AL- AISAR, Belajar Bahasa Arab Praktis

Bahasa Arab adalah kunci utama untuk bisa memahami Islam, tanpa menguasainya mustahil bisa menelah kedalaman islam secara benar dan mandiri.
AL AISAR adalah metode pendekatan pembelajaran bahasa Arab terbaru.Metode ini memungkin seseorang bisa menguasai bahasa Arab secara mandiri, tanpa keharusan hadirnya sosok guru atau keharusan berada dalam lembaga pendidikan tertentu.
Belajar kapan saja dan dimanapun secara menyenangkan dan interaktif merupakan inti pokok metodologi ini.
Unsur-unsur pokok yang dinyatakan oleh pakar bahasa sebagai syarat yang harus dikuasai oleh siapa saja yang belajar bahasa tersaji secara lengkap dalam AL AISAR.

Unsur-unsur pokok untuk menguasai bahasa arab adalah meliputi :
1. Qawaidul Lughoh/Tata bahasa Arab;
Unsur ini popoler dengan istilah ilmu nahwu dan ilmu shorf. Ilmu nahwu membahas tentang status kata dan harakat akhirnya dalam struktur kalimat,sedangkan ilmu shorof membahas tentang perubahan atau pecahan kata.

Qowaid ini berfungsi untuk memahami konteks kalimat secara benar saat membaca atau menyusun kalimat saat menulis atau berbicara.
Unsur ini disajikan dalam format teks dilengkapi dengan audio keterangan yang jelas dan mendetail.Setiap sub pembahasan dipisah dengan halaman halaman sendiri yang bisa dipilih secara interaktif atau acak sesuai yang diinginkan.Walaupun demikian sangat ditekankan untuk mempelajari setiap sub secara berurutan,boleh pindah ke sub berikutnya setelah sub sebelumnya benar benar telah dikuasai secara mendalam.Dianjurkan setiap saat untuk selalu mengulang dan banyak berlatih. Selamat mencoba, sukses selalu bersama anda, Insya Allah.

2. Muhadasah/percakapan
Muhadasah sebenarnya merupakan unsur pokok dalam bahasa.Pada dasarnya manusia belajar berbicara atau berbahasa dari mendengar percakapan orang lain.
Bayi bisa berbicara karena sering mendengar percakapan dari orang tua atau keluarganya. Oleh karena itu unsur ini sangat penting dalam pembelajaran bahasa apapun.
Sasaran pokok dalam sub ini yaitu agar banyak mendengar dan praktek menirukan dari apa yang didengarnya.Oleh karena itu dalam sub ini materi muhadasah telah disusun sedemikian rupa dan cukup memadai.Pelaku percakapan sengaja diambilkan dari orang arab asli sehingga dialek/logat bahasanyapun original.Ini untuk menghindari kesalahan kesalahan seperti yang telah banyak terjadi di Indonesia, khususnya pembelajaran bahasa dibeberapa lembaga pendidikan.Pada umumnya mereka secara teori menguasai bahasa arab ataupun bahasa inggris tapi pada prakteknya khususnya dialek/logat mengikuti dialek bahasa masing masing seperti Jawa, Sunda,Batak, Madura atau dialek2 lainnya.
Kunci pokok pembelajaran dalam sub ini adalah banyak mendengar dan praktek menirukan.Sangat disarankan untuk mengembangkan sendiri menyusun kalimat dengan kosa kata sendiri atau mengajak orang lain untuk dialog dengan bahasa arab.Selamat berlatih, sukses bersama anda.

3. Fahmul Masmu'
Fahmul masmu' atau memahami apa yang didengar adalah latihan mendengar untuk menguji sejauh mana pemahaman seseorang terhadap pembicaraan,dialog,khutbah orang lain.Dalam sub ini telah disediakan materi tanyangan potongan film durasi 10 menit.Tanyangan film awal hingga urutan tertentu dibantu dengan terjemah teks bahasa Indonesia dan pada tayangan berikutnya terjemah teks dihilangkan untuk menguji pemahaman dengan tanpa bantuan teks terjemah.
Pembelajaran dalam sub ini disarankan untuk mengulang ulang tanyangan dan selanjutnya mencoba mengurai apa yang dipahami dari tayangan film tersebut dalam bentuk tulisan, lalu minta orang lain untuk mengoreksinya.

4. Mufradat
Mufradat atau kosa kata adalah kunci dari bahasa.Mustahil seseorang bisa melakukan pembicaraan tanpa memiliki kosa kata.Semakin banyak perbendaharaan kosa kata semakin menjamin lancarnya komunikasi atau pembicaraan.Oleh karena itu yang pertama kali harus dilakukan dalam belajar bahasa adalah menghafal kosa kata.
Pembelajaran dalam sub ini sangat ditekankan untuk memotivasi diri bahkan lebih baik lagi kalau mewajibkan atas dirinya hafal minimal 5 atau 10 mufradat setiap hari. Untuk mendukung hal tersebut dalam sub ini telah disertakan kamus digital bahasa Arab indonesia dan sebaliknya.Insya Allah dengan kamus ini memudahkan untuk menghafal kosa karena kita tinggal memasukkan kata dalam bahasa Indonesia atau sebaliknya ke dalam kotak pencarian, dengan cepat kamus akan memunculkannya dalam bahasa Arab atau Indonesia.
Selamat mencoba dan banyak menghafal...

5.I'rab
I'rob atau mengurai status kata dalam struktur kalimat. Pembelajaran ini berfungsi untuk memahami secara pasti tentang status kata dalam struktur kalimat.Dengan memahami i'rob memastikan kebenaran harakat akhir setiap kata dan tentunya juga terhindar dari kesalahan dalam menterjemahkan sebuah kalimat.
I'rob merupakan bagian dari ilmu nahwu, dalam program ini sengaja disendirikan dalam sub khusus.
Dengan metode interaktif via komputer/laptop memudahkan seseorang untuk mengexplorasi bahan ajar sesuai yang diinginkan dan tanpa beban sehingga menyenangkan.

Menu-menu interaktif pembelajaran bahasa Arab Al-AISAR

Program AL-AISAR merupakan program pembelajaran bahasa Arab interaktif multimedia, disusun untuk memudahkan seseorang belajar bahasa Arab secara Mandiri melalui media bantu PC/LAPTOP.Materi-materi yang terkandung dalam program ini merupakan gabungan dari beberapa metodologi yang telah ada sebelumnya dang dianggap efektif.Semua materi disusun dalam menu-menu interaktif berjenjang seperti terlihat pada gambar.
Menu-menu tersebut merupakan unsur-unsur pokok yang harus dipelajari untuk bisa menguasai bahasa Arab.Setiap menu merupakan jenjang urut yang seharusnya dikuasai sebelum berpindah kepada jenjang urut pada menu berikutnya.



Petunjuk Pembelajaran

Setiap jenjang menu pembelajaran, ada petunjuk cara pembelajaran yang harus diikuti untuk bisa mengoptimalkan keberhasilan dalam menguasai bahasa Arab.Baca,fahami dan praktekkan petunjuknya baru kemudian masuk pada materinya dengan menekan tombol INDEK, seperti terlihat pada gambar di bawah.


Indek Materi

Tombol Indek merupakan tombol akses untuk menampilkan materi-materi pembelajaran yang link dengan menu yang ada pada tombol samping. Setiap menekan menu samping secara otomatis akan menampilkan petunjuk pembelajaran pada materi menu tersebut dan untuk menampilkan isi materi harus menekan tombol indek seperti terlihat pada gambar berikut:


Penerbit : Al Wustha Publishing
Waktu Terbit : Maret 2010
Harga : Rp. 65.000
Distribusi : Silmi Production
Pesan Segera
1. Harga CD: Rp 65000,- /keping (belum termasuk ongkos kirim)
2. Uang pembelian ditransfer ke rekening di bawah ini:
Bank Muamalat Indonesia Cabang Jakarta
Nomor Rekening: 916.92866.99
atas nama: Rudianto
4. Bila transfer via ATM, kode Bank Muamalat Indonesia: 147
5. Setelah transfer dilakukan, segera beritahukan kepada kami ke email: akhrudianto@yahoo.com atau SMS ke nomor handphone: 081319107800 dengan mencantumkan tanggal dan nominal transfer serta identitas (nama dan alamat lengkap) anda.
6. CD akan kami kirim via paket pos kilat khusus ke alamat anda.

0 komentar:

Agenda Harian

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/

Isi Blog

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.