LIPIA buka 3 Cabang baru
Saudi Buka 3 Cabang Baru LIPIA di Indonesia
http://www.depag.go.id/index.php?a=detilberita&id=3947
Jakarta,9/1 (Pinmas)--Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia melalui Universitas Islam Imam Muhammad Ibn Sa`ud dalam waktu dekat akan membuka cabang baru LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab) di tiga daerah di Indonesia. Sulaiman sendiri belum menyebutkan ketiga daerah, karena harus dibicarakan dengan Menteri Agama.
"Memang ada rencana untuk mengembangkan lembaga ini di tiga daerah di Indonesia. Ini semua kami lakukan semata-mata untuk memberikan kesempatan kepada pemuda muslim Indonesia untuk memperdalam ilmu-ilmu Islam dan bahasa Arab. Dengan dibukanya cabang baru LIPIA di tiga daerah di Indonesia, akan semakin banyak lagi kader-kader ulama Indonesia yang akan dihasilkan oleh LIPIA," tandas Rektor Universitas Islam Imam Muhammad Ibn Sa`ud Prof Dr Sulaiman bin Abdullah bin Hamud Abalkhail kepada wartawan di Jakarta Rabu (28/1) malam.
Justru Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni yang menjelaskan ketiga daerah yang akan berdiri cabang baru LIPIA, usai menyaksikan wisuda mahasiswa LIPIA angkatan 27,28 dan 29 di Balai Sudirman Jakarta Kamis (29/1) siang. "Memang betul LIPIA akan ada di Semarang Jawa Tengah, di Indonesia bagian Timur persisnya di Makassar Sulawesi Selatan dan mungkin satu lagi di Padang, Sumatera Barat. Tapi ini masih menunggu waktu sampai kesiapan telah memadai," jelas Menag.
Menurut Menag, dalam waktu dekat, Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan akan segera mewujudkan LIPIA bagi masyarakat Sulawesi Selatan. "Insya Allah dalam waktu dekat, Sulawesi Selatan akan dapat merealisasikan rencana berdirinya LIPIA, karena mereka sudah siap,"tandas Menag.
Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni menyambut gembira kehadiran LIPIA di Indonesia apalagi adanya rencana penambahan cabang baru di tiga daerah di Indonesia. "Saya gembira dengan kehadiran LIPIA. Karena memang lemmbaga ini sangat dibutuhkan umat Islam Indonesia dewasa ini," tandas Menag usai menyaksikan wisuda mahasiswa LIPIA angkatan 27, 28 dan 29 di Jakarta Kamis
(29/1) siang .
Maftuh menambahkan, dengan semakin banyaknya lulusan dari lembaga tersebut yang berjumlah lebih dari 1000 mahasiswa, kita punya kader-kader yang cukup tangguh yang akan kembali ke kampung masing-masing untuk memberikan pelajaran agama dan bahasa Arab sebaik-baiknya. Dengan demikian, kebutuhan yang selama ini kita perlukan sudah memadai.
Menag berharap, ke depan lebih banyak lagi kader-kader yang akan dihasilkan dari lembaga tersebut. Ia sangat setuju pembukaan cabang baru LIPIA di sejumlah daerah di Indonesia. "Kita tidak ingin memusatkan LIPIA di Jakarta. Sehingga dengan demikian kawasan Indonesia Timur juga akan mendapatkan porsi yang cukup baik," tegasnya.
Lebih lanjut Dr Sulaiman menyatakan, hubungan Indonesia-saudi Arabia sangat erat. Untuk lebih mempererat hubungan kedua negara tersebut, sejak 30 tahun yang lalu di Indonesia, telah berdiri LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab) yang merupakan cabang dari Universitas Islam Imam Muhammad Ibnu Sa`ud di Riyadl Saudi Arabia. "Sampai tahun 2008 saja, tak kurang dari 8000 mahasiswa telah menyelesaikan pendidikannya di lembaga yang menekankan pada pengajaran bahasa Arab dan pengetahuan tentang Islam ini. Insya Allah tahun ini akan keluar lebih dari 1800 mahasiswa," ungkapnya.
Melalui LIPIA, papar Sulaiman, pihaknya mencoba untuk membantu muslim Indonesia sekaligus untuk mempererat hubungan melalui pemahaman Islam yang benar dan moderat yang berlandaskan kepada kitab suci Alquran dan sunnah. Kandungan Alquran dan sunnah berisi tentang kasih sayang, kedamaian yang dapat melepaskan kita semua dari berbagai perbedaan.
Ia merasa gembira, karena kehadiran lembaga tersebut mendapat sambutan yang sangat baik dari seluruh masyarakat dan pemerintah Indonesia. "Universitas Islam Imam Muhammad Ibn Saud berupaya untuk terus mengembangkan peran lembaga ini bisa lebih besar lagi, sehingga tidak hanya ilmu-ilmu Islam yang selama ini sudah diajarkan, tapi juga akan dikembangkan kepada manajemen, ekonomi dan kebudayaan."
Ia juga menjelaskan, selama ini LIPIA yang ada di Jakarta membina lembaga Al khadimul Haramain di Aceh. Kebrhasilan LIPIA selama ini dalam meningkatkan pengetahuan Islam dan bahasa Arab, menurut dia, tidak lepas dari dukungan Departemen Agama dan Kantor Kedutaan Besar Saudi Arabia di Jakarta.
Sementara itu, Direktur LIPIA Dr Abdullah Hadhidh Al-Sulamy mengungkapkan, LIPIA merupakan salah satu gambaran yang cemerlang dari kerjasama antara dua negara sahabat. "Sekitar 1400 mahasiswa dan mahasiswi belajar di berbagai jurusan yang ada di LIPIA yaitu Jurusan Syariah, Jurusa Persiapan Bahasa Program Intensif, Jurusan Pendidikan Takmili (Pra Universitas). "Dari 8604 alummni LIPIA selama ini, tersebar di berbagai kegiatan dan profesi. Mulai pemimpin, guru, hakim, gubernur, wakil gubernur serta anggota MPR dan DPR," jelasnya. (rep/dam/ts)
0 komentar:
Posting Komentar