Doa Malam Arafah adalah doa saat jemaah haji berada pada malam hari di Padang Arafah  yaitu tanggal 09 Dzul-Hijjah. Doa ini tidak hanya dibaca oleh jemaah haji tetapi juga dianjurkan bagi semua kaum muslimin.

Dengan doa ini diharapkan kita terjaga dari segala bencana, dan disampaikan oleh Allah swt pada hajat dunia dan akhirat yang kita harapkan. Lebih khusus lagi dengan doa ini kita doakan semoga ibadah haji saudara-saudara kita menjadi haji yang mabrur, diridhai oleh Allah swt, diberi kesehatan, dan diselamatkan dari segala bencana. Berikut ini di antara bagian dari untaian kalimat doa Malam Arafah:
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Ya Allah
Wahai Yang Menyaksikan setiap rintihan.  Wahai Tumpuan setiap pengaduan 
Wahai Yang Mengetahui semua rahasia.  Wahai Akhir dari segala keperluan  
Wahai Yang Memulai dengan kenikmatan pada semua hamba-Nya  
Wahai yang mulia ampunan-Nya.  Wahai yang baik maghfirah-Nya  
Wahai Yang Maha Dermawan. Wahai Yang dari-Nya tidak tersembunyi kegelapan malam, lautan yang berderu, langit yang berawan tebal dan gelap bercampur badai  
Wahai Yang di sisi-Nya gelap menjadi cahaya.  

Aku memohon kepada-Mu dengan cahaya wajah-Mu yang mulia, yang bila Kau tampakkan pada gunung ia hancur dan Musa pun jatuh tersungkur.  

Dengan asma-Mu yang tersimpan kokoh, yang tertulis dan suci, yang bila berdoa kepada-Mu dengannya Kau ijabahi, dan bila meminta Kau memberi.  

Dengan asma-Mu yang suci, yang quddus dan jelas, yang berupa cahaya di atas semua cahaya, cahaya dari cahaya yang menyinari  sumua cahaya. Yang jika sampai ke bumi ia terbelah, bila sampai ke  langit ia terbuka, dan bila sampai ke arasy ia bergoncang. 

Wahai Yang Maha Mengijabah doa 
Dengan hak semua nama dan doa yang telah aku sebutkan
Aku memohon kepada-Mu, ampunilah dosa-dosa kami yang lalu dan yang akan datang, 
yang kami sembunyikan dan yang kami tampakkan, Engkau lebih mengetahui daripada kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ampunilah dosa-dosa kami dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi.
 
Wahai Yang Menjaga setiap yang terasing. Wahai Yang Menghibur setiap yang sendirian. Wahai Yang Menguatkan setiap yang lemah. Wahai Yang Menolong setiap yang teraniaya. Wahai Yang Memberi rizki setiap yang terhalangi. Wahai Yang Menghibur setiap yang terhempas. Wahai Yang Menemani setiap musafir. Wahai Yang Menjaga setiap muqimin. Wahai Yang Mengampuni semua dosa dan kesalahan. 

Wahai Yang Melindungi setiap yang memohon perlindungan. Wahai Yang Menolong setiap jeritan para pencari pertolongan. Wahai Yang Menghilangkan derita orang-orang yang menderita.Wahai Yang Menggembirakan duka orang-orang yang berduka. 
Wahai Yang Menciptakan langit dan bumi. Wahai Akhir tujuan para pengharap.  
Wahai Yang Memperkenankan doa orang-orang yang sengsara. Wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi. Wahai Tuhan alam semesta. Wahai Yang Membalas pada Hari Pembalasan.  

Wahai Yang Paling Dermawan dari semua yang dermawan. Wahai Yang Paling Mulia dari semua yang mulia. Wahai Yang Maha Mendengar dari semua yang mendengar. 
Wahai Yang Maha Melihat dari  semua yang melihat. Wahai Yang Maha Kuasa dari semua yang berkuasa.

Ampunilah dosa-dosaku yang merubah kenikmatan  
Ampunilah dosa-dosaku yang mewarisi penmyesalan.  
Ampunilah dosa-dosaku yang mendatangkan bencana.  
Ampunilah dosa-dosaku yang meruntuhkan penjagaan.  
Ampunilah dosa-dosaku yang menahan doa. 
Ampunilah dosa-dosaku yang menahan turunnya hujan. 
Ampunilah dosa-dosaku yang mempercepat kebinasaan 
Ampunilah dosa-dosaku yang mendatangkan penderitaan. 
Ampunilah dosa-dosaku yang mengelapkan hati. 
Ampunilah dosa-dosaku yang mengungkap tirai.  
Ampunilah dosa-dosaku yang tiada memaafkannya kecuali Engkau, ya Allah.  

Jauhkan dariku setiap akibat buruk dari makhluk-Mu. Jadikan urusanku kebahagiaan bagiku, jalan keluar dan kemudahan. Tanamkan ke dalam dadaku keyakinan pada-Mu, 
dan ke dalam kalbuku harapan pada-Mu. Sehingga aku tidak berharap kepada selain-Mu.

Ya Allah
Jagalah daku dan selamatkan daku dalam keadaanku ini. Temani daku pada malam dan siangku, di depan dan di belakangku, di kanan dan kiriku, di atas dan di bawahku.  

Mudahkan daku dalam perjalanan. Muliakan daku dengan kemudahan. Jangan hinakan daku dengan kesulitan. Berilah daku petunjuk Wahai Pemberi petunjuk yang terbaik. Jangan biarkan aku sendirian  dalam segala urusanku. Karuniakan padaku setiap kebahagiaan.  

Kembalikan daku pada keluargaku dengan keberuntungan dan keselamatan yang dihiasi kebahagiaan, cepat atau lambat. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
  
Anugerahkan padaku karunia-Mu. Luaskan bagiku  rizki-Mu yang baik. Anugerahkan padaku kekuatan beramal untuk beramal dalam ketaatan pada-Mu. Selamatkan daku dari siksa-Mu dan neraka-Mu. Masukkan daku ke surga-Mu dengan rahmat-Mu ketika aku kembali kepada-Mu.

Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari: hilangnya nikmat-Mu,  berubahnya kesalamatan-Mu, datangnya siksa dan azab-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari bala' yang berat dan kesengsaraan, dari takdir yang buruk dan kejahatan musuh-musuh-Mu, dari keburukan yang datang dari langit dan keburukan yang disebutkan dalam kitab-Mu yang diturunkan kepada Rasul-Mu.

Ya Allah, jangan golongkan aku dengan orang-orang yang buruk dan penghuni neraka.  Jangan halangi aku untuk bersahabat dengan orang-orang yang baik. Hidupkan aku dengan kehidupan yang baik. Matikan aku dengan kematian yang baik yang menyusulkan aku pada orang yang baik. Anugerahkan padaku persahabatan dengan para Nabi di tempat yang benar di sisi Penguasa Yang Maha Kuasa.

Ya Allah, segala puji bagi-Mu yang telah membawa mereka pada kebaikan ujian-Mu dan ciptaan-Mu. Segala puji bagi-Mu yang telah membawa mereka pada agama Islam dan mengikuti sunnah Nabi-Mu. 

Ya Rabbi, sebagaimana telah Kau tunjuki mereka pada agama-Mu dan Kau ajarkan kepada mereka kitab-Mu, maka tunjuki kami dan ajari kami.  

Segala puji bagi-Mu yang telah membawa daku pada kebaikan ujian-Mu dan ciptaan-Mu secara khusus bagiku. Sebagaimana Kau ciptakan daku lalu Kau jadikan aku dengan ciptakan yang baik, Kau ajari daku lalu Kau baguskan pengajaran padaku. Kau tunjuki daku lalu Kau baguskan petunjuk bagiku.  
Segala puji hanya milik-Mu puji atas segala nikmat yang telah Kau berikan padaku yang dahulu atau yang baru.  

Betapa banyak penderitaan, duhai Junjunganku, yang Engkau bahagiakan.  
Betapa banyak kesengsaraan, duhai Junjunganku, yang Engkau hilangkan.  
Betapa banyak kesulitan, duhai Junjunganku, yang Engkau lepaskan.  
Betapa banyak cobaan, duhai Junjunganku yang Engkau singkirkan.  
Dan betapa banyak aib, duhai Junjunganku, yang Engkau rahasiakan.  
Segala puji hanya milik-Mu puji dalam segala keadaan, tempat dan waktu, dalam keadaan ini dan segala keadaan.

Ya Allah, jadikan aku tergolong kepada hamba-hamba-Mu yang memperoleh bagian yang paling utama pada hari ini dari:
     kebaikan yang Engkau bagikan, atau penderitaan yang Engkau hilangkan.  
     kesulitan yang Engkau singkirkan, cobaan yang Engkau tolakkan, atau 
     kebaikan yang Engkau curahkan, rahmat yang Engkau sebarkan 
     keselamatan yang Engkau bungkuskan.  
Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu 
Hanya di tangan-Mu semua khazanah langit dan bumi 

Engkau Maha Esa, Maha Mulia dan Maha Pemberi. Engkaulah yang tidak menolak orang yang memohon, yang tidak menyia-yiakan orang yang berharap, yang tidak berkurang sedikitpun karunia-Nya karena orang yang mendapatkan, dan tidak akan habis segala  yang ada di sisi-Nya. Bahkan bertambah banyak kebaikan-Nya,  pemberian dan kedermawanan-Nya. 
 
Karuniakan padaku dari khazanah-khazanah-Mu apa yang tak pernah musnah dan dari rahmat-Mu yang sangat luas. Sesungguhnya pemberian-Mu tidak pernah terhalang. Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu, dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi.  
(Mafâtihul Jinân: bab 2, pasal 5)

0 komentar:

Agenda Harian

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/

Isi Blog

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.