Bismillahirrohmanirrohim
Ini adalah kutipan dari Al-Awrad al-Yawmiyya (awrat Harian Shalat) Syekh Muhyiddin Ibn al-Arabi (1165-1240 Masehi). yang diterjemahkan oleh Pablo Beneito dan Stephen Hirtenstein in engglish, Anqa Publishing 2000.
Karya-karya Ibnu Arabi yang dikenal sebagai karya yang kompleks. Do'anya adalah Do'a yang tidak biasa, ini sarat dengan mutiara haqiqah dan makrifah. Bahkan, untuk benar-benar bisa mengerti doanya harus terlebih dahulu mengerti tauhid di tingkat tinggi. Meskipun demikian, saya coba menerjemahkan mujajat doa beliauagar kita bisa memperoleh manfaat dari Sheikhul ini al-Akbar, bi-iznillah
--------------------------------------------------------------------------

Ya Allah, Engkau Berdiri diDzat-Mu sendiri; meliputi dengan semua KualitasMu; Terungkap melalui NamaMu; terwujud dalam tindakan-tindakanMu, dan tersembunyi berdasarkan apa yang hanya diketahui Oleh Mu! Engkau Esa dan Mulia, sebagaimana Engkau adalah Satu, yang Unik, dan tak ada yang menyamaiMu, sebagaimana Engkau tetap bertahan dalam keabadian tanpa awal atau akhir. Engkau,Engkau adalah Tuhan, yang berdasarkan Penyatuan adalah Hanya Satu dimaksud dalam iyyaka na'budu. Dengan Kau di sana tidak ada yang lain dari Kau; pada Engkau tidak ada yang lain Kecuali Engkau
Aku bertanya tentang Engkau, ya Allah, untuk penihilan didalam eksistensiMu, dan untuk subsisten melalui Engkau, bukan dengan Engkau. Tidak ada Tuhan selain Engkau!

Ya Allah, Sesungguhnya Engkau adalah ada, sedangkan aku pada dasarnya tidak ada. Subsistensi Engkau berdasarkan hakikat Mu; aku hanyalah sebuah kebetulan. Jadi, Tuhan, Sungguh Maha sempurna Engkau atas dasar ketidak adaan aku, sungguhpun bahwa aku dapat menjadi seperti aku adalah tidak sama sekali, dan Engkau adalah seperti Engkau, sebagaimana Engkau telah ada! Tidak ada Tuhan selain Engkau!

Engkau adalah Yang menyelesaikan apa pun yang Engkau inginkan, sementara aku seorang pelayan untuk Engkau, salah satu di antara beberapa dari para pelayan Mu. Allahku, Engkau Maha Berkehendak dan Engkau telah berkehendak melalui aku - dengan demikian aku adalah kehendakmu dan Engkau adalah Maha Berkehendak. Tidak ada Tuhan selain Engkau!

Ya Allah, Engkau adalah yang tersembunyi dalam semua yang gaib; nyata dalam setiap realitas ; terdengar di setiap tempat, baik itu benar atau salah; dikenal di tingkat Persatuan dan Duality. Anda adalah Satu nama oleh Nama-nama yang telah dibawa turun melalui wahyu, sehingga Anda terselubung dari terlihat oleh mata, dan tersembunyi dari yang ditangkap oleh indra

Ya Allah, seberapa sering aku menangis kepada Mu sebagai hamba yang meminta, ketika (dalam kebenaran) Engkau adalah Tempat Meminta untuk orang yang meminta. Seberapa sering saya diam-diam berbisik kepada-Mu sebagai orang yang mengadu kedekatan kepadaMu, Engkau adalah Tuhan tempat semua makhluk mengadu kepada Mu
Ya Allah, jika persatuan adalah inti dari keterpisahan, dan kedekatan jiwa yang sangat jauh, jika pengetahuan menjadi situs kebodohan, apa kemudian tujuan dan di mana titik awal dari jalan menuju Mu?

Ya Allah, Engkau adalah apa yang dicari di balik tujuan setiap pencari, Pengetahuan yang diakui di mata para penolakMu, Sungguh dekat dengan orang-orang yang memisahkan diri dari Mu. Namun di sini pemahaman telah salah arti- siapa yang menjauhkan dari siapa? Yang disukai oleh siapa? Kecantikan berkata, "Kau sendiri", sementara kehinaan nerkata "Dia yang membuat baik dan indah semua yang Dia telah ciptakan". Yang pertama yang berakhir pada perjalanan yang datang dan berhenti, dan yang terakhir adalah cadar yang membayangkan ada yang lain (selain Anda).

Ya Allah, ketaatanku tidak menguntungkan Mu, ketidaktaatanku juga tidak membahayakan Mu. Di tangan Mahakuasa Mu terletak Kedaulatan perintah hati dan jiwaku, dan untuk Mu aku kembalikan seluruh urusan, tanpa membedakan antara taat atau tidak taat

Ya Allah, untuk Engkau bukti rasional tidak membenarkan Mu, atau bukti logis memverifikasi MuYa Allah, Apakah ini "Kau" dan "aku"Apakah ini "Dia (lk) dan "dia(pr)

Ya Allah, seharusnya aku mencari mu dalam pluralitas atau dalam kesatuan? Berapa lama aku harus menunggu untuk Mu? Dan bagaimana hal ini dapat dilakukan ketika seorang hamba tidak memiliki kesiapan maupun dukungan tanpa Mu?

Ya Allah, subsistensiku melalui Mu terletak pada penihilan diriku, dari diriku sendiri, atau dari Mu melalui Engkau? Apakah dengan demikian pemusnahan diwujudkan melalui Mu, atau membayangkan melalui saya, atau sebaliknya, atau bahkan keduanya sekaligus? Dan apakah subsisten-ku sama dengan Mu?

Ya Allah, Kebisuanku adalah sebuah keharusan kekeluan dan ketulian, dan berbicara adalah sebuah keharusan kekeluan dan ketulian! Kebingungan dalam semua, namun tidak ada kebingungan (kepada-Mu)

Dalam Nama Tuhan, Tuhanku adalah Allah. Dalam Nama Tuhan, Allah sudah cukup bagiku. Dalam Nama Tuhan, itu adalah oleh Allah. Dalam Nama Tuhan, aku menempatkan kepercayaan pada Allah. Dalam Nama Tuhan, aku minta Allah. Dalam Nama Tuhan, tidak ada kekuasaan atau kekuatan menabung melalui Allah.

ya Allah, kepadamu kami tempatkan kepercayaan kami, untuk Mu kami berpaling; untuk Mu kami kembali
Ya Allah, aku meminta Anda untuk memberikan saya misteri dari perintahMu dan kemegahan Keputusan Mu; dari yang merangkul semua yang bisa memahami Pengetahuan Mu, dari semua hak-hak istimewa dalam kebijaksanaanmu; dan dari Kemahadahsyatan kekuatanmu

Ya Allah, ya Allah, ya Allah! O yang Pertama, O yang Terakhir! O yang Ada, O yang tersembunyi ! O yang maha menerangi, O Kebenaran, ! Ya Allah, yang membedakan rahasia hatiku dengan rahasia Keesaan-Mu! Menyucikan jiwaku dengan ayat-ayat dikuduskan Mu! Memurnikan hatiku dengan pengetahuan murni didalam singgasanaMu!

Ya Allah, instruksikan intelek ku dalam PengetahuanMu, dan aroma jiwaku dengan kebaikan MuliaMu! Yakinkan aku dengan memperluas menerangi indra sinar dari kehadiran-Mu

Ya Allah, pindahkan aku dari tangga menurun sebagai makhluk ciptaanMu kedalam kepada cahaya dalam Realitas KebenaranMu. Kau adalah Teman dan Master ku: kepada-Mu aku mati dan dari Kau Aku hidup. Engkau lah tempat ku memmuja dan memohon perlindungan
Lihatlah aku, ya Allah, mudah2an Engkau berkenaan mengatur semua tahapan perkembangan yang harmonis, dan dari Mu Kau sucikan batin rahasia hati di mana aku hidup, di mana Engkau menaikkan roh zikir ku ke Majelis Tertinggi, dan dimana engkau menerangiku dengan cahayamu.
Ya Allah, jauhkanlah aku dari seluruh ciptaan-Mu dan persatukanlah aku dalam spiritualMu.

Ya Allah, KepadaMu aku berpaling untuk meminta bantuan; KepadaMu Aku palingkan wajahku ; kepada Mu aku meminta, dan Engkau, dan tidak ada selain Engkau, bahwa aku sungguh-sungguh menginginkan Mu! Aku tidak meminta dari Anda selain dari Engkau, aku juga tidak meminta dari Anda apa pun selain Anda sendiri!

Ya Allah, aku mohon kepadamu sebagai tempatku memohon, melalui syafaat mu, yang paling mulia, yang terdekat tercinta, teman yang paling pelindung, Muhammad umat pilihan, yang tenang benar-benar murni dan setuju untuk (oleh Allah), melalui nabi Muhammad yang Kau pilih. Bagi dia aku bertanya bahwa Engkau memberkati dia dengan Berkat yang kekal abadi tanpa awal atau akhir, yang terus-menerus memberkahi. sedemikian rupa sehingga Engkau membuat aku menyaksikan realitas kesempurnaan-Nya, Tidak ada kekuasaan atau kekuatan tersimpan melainkan melalui keAgunganMu, Yang Maha Tinggi, aku memuji Mu, Tuhan dari seluruh alam

.___________________________________________________________
* Purchase 'The Seven Days of the Heart' from Anqa Publishing (£13.95)
* New from Anqa: 'The Four Pillars of Spiritual Transformation' - Ibn 'Arabi's Hilyat al-abdal, on the value of silence, seclusion, hunger and vigilance.
* lisanaldin.blogspot.com

0 komentar:

Agenda Harian

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/

Isi Blog

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.