Pertanyaan:

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saya sekarang sedang bekerja di sebuah BUMN. Yang ingin saya ceritakan, semakin lama saya menikmati gaji2 dari perusahaan ini, rasa berdosa dan bersalah saya jadi semakin besar, hal ini setelah saya telusuri, perusahaan saya menggaji para pegawainya dari bunga yang diperoleh dari kantong nasabah.

Namun apabila saya memaksa harus keluar, maka saya harus membayar 100 jt, sebagai ganti rugi kontrak yg telah disepakati selama 5 tahun. Yang ingin saya utarakan adalah, bagaimana saya bisa keluar dari lingkaran ini?
Sekian dari saya, kurang lebihnya mohon maaf.
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jawaban:
Wassalamu'alaikum

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Langsung saja. Perasaan anda ini membuktikan bahwa anda adalah seorang yang beriman dan memiliki ketakwaan kepada Allah, maka ini adalah suatu hal yang wajib disyukuri dan selanjutnya ditingkatkan. Betapa tidak, anda tetap merasa berdosa, walaupun orang-orang disekitar anda telah berusaha dengan segala macam cara untuk meyakinkan anda agar tetap pada pekerjaan anda sekarang ini. Semoga Allah Ta'ala senantiasa meningkatkan keimanan dan amal shaleh kita semua.

Selanjutnya, dikarenakan anda tidak menyebutkan apa pekerjaan anda, dan perusahaan tempat anda bekerja bergerak dalam bidang apa saja, maka saya hanya dapat menjawab pertanyaan anda dengan menyebutkan dua alternatif berikut:

1. Alternatif pertama:
Bila perusahaan tempat anda bekerja bergerak dalam bidang yang halal, dan tugas yang anda pangku pun juga halal, maka tidak masalah bagi anda untuk tetap melanjutkan pekerjaan anda, walaupun perusahaan anda memiliki devisi lain, atau anak perusahaan yang bergerak dalam usaha yang diharamkan, dan dari keuntungan yang berhasil dibukukan dari seluruh usaha (yang haram dan yg halal) perusahaan menggaji seluruh karyawan, termasuk anda. Yang demikian itu dikarenakan anda tidak bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain.

Oleh karen itu dahulu nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya tetap menjalin hubungan jual-beli, sewa menyewa, dan bahkan akad musaqaat (menyerahkan ladang milik Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam) kepada dengan orang-orang Yahudi atau nasrani, walaupun sepenuhnya Nabi dan para sahabat mengetahui bahwa kaum Yahudi dan Nasrani menjual-belikan khamer, prostitusi, riba atau menjalankan berbagai usaha haram lainnya.

2. Alternatif kedua:
Bila perusahaan tempat anda bekerja dan juga jabatan yang diberikan kepada anda adalah haram, misalnya perbankan dan anda menjabat sebagai kasir di salah satu bank tersebut, maka pekerjaan anda adalah haram, sehingga wajib atas anda untuk berusaha sekuat tenaga untuk meninggalkan pekerjaan haram itu. Bila hal itu tidak mampu anda lakukan, karena anda harus mengganti rugi biaya pendidikan sebesar Rp 100 juta, maka anda dapat menabungkan seluruh gaji anda hingga terkumpul sejumlah uang tersebut untuk seterusnya anda meninggalkan pekerjaan haram itu.

Yang demikian itu dikarenakan seluruh orang yang tercakup dalam jaringan perbuatan haram mendapatkan dosa sebesar peranan yang ia jalankan, sebagaimana hasil pekerjaannya itupun tidak halal untuk dimakan.

عن جابر قاللعن رسول الله e آكل الربا وموكله وكاتبه وشاهديه، وقال: (هم سواءرواه مسلم

Dari sahabat Jabir radliyallaahu 'anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melaknati pemakan riba (rentenir), orang yang memberikan/membayar riba (nasabah), penulisnya (sekretarisnya), dan juga dua orang saksinya." Dan beliau juga bersabda: "Mereka itu sama dalam hal dosanya." (Muslim)

Demikian yang dapat saya pahami dari pertanyaan anda, semoga Allah Ta'ala senantiasa melindungi anda dari harta haram, dan memudahkan bagi anda usaha yang halal dan berkah.

***

Pertanyaan:
Terima kasih ustadz untuk jawabannya. Untuk memperjelas lagi, saya  bekerja di pegadaian, sebagai seorang penaksir barang. Sudah pasti itu masuk pada golongan yang ke 2 kan? alias pekerjaan saya ini haram. Kalau untuk menabung, pasti ada uang yang saya sisihkan. Walaupun sulit mencapai 100 jt, tapi saya akan tetap berusaha.

Sekarang masalahnya, jika semua gaji yang saya terima haram, lantas apa tidak ada sedikitpun dari gaji itu untuk bisa saya pergunakan? walau hanya untuk makan? mohon solusi dari ustadz, terima kasih.
wassalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh..


Jawaban:
Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Saya merasa perlu untuk memberikan apresiasi kepada antum yang telah dengan tulus mengakui kesalahan. Semoga ketulusan niat antum ini menjadi titik awal dari jalan keluar yang Allah siapkan untuk antum. Saudaraku, saya percaya bahwa saudara memiliki keyakinan yang kokoh bahwa pertolongan Allah pasti tiba, jalan keluar pasti ada, dan pintu-pintu rizki Allah banyak nan mudah ditempuh.


وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا {2} وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (At Talaaq 2-3)

Saudaraku! percayalah bahwa bila saudara beriman, dan tawakkal kepada Allah yang disertai dengan usaha keras dan doa yang tulus, pasti saudara akan menemukan jalan keluar yang mudah lagi cepat.

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (Al 'Ankabut 69)

Saudaraku! Sebagaimana saudara bekerja keras, memeras pikiran dan keringat untuk dapat keluar dari lingkaran haram ini, jangan lupa untuk gigih dalam berdoa kepada Allah ta'ala agar diberikan jalan keluar yang mudah dan cepat.

Jangan pernah putus asa atau patah arang atau terburu-buru dalam menantikan petunjuk Allah dan pertolongannya. Ketahuilah bila anda telah membuktikan keseriusan dan kebulatan tekad saudara kepada Allah Ta'ala, lalu anda berdoa kepada-Nya memohon pertolongan, pasti doa saudara akan dikabulkan.

لاَ يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ . قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ: مَا الاِسْتِعْجَالُ قَالَ . يَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِى فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ


"Terus-menerus doa seorang hamba itu dikabulkan, selama ia tidak melanggar dua hal: ia tidak berdoa memohon perbuatan dosa, atau memutuskan tali silaturahmi, dan ia tidak bersikap terburu-buru. Dikatakan kepada Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallam Apa yang dimaksud dengan terburu-buru? Beliau menjawab: Ia berkata: aku telah berdoa, dan berdoa, dan hingga saat ini aku tidak melihat ada tanda-tanda Allah akan mengabulkan doaku, sehingga saat itu ia merasa berbuat sia-sia, dan akhirnya ia berhenti berdoa." (Muslim)

Bersamaan dengan ini, saya memberikan beberapa saran, semoga dapat membantu saudara dalam menemukan solusi yang tepat dan cepat:

  1. Kalau memungkinkan, saudara dapat mengajukan kepada instansi tempat saudara bekerja untuk dipindahkan ke jabatan lain yang nyata-nyata halal, walaupun resikonya harus turun pangkat atau golongan.
  2. Berusaha menjalankan usaha lain yang dapat mendatangkan keuntungan, sehingga saudara dapat membayar uang tebusan yang diminta oleh instansi tempat saudara bekerja.
  3. Saudara mencari pengusaha yang mau mempekerjakan saudara dengan perjanjian ia memberi pinjaman atau bantuan kepada saudara sejumlah uang tebusan. Sebagai imbalannya saudara bekerja di tempat pengusaha tersebut dengan separoh gaji, hingga waktu tertentu. Misalnya bila pengusaha tersebut tiap bulan siap menggaji saudara Rp 3 juta, maka katakan kepadanya bahwa saya siap digaji Rp 1.500.000 (satu setengah juta) selama sekian tahun, asalkan bapak siap menghutangi atau membantu saya membayar tebusan kepada istansi saudara.

Masalah gaji yang selama ini saudara terima, maka bila saudara tidak memiliki penghasilan lain, dan oran tua tidak siap untuk membiayai saudara, maka saudara dibolehkan untuk menggunakan gaji itu seperlunya saja, yaitu hanya sebatas memenuhi kebutuhan pokok saja.

Semoga Allah Ta'ala memudahkan saudara untuk menemukan jalan keluar yang cepat dan tepat, dan semoga saudara senantiasa dikaruniai istiqamah dalam menjaga keimanan saudara.

Wassalamu'alaikum warahmatullah.
Muhammad Arifin bin Badri, M.A.

***

Punya Pertanyaan Masalah Hukum Perdagangan?

Bergabunglah di Milis Fatwa Perdagangan pm-fatwa@yahoogroups.com, milis ini disediakan bagi anggota milis pengusahamuslim.com yang ingin bertanya tentang berbagai masalah hukum perdagangan dengan Ustadz Pembina milis pengusahamuslim.com.

Untuk Bergabung, kirim email kosong ke: pm-fatwa-subscribe@yahoogroups.com

Untuk bertanya, kirim pertanyaan ke: pm-fatwa@yahoogroups.com

Mohon bersabar jika pertanyaan tidak langsung dijawab, karena kesibukan Ustadz Pembina dan karena diperlukannya waktu untuk menyusun jawaban dan pencarian dalil-dalil yang mendukung jawaban.

Ustadz Pembina yang aktif saat ini adalah:

1. Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.
2. Ustadz Muhammad Arifin bin Badri, M.A.
3. Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

Pertanyaan 1:
assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh..
terima kasih pak ustadz untuk jawabannya..
nah untuk memperjelas lagi. saya kerja di pegadaian, sebagai seorang penaksir barang..
sudah pasti itu masuk pada golongan yang ke 2 kan? alias pekerjaan saya ini haram..
kalau untuk menabung, pasti ada uang yang saya sisihkan. walaupun sulit mencapai 100 jt, tapi saya akan tetap berusaha.
sekarang masalahnya, jika semua gaji yang saya terima haram, lantas apa tidak ada sedikitpun dari gaji itu untuk bisa saya pergunakan? walau hanya untuk makan?
mohon solusi dari pak ustadz, terima kasih..
wassalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh..


Jawaban:
Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Saya merasa perlu untuk memberikan apresiasi kepada antum yang telah dengan tulus mengakui kesalahan. Semoga ketulusan niat antum ini menjadi titik awal dari jalan keluar yang Allah siapkan untuk antum. Saudaraku, saya percaya bahwa saudara memiliki keyakinan yang kokoh bahwa pertolongan Allah pasti tiba, jalan keluar pasti ada, dan pintu-pintu rizki Allah banyak nan mudah ditempuh.
(وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا{2}وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا)الطلاق2-3
"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."At Talaaq 2-3.
Saudaraku! percayalah bahwa bila saudara beriman, dan tawakkal kepada Allah yang disertai dengan usaha keras dan doa yang tulus, pasti saudara akan menemukan jalan keluar yang mudah lagi cepat.
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." Al 'Ankabut 69.
Saudaraku! Sebagaimana saudara bekerja keras, memeras pikiran dan keringat untuk dapat keluar dari lingkaran haram ini, jangan lupa untuk gigih dalam berdoa kepada Allah ta'ala agar diberikan jalan keluar yang mudah dan cepat.
Jangan pernah putus asa atau patah arang atau terburu-buru dalam menantikan petunjuk Allah dan pertolongannya. Ketahuilah bila anda telah membuktikan keseriusan dan kebulatan tekad saudara kepada Allah Ta'ala, lalu anda berdoa kepada-Nya memohon pertolongan, pasti doa saudara akan dikabulkan.
(لاَ يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ».قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ:مَا الاِسْتِعْجَالُ قَالَ«يَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِى فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ)رواه مسلم
"Terus-menerus doa seorang hamba itu dikabulkan, selama ia tidak melanggar dua hal: ia tidak berdoa memohon perbuatan dosa, atau memutuskan tali silaturahmi, dan ia tidak bersikap terburu-buru. Dikatakan kepada Rasulullah: Apa yang dimaksud engan terburu-buru? Beliau menjawab: Ia berkata: aku telah berdoa, dan berdoa, dan hingga saat ini aku tidak melihat ada tanda-tanda Allah akan mengabulkan doaku, sehingga saat itu ia merasa berbuat sia-sia, dan akhirnya ia berhenti berdoa."Muslim.
Bersamaan dengan ini, saya memberikan beberapa saran, semoga dapat membantu saudara dalam menemukan solusi yang tepat dan cepat:
  1. Kalo memungkinkan, saudara dapat mengajukan kepada instansi tempat saudara bekerja untuk dipindahkan ke jabatan lain yang nyata-nyata halal, walaupun resikonya harus turun pangkat atau golongan.
  2. Berusaha menjalankan usaha lain yang dapat mendatangkan keuntungan, sehingga saudara dapat membayar uang tebusan yang diminta oleh instansi tempat saudara bekerja.
  3. Saudara mencari pengusaha yang mau mempekerjakan saudara dengan perjanjian ia memberi pinjaman atau bantuan kepada saudara sejumlah uang tebusan. Sebagai imbalannya saudara bekerja di tempat pengusaha tersebut dengan separoh gaji, hingga waktu tertentu. Misalnya bila pengusaha tersebut tiap bulan siap menggaji saudara Rp 3 juta, maka katakan kepadanya bahwa saya siap digaji Rp 1.500.000 (satu setengah juta) selama sekian tahun, asalkan bapak siap menghutangi atau membantu saya membayar tebusan kepada istansi saudara.
Masalah gaji yang selama ini saudara terima, maka bila saudara tidak memiliki penghasilan lain, dan oran tua tdk siap untuk membiayayi saudara, maka saudara dibolehkan untuk menggunakan gaji itu seperlunya saja, yaitu hanya sebatas memenuhi kepbutuhan pokok saja.
Semoga Allah Ta'ala memudahkan saudara untuk menemukan jalan keluar yang cepat dan tepat, dan semoga saudara senantiasa dikaruniai istiqamah dalam menjaga keimanan saudara.
Wassalamu'alaikum warahmatullah.


0 komentar:

Agenda Harian

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/

Isi Blog

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.