Zionisme dan organisasi semisalnya yang menjadi cikal bakal kelahiran rezim ilegal Israel di tanah Palestina, adalah sebuah gerakan ideologi rasialis, sementara agama hanya dijadikan sebagai alat untuk mendukung merealisasikan cita-citanya. Karena itu wajar jika kaum Zionis tidak pernah menghargai bangsa Arab khususnya Palestina, termasuk mereka yang beragama Yahudi. Sejak berdiri di negeri Palestina, Rezim Zionis telah melakukan berbagai macam kezaliman terhadap bangsa Palestina.

Zionisme terbentuk dari berbagai pemikiran, ideologi dasar, organisasi politik dan sebuah proyek sosial, dengan mencanangkan dua hal yang menjadi cita-citanya. Yaitu, kembali ke negeri yang dijanjikan dan membangun umat Yahudi. Kaum Zionis sejak sekitar 100 tahun lalu, ketika ide pemikiran Zionisme mulai digulirkan berusaha keras untuk mewujudkannya. Hal terbesar yang telah mereka lakukan adalah mendirikan sebuah rezim pemerintahan di negeri Palestina dengan nama Israel tahun 1948.

Lahirnya rezim ini diawali dengan perang yang menyengsarakan rakyat Palestina. Ratusan ribu warga Palestina tewas, terluka dan terusir dari negeri mereka. Semua itu terjadi didepan mata negara-negara adidaya dan sesuai dengan rencana dan skenario yang telah bersama-sama mereka susun. Berdasarkan skenario tersebut, Zionis harus menjadi yang terkuat di kawasan. Untuk itu, segala sarana baik alat-alat militer maupun pengaruh politik gerional dan global harus diperbantukan untuk Israel. Di saat itulah, rakyat Palestina yang tanpa penolong dipaksa mengungsi keluar dari tanah leluhur mereka.

Kisah keterusiran warga Palestina dari negeri mereka juga berusaha disamarkan oleh kaum Zionis. Dengan mendistorsi fakta sejarah, mereka mengatakan bahwa orang-orang Palestina tersebut meninggalkan negeri ini karena terbujuk oleh ajakan para penguasa Arab dan non Arab yang menawarkan perlindungan di luar Palestina. Dengan kata lain, orang-orang Zionis berusaha mengesankan bahwa negeri Palestina adalah negeri tanpa penghuni, sehingga langkah mendirikan negara bernama Israel di negeri ini dapat dibenarkan.

Para pemimpin Rezim Zionis Israel dan para pemikirnya tidak pernah mengakui adanya bangsa bernama Palestina yang hidup di sana. Sebab jika mengakuinya, rezim ini harus memberikan hak-hak kepada orang-orang Palestina sesuai dengan ketentuan internasional. Jika keberadaan rakyat Palestina diakui, berarti Israel harus pula mengakui gerakan perlawanan yang dilakukan para pejuang bangsa ini dalam rangka merebut kembali hak-hak mereka. Hal ini tentu saja bertentangan dengan prinsip dasar ideologi zionisme.

Pengkaburan atau lebih tepatnya distorsi fakta sejarah itu ditentang luas oleh para peneliti independen, bahkan dari dalam Israel sendiri. Eylan Babey, dosen di universitas Haifa Israel mengatakan, dukomen dan data sejarah mengenai perang tahun 1948 membuktikan bahwa orang-orang Zionis telah melakukan pembunuhan massal terhadap rakyat Palestina untuk memaksa mereka keluar dari negeri ini. Kisah Palestina adalah kisah derita dan tragedi.

Dalam melakukan kejahatan terhadap rakyat Palestina sejak tahun 1948 hingga kini, Rezim Zionis dibantu oleh lembaga-lembaga khususnya antara lain Organisasi Zionisme Herzl. Organisasi ini dididirikan tahun 1897 oleh Theodor Herzl jurnalis Yahudi keturunan Hongaria yang tinggal di Swiss. Organisasi Zionisme Herzl dikenal sebagai sebuah organisasi rasialis dan ekstrem. Nama Zionisme diambil dari nama gunung Zion tempat berdirinya kota Beitul Maqdis atau Jerussalem.

Zionisme bentukan Herzl mencita-citakan berdirinya sebuah Negara Yahudi di Palestina dan mendirikan tempat peribadatan Kuil Sulaiman di lokasi tempat Masjidul Aqsha berdiri. Dengan cita-cita tersebut, masyarakat dunia menyematkan label rasisme untuk gerakan Zionisme ini. Apalagi untuk mencapai tujuan dan cita-citanya, Zionisme merasa berhak menggunakan segala cara termasuk cara-cara yang paling tidak manusiawi.

Untuk dapat mencapai cita-cita besar seperti itu, orang-orang Zionis merasa perlu merangkul kekuatan-kekuatan adidaya untuk memperoleh dukungan dan bantuan. Upaya itu dituangkan dalam konferensi Baltimur yang digelar tahun 1942 di Amerika Serikat. AS dipilih sebagai tuan rumah konferensi karena di negara ini, orang-orang Yahudi Zionis memiliki pengaruh dan lobi yang cukup kuat. Lebih dari itu, pada dekade 1940-an, AS telah bersiap-siap untuk memimpin Blok Barat yang kapitalis.

Sejak terbentuk, Organisasi Zionisme Herzl telah menyelenggarakan lima tahap konferensi yang membahas berbagai hal berkenaan dengan gerakan ini. Tahap pertama antara tahun 1897 hingga 1903, tema pembahasan yang diangkat berkenaan dengan masalah keagamaan, kesulitan yang ada dalam mengorganisasi para pemeluk agama Yahudi di seluruh dunia, kajian tentang kondisi Palestina dan pengkaderan.

Tahap kedua antara tahun 1904 hingga tahun 1916 dibahas tentang pragram praktis di Palestina, pengkaderan orang-orang Yahudi dan penyelesaian friksi dan silang pendapat yang ada antara para pemuka dan tokoh politik Zionis. Pada tahap ketiga antara tahun 1917 hingga 1947 pembahasan difokuskan pada masalah perombakan struktur organisasi dan upaya untuk memperluas jaringan sampai ke tingkat internasional.

Tahap keempat antara tahun 1948 sampai 1978 diwarnai dengan masalah perang dengan rakyat Palestina, pembagian negeri ini, pengumuman berdirinya Israel, pengukuhan, pengembangan dan modernisasi program untuk menduduki kota suci Beitul Maqdis atau Jerussalem, serta Judaisasi kota ini. Pada rentang masa tersebut, Rezim Zionis mendatangkan imigran Yahudi dari berbagai negara ke Palestina secara besar-besaran. Antara tahun 1979 hingga saat ini, Zionisme mengagendakan program untuk mengeluarkan Israel dari keterkucilan dan membujuk negara-negara Aran untuk mengakui eksistensinya. Dalam rangka ini Israel berhasil merangkul Mesir lewat Perjanjian Camp David, Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) lewat Perjanjian Oslo dan Jordania melalui perjanjian Wadi Arbah. Tidak hanya itu, sejumlah negara Arab juga menjalin kontak dan hubungan terselubung dengan Rezim ini.

Lembaga penting kedua yang mendukung program Zionisme adalah Organisasi Militer Haganah yang didirikan tahun 1921 di kota Beitul Maqdis. Organisasi inilah yang menjadi tulang punggung utama gerakan zionisme setelah membentuk angkatan bersenjata untuk mendukung pembentukan negara Israel. Dengan menjalankan program-program zionisme, barisan tentara ini berkembang dan membesar. Orang-orang Yahudi yang pernah terjun di perang dunia kedua membela Inggris ikut bergabung dalam barisan tentara Haganah. Mereka inilah yang lantas ikut memadamkan api perlawanan rakyat Palestina terhadap penjajahan antara tahun 1936-1939.

Di penghujung dekade 1930-an, Haganah berhasil membentuk regu-regu perang di bawah komando salah seorang perwira militer Inggris. Kelompok ini menjalankan misi meneror dan menumpas gerakan perlawanan rakyat Palestina. Organisasi Haganah juga berhasil membentuk lembaga kepolisian Yahudi dengan jumlah personil yang bertugas sebanyak 22 ribu orang.

Lembaga berikutnya adalah Organisasi Samuel yang dibentuk tahun 1922, oleh Herbert Samuel yang dikenal sangat ekstrem. Organisasi Samuel didirikan untuk membentuk pemerintahan di negeri Palestina bersama dengan lembaga-lembaga dan organisasi-organisasi Zionis lainnya. Berbekal dukungan dan bantuan Inggris, organisasi-organsasi Zionisme dengan getol menyeru kepada orang-orang yahudi di seluruh dunia untuk berimigrasi ke Israel.

Sebagai pemikir utama organisasi, Samuel menyusun struktur pemerintahan di Palestina sesuai dengan ide imperialisme. Semua posisi penting diserahkan kepada orang-orang Yahudi, sementara untuk merekrut pegawai diupayakan jumlah yahudi jauh lebih besar dari warga Palestina. Padahal sampai tahun 1930, prosentase warga Arab masih 93 persen di Palestina. Samuel juga mengumumkan bahasa Ibrani sebagai bahasa resmi setelah Arab dan Inggris.

Skenario lain yang dijalankan oleh Organisasi Samuel adalah memudahkan imigrasi Yahudi dari negara-negara lain ke Palestina. Dengan meninggikan pajak atas tanah perkebunan, warga Palestina yang bekerja sebagai petani ditekan dan dipaksa untuk menjual tanah mereka. Di masa itu, kaum Zionis mulai mengaku sebagai pemilik laut mati serta menguasai sungai Jordan, Yarmuk, Auja dan danau Tabariya. Organisasi Samuel dalam sebuah aksinya memberikan tanah-tanah milik warga Palestina kepada para imigran Yahudi. Selain itu organisasi ini juga menjual bank Ottoman, satu-satunya bank yang seratus persen sahamnya dimiliki oleh warga Palestina.

Dalam banyak kesempatan, Samuel dengan angkuh mengaku diri sebagai juru bicara umat Yahudi sedunia. Organisasi Yahudi Samuel saat ini bekerja dengan aktif melalui tiga komisi yang berkantor di Beitul Maqdis, London dan New York, tujuannya adalah untuk membantu Israel mewujudkan cita-cita zionisme.

Organisasi Irgun adalah nama kelompok milisi bersenjata Zionis yang dianggotai oleh orang-orang Zionis ekstrem. Kelompok ini ikut membantu koloni Inggris menumpas gerakan perlawanan rakyat Palestina. Milisi Irgun terlibat dalam banyak kasus pembantaian warga Palestina termasuk dalam tragedi pembantaian massal di Deir Yassin tahun 1948.
Organisasi pendukung Zionisme berikutnya adalah organisasi Hashumir yang memanggul senjata dan melakukan berbagai aksi terorisme. Kelahiran keompok ini tahun 1907 dibidani oleh para tokoh Zionis termasuk David Ben Gurion. Ada pula kelompok lainnya bernama Organisasi Hairut yang merupakan pecahan dari Irgun. Menakheem Begin yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Rezim Zionis Israel ikut meramaikan aktivitas kelompok bersenjata Zionis ini.

Lembaga kepolisian pemukiman Zionis Hahayel adalah satu lagi lembaga yang membantu tereliasasinya cita-cita Zionisme. Lembaga kepolisian ini dibentuk pada masa koloni Inggris atas negeri Palestina antara perang Dunia Pertama dan Kedua. Satuan polisi yang dianggotai sekitar 20 ribu personil ini, sebenarnya dibentuk agar bisa dimanfaatkan oleh Inggris dalam perang dunia kedua. Inggris mengizinkan Hahayel untuk merekrut 30 ribu tenaga muda untuk ikut bergabung dalam satuan ini.

sumber

0 komentar:

Agenda Harian

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/

Isi Blog

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.