Nasyid bukan lagi musik kampungan. Juga nggak identik dengan irama ‘gurun pasir’. Nggak percaya? Sederet grup nasyid tampil dengan rasa baru; manis-asem-asin.

soldiers-of-allahRasanya Westlife, F4, Backstreet Boys, atau boysband lainnya kudu mikir-mikir lagi kalo mau bikin lagu. Bukan karena ada Slank atawa Padi, tapi grup-grup nasyid makin seru dan ciamik bawain lagu. Tentunya pasar musik pun bakal rame dengan persaingan. Maklum, maraknya nasyid genre baru ini udah menyita perhatian remaja Islam. Sebab, berbeda dengan nasyid era 80-an, nasyid yang muncul di tahun 90-an punya warna tersendiri. Pokoknya heboh deh.

“Sangat bagus dan menarik. Bagaimanapun juga harus diupayakan agar nasyid menjadi favorit lagu-lagu yang diputar oleh para remaja muslim,” tulis Hadi Susanto salah seorang member mailing list Permata yang lagi menyelesaikan studinya di Belanda. Doi nyempetin kirim e-mail setelah beberapa pertanyaan redaksi di-posting ke mailing list tersebut.

Hal senada juga diungkapkan Luky, arek Surabaya, “Maraknya nasyid, identik dengan kebebasan berekspresi dan juga ada udara kebangkitan Islam yang sedikit bertiup meski nggak kencang”

Tentunya ini berbeda dengan jaman dulu, sebelum kedatangan nasyid di tanah air. Masyarakat cuma kenal seni Islam itu sebatas qasidah dan irama gambus. Itu tuh lagu-lagu yang biasa dibawain band kepret. Disebut band kepret soalnya mereka pakai alat musik yang maininnya dikepret (dipukul) macam rebana atau ketimpring (atau yang dikenal juga sebagai kecrekan). Tau dong lagu macam Perdamaian, Jilbab-Jilbab Putih, Dunia Dalam Berita, atau Suasana di Kota Santri (yang juga pernah dibawain dengen kenes oleh Krisdayanti dan Anang).

Cuma, sampai sekarang ada kesan kalau qasidah itu adalah saudara dekatnya dangdut. Abis acapkali personilnya pada joget. Minimal goyang pinggul lah. Malah pada sejumlah konser ada penyanyi yang banting ’stir’ nyanyiin lagu dangdut. Biasanya atas permintaan penonton. Jadi lagu Islamnya berpadu ama Jandaku, Jatuh Bangun atau Cintaku Terbagi Dua. Kebayang kayak apa kan suasananya.

Lagipula biasanya personil qasidah itu akhwat. Malah kadang-kadang tampil dengan tabarruj; lipstik dipoles di bibir dan make up yang kesannya jadi menor. Maka seni Islam itu kesannya jadi norak bin kampungan dan nggak disukai kalangan remaja yang tinggal di perkotaan. Kasian deh!

Nah, setelah datang nasyid, suasananya jadi berubah. Kesan norak pun pupus berganti trendi. Bagi teman remaja yang suka ngikutin perkembangan nasyid, pastinya udah apal banget dengan nama grup nasyid asal negeri jiran Raihan, Rabbani, Brothers, Hijjaz, dan The Zikr, atau yang domestik macam Suara Persaudaraan, Izzatul Islam atau Snada. Di sekolah atau di kampus hampir tiap kegiatan Islam selalu nampilin selingan nasyid dari grup setempat. Para aktivis yang berani ‘malu’ pada nekat tampil menyenandungkan nasyid. Fals-fals dikit dimaklum. Belum lagi kalau soundsystem-nya ngadat. Namanya juga grup amatiran. Tapi sambutannya bisa dikatakan meriah walau personilnya sendiri sih pada keringet dingin.

Namun jangan salah, nasyid masuk ke tanah air dengan proses yang terbilang lumayan panjang dan sulit, lho. Biasanya remaja doyan nasyid karena sebatas liriknya yang memang reliji dan juga semangat keislaman. Jadi buat yang nggak ngaji rada males denger nasyid. Apalagi di akhir tahun 80-an itu nasyidnya kebanyakan masih berbahasa Arab, jadi makin sulit diterima khalayak.

Nah, waktu itu juga kan lagi seru-serunya perang Afghanistan dan gerakan intifadlah, maka nasyid-nasyid yang menyuarakan perjuangan juga marak. Seperti lagu-lagu yang diusung kelompok nasyid al-Quds yang heroik banget seperti ‘hits’ mereka, al-ardhu wal qudsu lana (Bumi bagi kami, dan al-Quds juga milik kami) dan Baaruudatiy (senjataku). Cuma ya itu tadi konsumsi nasyid masih terbatas. Malah nggak sedikit yang bilang nasyid itu metal-nya Arab (maklum waktu itu musik heavymetal lagi kenceng-kencengnya berkibar).

Banyak disuka

Setelah datang nasyid dari negeri jiran yang dibawa oleh kelompok dakwah al-Arqam, nasyid mulai ramai. Sebut saja kelompok Nada Murni yang beken dengan lagu Munajat yang bisa bikin hati hanyut dalam suasana reliji. Kehadiran nasyid melayu ini disambut meriah, soalnya cengkok dan syair-syairnya cukup pas dengan telinga orang Indonesia.

Beragamnya genre nasyid baru, mulai dari pop, hip-hop, sampe yang kenceng ternyata diminati juga oleh remaja kita di sini. Seperti Musthafa, cowok yang tinggal di Bogor ini berkomentar soal jenis nasyid kesukaannya, “Yang kalem kalo enak boleh juga. Yang keras juga seneng, kayak lagu Intifhada-nya Rabbani, atau lagu-lagunya kelompok nasyid al-Quds.”

Luky yang anak Surabaya itu juga menuliskan dalam e-mailnya bahwa doi seneng banget nasyid yang kenceng. Katanya sih, sesuai seleranya, dan buat tambah semangat. Grup nasyid yang doi suka adalah SOA, Soldiers of Allah.

Anak puteri malah lebih banyak lagi yang seneng nasyid. Gia Muthmainah salah satu contohnya. Ia mengaku senang banget dengan jenis nasyid yang kalem. “Aku suka nasyid yang lembut, liriknya menyentuh, dengan musik sesederhana mungkin,” ujar akhwat dari Serang ini dalam e-mailnya ke Permata.

Kesan nasyid itu masih kaku didobrak oleh ‘gerombolan’ nasyider gelombang ketiga. Mereka mulai kreatif dan tidak sungkan-sungkan mengusung instrumen modern. Bahkan mulai berani memberikan warna musik yang ngepop. Kalau kamu denger lagu Intifadlah-nya Rabbani pasti kamu rasakan kental dengan warna hip hop lengkap dengan decitan piringan hitam ala DJ. Di jalur pop ada Raihan yang lagu-lagunya easylistening. Lagu-lagu macam Senyumlah, Puji-Pujian dan Demi Masa adalah hit-hit mereka yang enak didengar.

Ada juga cerita Snada, grup nasyid negeri sendiri, yang lagi mengubah citra nasyid. Yang tadinya punya kesan sebagai musik ‘kolak’ menjadi musik ‘coca cola’. Wuih apalagi tuh? Disebut musik ‘kolak’ karena biasanya musik-musik Islam itu kan cuma hadir di bulan puasa – kalau puasa sajian buka puasanya kolak kan? –. Nah, Snada pada tahun ini meluncurkan album Neo Shalawat-nya justru di luar bulan puasa. Bukan cuma itu, Snada juga tampil nggak lagi dengan baju koko dan peci, tapi busana casual. “Pasar yang kita jangkau jadi lebih luas, kalo toh misalnya ada temen-temen yang kurang suka, justru sekarang nasyid telah berhasil memperluas segmen pasarnya,” kata Agus Idwar salah satu personilnya. Hasilnya? Album Neo Shalawat hampir nembus angka 50.000 copies.

Di Amerika juga ternyata ada grup “nasyid”. Malah jauh lebih heboh. Empat orang anak muda asal Los Angeles ‘nekat’ mengusung syair Islam lewat jalur rap. Kelompok yang menamakan dirinya Soldier of Allah ini terbilang lebih maju. Selain sudah menelurkan dua album, mereka juga bikin situs dimana kamu bisa men-download lagu-lagu dan lirik yang mereka buat. Yang luar biasa, lirik yang mereka tulis kebanyakan seputar masalah politik, imperialisme kaum kafir, dakwah dan juga soal khilafah Islamiyyah. Kalau soal kemampuan rapnya kayaknya sih nggak kalah seru dibandingin sama Eminem, Beastie Boys atau Limp Bizkit (lengkapnya lihat boks).

Teman pembaca, maraknya nasyid ‘genre’ baru setidaknya bikin ‘panas’ peta kekuatan musik di tanah air. Nggak berlebihan tentunya. Sebab, kalo dilihat dari perkembangannya cukup menggembirakan. Meski kita juga nggak boleh langsung ngasih kesimpulan kalo sekarang Islam udah bangkit. Itu belum cukup, dan memang masih banyak pekerjaan yang kudu kita lakukan, lebih dari sekadar nasyid. So, lebih pantas kalo nasyid hanya kita jadikan sebagai ‘teman’ dalam dakwah kita. Tul nggak? [O. Solihin]

0 komentar:

Agenda Harian

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/

Isi Blog

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.