Allah beri bermacam-macam kebaikan di dunia buat hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. Dan segala kebaikan itu pula bermanfaat untuk akhirat mereka.
Bagaimana kita hendak tahu kita telah mendapat kebaikan di dunia atau tidak? Apa kata para ulama mengenai kebaikan di dunia itu?
Ulama-ulama dahulu termasuk Ibnu Katsir, telah menjelaskan apa itu kebaikan di dunia di dalam kitab-kitab mereka. Apa yang mereka jelaskan itu semuanya dilihat dari neraca agama dan penilaian Allah serta bertepatan dengan fitrah manusia yang inginkan kebaikan dalam hidup. Kebaikan yang dijelaskankan itu meliputi hal-hal berikut: kesehatan, isteri yang solehah, rezeki yang luas lagi halal, anak-anak penyejuk hati, kerehatan, ilmu yang bermanfaat, amal soleh, rumah yang aman, kendaraan yang baik, dan pandangan baik dari orang. Kebaikan di dunia juga menurut ulama mencakup limpahan segala nikmat, kesejahteraan hidup dan taufik dari Allah Yang Esa.
Ada juga ulama mengatakan kebaikan di dunia itu meliputi tiga hal yaitu hati yang bersyukur, lidah yang berzikir dan tubuh badan yang sabar (dalam menanggung ujian Allah). Tiga hal ini terkandung dalam doa yang diamalkan oleh Nabi s.a.w.
Penjelasan kebaikan di dunia oleh ulama-ulama ini bukan hanya dilihat pada hal yang bersifat lahir yang dapat dipandang mata tetapi juga meliputi perkara batin yang dapat dirasaan oleh hati. Perkara-perkara itu adalah keutamaan kebaikan di dunia.
Keutamaan Kebaikan Di Dunia :
Apa rasionalnya mereka mengatakan demikian? Kenapa dikatakan semua itu kebaikan di dunia? Mari kita lihat dan coba jelaskan:
1. Mendapat taufik dan hidayah Allah s.w.t.
Orang yang mendapat taufik dan hidayah artinya dia seorang yang dibantu oleh Allah untuk mengamalkan Islam. Islam bererti “selamat”. Orang Islam kalau kekal mendapat taufik dan hidayah dari Allah, akan selamat di dunia dan akhirat. Sabda Nabi s.a.w.:
“Sungguh beruntung orang yang beragama Islam” (Riwayat Muslim)
2. Diberi kefahaman dalam beragama
Untuk mengamalkan ajaran Islam iperlukan kefahaman. Siapa yang diberi kefahaman tentang Islam juga dianggap telah mendapat kebaikan di dunia. Orang Islam yang tidak diberi kefahaman tentang Islam oleh Allah akan mengamalkan apa yang disangkanya dari ajaran Islam tetapi sebenarnya menyeleweng dari Islam. Hidupnya tak akan benar-benar selamat dan tak mampu menyelamatkan orang lain. Sabda Nabi s.a.w.:
“Barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan kepadanya, Dia akan menjadikannya faham dalam agama.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
3. Dapat berbuat amalan soleh
Dengan kefahaman agama yang Allah beri, seseorang dapat berbuat amal kebajikan. Ini juga merupakan kebaikan di dunia karena hidup akan terisi perkara baik dan tidak terumbang-ambing. Firman Allah:
“Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperolehi ‘hasanah’ (kebaikan). Dan bumi Allah itu adalah luas” (Az-Zumar: 10)
4. Mendapat ilmu yang bermanfaat
Ilmu yang bermanfaat adalah panduan untuk mengisi hidup dengan perkara-perkara baik dan selamat. Sebab itu Nabi s.a.w. berdoa:
“Ya Allah ya Tuhanku, berikanlah manfaat kepadaku dari apa-apa Engkau ajarkan kepadaku dan ajarkan daku apa-apa yang bermanfaat buat diriku.” (Riwayat at-Tabrani)
5. Mendapat isteri yang solehah
Kebahagiaan hidup adalah perkara yang semua orang impikan. Kebahagiaan selalunya bermula di rumah. Siapa yang mendapat pasangan hidup yang baik patut bersyukur kerana di situlah tanda kebahagiaannya. Isteri atau suami yang baik ini juga membantu seseorang mendekatkan diri kepada Allah. Itulah antara kebaikan di dunia buatnya. Sabda Nabi s.a.w.:
“Empat dari tanda-tanda kebahagiaan seseorang: Isterinya solehah, anak-anaknya abrar (soleh), teman-temannya orang soleh dan sumber rezekinya di negerinya sendiri.” (Riwayat ad-Dailami dari Ali r.a.)
Namun ada juga orang yang Allah beri kebaikan walaupun tidak mendapat pasangan hidup yang soleh atau solehah. Buat mereka Allah kurniakan pahala sabar dalam mendidik atau sabar dalam menghadapi pasangannya.
6. Mendapat zuriat penyejuk hati
Betapa sejuknya hati kalau anak-anak taat, hormat dan tahu berbakti. Tanpa tiga perkara ini, tidak ada artinya kepandaian, kedudukan dan jabatan tinggi yang dibangga-banggakan pada anak. Anak yang baik akan terus memberi manfaat setelah kematian kita. Pahala amalan baiknya hasil didikan kita terus mengalir kepada kita dan kita juga menerima kebaikan dari doa mereka.
7. Mendapat sahabat yang solihin
Perkara ini juga disebut dalam hadis sebagai tanda kebahagiaan. Sahabat yang baik akan tegur kesalahan kita dan mengajak kita buat baik. Sahabat yang soleh atau solehah ini akan bawa kita ke jalan hidup selamat. Mereka tempat berkumpul masalah dan kegagalan, bukan hanya berkumpul dalam kesenangan dan kejayaan.
8. Kesehatan dan kesejahteraan
Dengan kesehatan yang baik, banyak perkara dapat dilakukan dalam hidup ini. Orang Mukmin memanfaatkan kesehatan untuk buat sebanyak mungkin kebaikan sebelum datangnya sakit. Kesehatan juga sering dikaitkan dengan kesejahteraan hidup. Nabi s.a.w. memohon:
“Ya Allah, afiatkanlah tubuh badanku dan ‘afiatkanlah pendengaranku.” (Riwayat Ibnu Syaibah)
9. Panjang umur di dalam ketaatan
Hampir setiap orang ingin hidup lama, kecuali orang yang putus asa dengan hidup. Paling baik kalau dapat panjang umur sambil berbuat ketaatan kepada Allah. Sabda Nabi s.a.w.:
“Sesungguhnya sehabis-habis kebahagiaan itu ialah panjang umur di dalam mentaati Allah.” (Riwayat Khotib daripada Abdullah dari bapanya)
10. Mendapat rezeki yang halal
Nabi s.a.w. menekankan agar umatnya berusaha mendapatkan rezeki halal karena ia akan memberkatkan hidup. Dalam satu hadis, baginda mengatakan bahawa mencari rezeki yang halal itu satu jihad. Malah sabdanya:
“Amalan yang paling utama itu ialah mencari rezeki dari usaha yang halal.” (Riwayat al-Hakim)
11. Memperoleh keimanan dan ketakwaan
Dengan iman dan takwa, seseorang itu mulia di sisi Allah dan di sisi manusia. Siapa yang tak suka akan kemuliaan? Sabda Nabi s.a.w.:
“Semulia-mulia manusia adalah orang yang paling bertakwa di antara kamu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Baginda juga bersabda:
“Hendaklah kamu bertakwa, karena ia meliputi semua kebaikan.” (Riwayat Abu Ya’ala)
12. Banyak mengingati Allah s.w.t.
Nikmat paling besar yang manusia cari-cari dalam hidup ialah nikmat ketenangan. Orang Mukmin adalah orang yang hidupnya penuh ketenangan. Firman-Nya:
“Sesungguhnya dengan mengingati Allah itu hati akan menjadi tenang.” (Ar-Ra'du: 28)
Sabda Nabi s.a.w.:
“Aku berpesan kepada kamu semua supaya mengingati Allah, kerana hal itu dapat menghiburkan hati kamu dari segala kesulitan duniawi.” (Riwayat ad-Dailami)
13. Menyucikan jiwa dari mazmumah
Hidup tak akan tenang jika hati penuh hasad dengki, tamak, takut, benci, keluh-kesah dan lain-lain sifat mazmumah. Tidak heranlah dikatakan, orang yang bersih hatinya dari sifat mazmumah ini adalah orang yang mendapat kebaikan di dunia. Bila menghadapi musibah, dia sabar dan bersangka baik dengan Allah.
Misalnya jika ada orang terganggu dengan turunnya hujan pada waktu hujan itu tak diperlukan, dia sentiasa mencari hikmah di sebaliknya. Bila dapat nikmat pula, dia bersyukur. Hatinya tak pernah keluh-kesah. Firman Allah Taala:
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyuci (membersihkan) jiwanya.” (Al-A’la: 14)
14. Mati di dalam kebaikan (Husnul Khotimah)
Ini merupakan penutup segala kebaikan di dunia. Firman Allah s.w.t.:
“demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka) Salamun ‘Alaikum.” (An-Nahl: 32)
Sabda Nabi s.a.w.:
“Sebaik-baik amalan itu ialah bahawa kamu berpisah dengan dunia ini sedangkan lidahmu basah berzikir kepada Allah.” (Riwayat Abu Na’im)
Para ulama yang beramal dengan ilmunya melihat sesuatu dengan mata hati. Oleh karena itu, dalam penjelasan tentang kebaikan di dunia yang mereka paparkan di atas, tidak ada perkara-perkara berbentuk nikmat zahir semata-mata. Misalnya mereka tidak katakan kebaikan di dunia itu dilihat pada rumah besar, kedudukan tinggi, isteri cantik, duit banyak, nama populer, kendaraan mewah dan lain-lain yang sering kita buru hari ini. Semua ini tidak ada dalam penjelsan para ulama. Artinya, mendapatkan semua itu belum bererti mendapat kebaikan yang hakiki.
Kebaikan di dunia itu sebenarnya milik hamba-hamba Allah yang taat hamba yang lebih mengutamakan akhirat dari dunia. Dalam surah an-Nahl ayat 122 dinyatakan bahawa Allah telah mengurniakan kepada Nabi Ibrahim a.s.hasanah (kebaikan) di atas kehidupan dunia. Ayat ini menjadi dalil bahwa ada kebaikan duniawi yang Allah akan beri kepada hamba-hamba-Nya yang dikehendaki. Walaupun mengutamakan akhirat, Allah akan dahulukan bermacam-macam kebaikan buat mereka di dunia lagi. Dan segala kebaikan itu pula bermanfaat untuk akhirat mereka.
Oleh: Amaluddin Mohd Napiah, Zakaria Sungiba

0 komentar:

Agenda Harian

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/

Isi Blog

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.