mu Engkau kembalikan sesuatu yang
hilang dariku. Dengan rahmat-Mu Engkau jaga aku dari segala keburukan.”

“Yaa Allah, Yaa Jalzalali wal Ikram
ku sampaikan kepada-Mu segala hajatku. Pendeknya pikiranku. Lemahnya amalku.
Aku sangat membutuhkan rahmat-Mu. Karena itu, Ya Allah, aku memohon kepada-Mu,
Wahai Dzat Yang Mengabulkan segala urusan. Wahai Dzat yang Melapangkan dada.
Sebagaimana Engkau mudah mengalirkan (air) di antara lautan. Maka ku mohon agar
Engkau menghindarkanku dari siksa menyala-nyala. Menghindarkanku dari do’a yang
sia-sia. Dan dari fitnah kubur. Ya Allah, sungguh, sangat pendek pikiranku
tentang itu. Urusanku tidak sampai menjangkaunya. Dan niatku tidak sampai melampauinya,
dari kebaikan yang telah Engkau janjikan kepada seseorang dari makhluk-Mu. Atau
kebaikan yang Engkau berikan kepada seseorang dari hamba-hamba-Mu. Dan karena
itu aku rindu kepada-Mu akan itu. Aku memohon kepada-Mu bisa mendapatkannya
dengan rahmat-Mu, Ya Rabbal ‘Alamin.”

“Yaa Allah, Yaa Jalzalali wal Ikram
Dzat Yang mempunyai tali yang kuat dan urusan yang baik. Ya Allah, aku memohon
kepada-Mu rasa aman di hari persaksian. Syurga di hari kekekalan. Bersama
orang-orang dekat lagi syuhada’. Bersama orang-orang yang rukuk lagi sujud.
Bersama dengan orang-orang yang memenuhi janji-janjinya. Ya Allah, Sungguh
Engkau Maha Cinta dan Kasih-Sayang. Dan Engkau bekerja sesuai dengan apa yang
Engkau kehendaki sendiri.”

“Yaa Allah, Yaa Jalzalali wal Ikram
jadikan kami orang-orang yang menjadi sebab orang lain mendapat petunjuk, dan
kami sendiri bagian dari orang-orang yang mendapatkan petunjuk. Bukan
orang-orang yang sesat lagi menyesatkan. Damai terhadap penolong-penolong-Mu.
Perang terhadap musuh-musuh-Mu. Kami cinta dengan cinta-Mu kepada orang yang
mencintai-Mu. Kami menentang dengan permusuhan-Mu terhadap orang yang
melawan-Mu. Ya Allah, inilah do’a, telah kami panjatkan, karena itu sewajarnya
Engkau mengabulkan. Ya Allah, kesungguhan telah kami buktikan, oleh karena itu
Engkau pasti melapangkan.”

“Yaa Allah, Yaa Jalzalali wal Ikram
aku hamba-Mu, putra dari hamba-Mu, putra dari budak-Mu. Ubun-ubunku berada
dalam genggaman-Mu. Hukum-Mu berlaku bagiku. Adil putusan-Mu padaku. Aku
memohon kepada-Mu dengan menyebut segala nama-Mu. Nama Yang Engkau sendiri
menamai-Mu. Atau nama yang telah Engkau turunkan dalam kitab-Mu. Atau nama yang
telah Engkau ajarkan kepada salah satu makhluk-Mu. Atau nama yang hanya Engkau
yang tahu karena Engkau rahasiakan dalam sisi-Mu. Agar Engkau, Ya Allah,
menjadikan Al Qur’an sebagai pelita hatiku. Sebagai cahaya bagi dadaku. Sebagai
penawar kegelisahanku. Sebagai penghalau kegundahanku.”

“Yaa Allah, Yaa Jalzalali wal Ikram
sayangi aku untuk meninggalkan maksiat dan dosa, selamanya, selama Engkau
menghidupkanku. Ya Allah, sayangi aku, agar Engkau tidak membebani aku di luar
kemampuanku. Ya Allah, karuniakan kepadaku penglihatan yang indah terhadap
sesuatu yang Engkau ridhai dariku. Ya Allah, Pencipta langit dan bumi. Dzat
Yang Maha Tinggi lagi Terhormat. Mulya yang tiada duanya. Ya Allah, aku memohon
kepada-Mu, Wahai Dzat Yang Maha Kasih. Aku memohon kepada-Mu dengan kemuliaan
Engkau dan cahaya Wajah-Mu, agar Engkau meneguhkan hatiku dalam menjaga
kitab-Mu, sebagaimana Engkau mengajarkan itu kepada kami. Karuniakan kepadaku
kekuatan untuk selalu membacanya sesuai yang Engkau ridhai.”

“Ya Allah, Yaa Jalzalali wal Ikram
Pencipta langit dan bumi. Dzat Yang Maha Tinggi lagi Mulya.Yang memiliki
Kehormatan tiada tanding. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, Wahai Dzat Yang Maha
Kasih. Aku memohon kepada-Mu dengan kemulyaan-Mu dan cahaya Wajah-Mu, agar
Engkau menerangi penglihatanku dengan Kitab-Mu. Agar Engkau melancarkan lisanku
dengan kitab-Mu. Agar Engkau lapangkan hatiku dengan Kitab-Mu. Agar Engkau
luaskan dadaku dengan Kitab-Mu. Agar Engkau bersihkan badanku dengan Kitab-Mu.
Karena tidak ada yang bisa menolongku dalam menjalankan kebaikan selain-Mu.
Tiada yang bisa mendatangkan kebaikan kepadaku selain Engkau. Dan tidak ada
daya dan upaya kecuali datang dari Engkau, Ya Allah, Dzat yang Maha Tinggi lagi
Maha Agung.

Sesungguhnya tidak dapat ku tanggung olehku itu semua Jadikanlah airmataku, sujudku, tanganku dan wajahku ini sebagai pemberat ketika amalanku ditimbang…..
Sesungguhnya terlalu gentar hati ini apabila mengenangkannya Jadikanlah airmataku, sujudku, tanganku dan wajahku ini sebagai penyelamat ketika dihumban ke dalam nerakaMu…..
Sesungguhnya tiada amalanku yang layak untuk menyelamatkan diri Tuhan…. Tiada amalanku yang dapat dipersembahkan sempurna kepadaMu..
kerana kebaikanku telah ditembusi kejahatanku....
Melainkan hanya ini yang menjadi harapan......
airmata penyesalan,sujud seorang hamba, tangan yang sentiasa mengharap rahmatMu dan wajah yang malu memandangMu. Meskipun rayuan setinggi gunung, namun......
kesangsian datang di celah harapan....

Apakah air mata yang mengalir seikhlas air mata penyesalan Nabi Adam selama 200 tahun hingga bumi terbelah menjadi sungai? Apakah sujudku ini sehebat Uwais Al-Qarni yang merintih hingga dinihari? Apakah tanganku ini menadah serta bermohon seperti ketulusan tangan Siti Mariam yang merayu ke hadrat Illahi? Apakah wajahku yang mengadapMu ini seperti Rabiatul Adawiyah yang mengadapMu dengan rasa kehinaan?

Semua kesangsian ini Ya Allah mendatangkan kegentaran di dada untuk mengadapMu…..
Tetapi….. hanya ini yang ada padaku…Ya Allah...
Terimalah diriku yang hina ini sebagai hamba Mu..hamba yang mengharap RedhaMu....... aminyarobal'alamin...

0 komentar:

Agenda Harian

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/

Isi Blog

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.