By ROBERT F. WORTH
Published: October 14, 2009

Tarim, Yaman - lembah kering terpencil ini, dengan tebing menjulang tinggi dan rumah-rumah kuno dari lumpur bata , mungkin paling dikenal orang luar negri sebagai tempat lahirnya ayah dari Osama bin Laden . Kebanyakan laporan tentang kota yaman di Barat merujuk pada berita yang tidak menyenangkan itu sebagai "tanah air nenek moyang" dari pemimpin Al-Qaeda, yang seakan-akan menunjukkan pembunuhan ideologi telah dibentuk di sini.

Namun pada kenyataannya, Tarim dan sekitarnya adalah pusat sejarah tasawuf, untaian mistik dalam Islam. Sekolah agama setempat, Dar al-Mustafa, adalah tempat multikultural yang penuh dengan mahasiswa dari Indonesia dan California yang berjalan-jalan di sekitar kampus kecil mengenakan kupluk putih dan selendang berwarna-warni.
"Kenyataannya adalah bahwa Osama bin Laden tidak pernah ke Yaman," kata sufi Syaikh Habib Omar Bin Hafeez, direktur yang dihormati di pesantren Dar al-Mustafa, saat ia duduk di lantai di rumahnya makan malam dengan sekelompok siswa. "menurutnya tidak ada hubungannya dengan tempat ini."

Akhir-akhir ini, Al-Qaeda telah menemukan tempat perlindungan baru di sini dan melakukan sejumlah serangan. Tapi kelompok sufi, Habib Omar mengatakan, mereka tidak berasal dari sini. Sebagian besar kelompok pengikut mereka telah tinggal di Arab Saudi - seperti Bin Laden - dan mereka itu di sana, atau di Afghanistan atau Pakistan, mereka mengadopsi Wahhabi dan pola pikir jihad.

Habib Omar ditetapkan 16 tahun lalu untuk mengembalikan warisan agama kuno Tarim. Ini adalah warisan yang luar biasa untuk sebuah tanah yang gersang, kota yang jauh di sudut tenggara Jazirah Arab.


Sekitar 800 tahun yang lalu, para pedagang dari Tarim dan bagian-bagian lain Hadramaut, sebagai wilayah yang lebih luas diketahui, mulai berjalan menyusuri pantai ke Laut Arab dan selanjutnya dengan perahu ke Indonesia, Malaysia dan India. Mereka membawa agama mereka dengan mereka. Sembilan khususnya laki-laki yang saleh, kini dikenang sebagai " sembilan sufi orang-orang suci atau wali songo," Habib Omar berkata, karena keberhasilan mereka dalam menyebarkan Islam di seluruh Asia.

"Ini kota, dengan seribu tahun tradisi, adalah pensyiar utama yang menyebabkan 40 persen di dunia Muslim menjadi muslim," kata John Rhodus, 32 tahun dari Arizonan yang telah belajar di Dar al-Mustafa off sejak tahun 2000. tradisi sufi di tarim juga tampaknya telah membantu membentuk Islam yang moderat dan relatif banyak dipraktikkan di Asia Selatan.

pedagang Hadrami terkenal luar biasa,berani dan memiliki jaringan yang sukses hingga memasuki abad ke-20. Beberapa mencari keberuntungan mereka di Arab Saudi - termasuk Muhammad bin Laden, ayah Osama, yang menjadi raja konstruksi - dan tinggal di sana. Beberapa yang lain kembali ke rumah dan membangun istana-istana flamboyan sebagai monumen untuk keberhasilan mereka. Puluhan istana tetap, dalam berbagai gaya - Mogul, modernis, kolonial Inggris - yang kontras aneh dengan memakai bata lumpur untuk rumah dan masjidnya

Sebagian besar pedagang melarikan diri setelah junta Komunis merebut kekuasaan setelah penarikan Inggris dari Yaman selatan pada tahun 1967. Sekarang mereka ditinggalkan dan istana yang tertinggal, terlalu besar bahkan bagi negara untuk menjaganya di negara miskin ini.
perkembangan Komunis berlangsung pada tahun 1990 sampai saatnya yaman Utara dan Yaman Selatan bersatu , bahkan lebih buruk bagi mereka yang menolak untuk menerima pemerintah baru diterapkan dengan sekularisme.
"Beberapa ulama disiksa, yang lain dibunuh," kata Habib Omar. "Beberapa diikat ke bagian belakang mobil dan didorong melalui jalan-jalan sampai mereka mati." Ayah Habib Omar , yang pernah menjadi guru agama terkenal di Tarim juga diculik dan dibunuh.
Pada tahun 1993, habib Omar mulai mengajar di pesantren agama di rumahnya. Tiga tahun kemudian, ia pindah ke lantai dua gedung sekolah putih, dengan sebuah masjid. Sekarang ada sekitar 700 siswa, setidaknya setengah dari mereka orang Asia Selatan, dengan meningkatnya jumlah orang Amerika dan ingris.

Sebagian besar mahasiswa adalah berusia antara 18 dan 25. Mereka biasanya menghabiskan empat tahun belajar di sini sebelum kembali ke rumah mereka. habib Omar mendorong mereka untuk mengejar karir dan menyebarkan agaman dan menjadi ulama.

Akan tetapi, perkembangan selanjutnya tumbuh sekolah yang lebih militan yaitu Islam Wahhabi yang memperoleh pengikut di seluruh wilayah. Arab Saudi memberikan pembiayaan untuk kelompok Salafi yang ultrakonservatif dalam upaya untuk menopang pengaruhnya di sini.
Pada tahun 1991 Raja Saudi marah karena dukungan dukungan publik Yaman untuk Saddam Hussein, satu juta pekerja Yaman tiba-tiba dikirim pulang , banyak di antaranya telah tinggal di Arab Saudi selama puluhan tahun.

Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh, menampung orang2 Saudi dan menyambut banyak pelaku jihad Arab yang telah berjuang di Afghanistan. Kemudian, ia merekrut para pelaku jihad untuk melawan musuh-musuh politiknya dinegaranya, menimbulkan utang politik yang rumit upayanya untuk memerangi Al-Qaeda.

Beberapa mantan pejuang kembali di Hadramaut. Dua tahun yang lalu, salah satu dari komandan regional Al-Qaeda dibunuh, bersama dengan dua letnan, dalam tembak menembak sengit dengan militer Yaman hanya beberapa blok dari pesantren Dar al-Mustafa.
Dan di bulan Maret seorang pembom bunuh diri mengenakan sabuk bom yang menewaskan empat wisatawan warga Korea dan seorang pemandu di kota dekat Shibam.
Al-Qaeda cabang Arab mengaku bertanggung jawab. .
Beberapa siswa di Dar al-Mustafa mengatakan ada kekhawatiran tentang kemungkinan konflik dengan garis keras Wahhabi di Hadramawt, meskipun sekolah itu sendiri tidak pernah diserang atau terancam.

Pada tur di Tarim, salah satu guru sekolah, Abdullah Ali, menunjukkan ke rumah di mana para pemimpin-Qaeda telah terbunuh. Mereka telah berada di sana selama beberapa waktu, dia berkata, mereka melarikan diri pengawasan dan menyamarkan sebagai perempuan dengan jubah hitam tebal. Terdapat bahan peledak dan senjata ditemukan di dalam rumahnya,

Habib Omar Bin Hafeez diakui, melakukan pendekatan yang lebih lembut terhadap musuh Islam di Hadramawt.

"Ada perbedaan," katanya. "Tapi kami menemukan cara yang tepat untuk berurusan dengan orang-orang ini adalah untuk mengingatkan mereka tentang prinsip-prinsip Islam, tidak berbicara buruk tentang mereka.

Sumber : New York Times Report

0 komentar:

Agenda Harian

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/

Isi Blog

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.