"kenapa kamu tidak berpikir?"
(Al an'am:50)

Al Qur'an menyuruh menggunakan akal

salah satu dari tiang tiang ajaran islam yang penting ialah :menghargai akal manusia dan melindunginya daripada tindakan tindakan yang mungkin dilakukan orang atas ni'mat Tuhan yang tak ternilai itu.junjungan kita meletakkan akal pada tempat yang terhormat ,menjadikan akal itu salah satu alat untuk mengetahui Tuhan.



Bertebaran didalam al Qur'an beberapa pertanyaan pertanyaan untuk memikat perhatian menyuruh mempergunakan pikiran,mendorong manusia suapaya menjalankan akalnya: " kenapakah mereka tidak berpikir? kenapakah mereka tidak ingat? kenapakah mereka tidak mempergunakan akalnya?" dan demikainalah seterusnya.

Disuruh orang memperhatikan tumbuh tumbuhan yang hidup dan ditanya ,apakah dan siapakah yang menghidupkan dan menumbuhkan tumbuh tumbuhan itu.disuruh orang memperhatikan api yang menyala, dan ditanya apakah dan siapakah yang menyalakan nya.disuruh memperhatikan air hujan yang turun dari langit dan ditanya siapakah dan apakah yang menurunkan nya,apakah manusia atau siapa.disuruh orang memperhatikan binatang hewan yang berguna bagi manusia seperti unta( bagi orang arab) ,disuruh memperhatiakn bumi yang terhampar,memperhatikan langi yang melengkung,gunung yang tegak bertumpuk,awan dan mendung yang berduyun beriringan ,disuruh pikirkan dan disuruh mengambil konklusi sendiri tentang kebenaran dan kekuasaan Tuhan,disuruh dan diajar manusia supaya "melihat" hikmah,serta qudrat dan iradah kholiqnya "dibelakang" semua makhluk yang dapat dilihatnya dengan mata kepala.

demikiankah Al Qur'an berkata antara lain:
"tidakkah kamu pikirkan bibit yang kamu tanam?

"kamukah yang menumbuhkan ataukah kami yang menumbuhkan?

"tidakkah kamu pikirkan air yang kamu minum?"

"tidakkah kamu yang menurunkan dari awan ataukah kami yang menurunkan nya?"

"tidakkah kamu pikirkan api yang kamu keluarkan dari pohon kayu?"

"kamukah yang mengadakan pohon kayu itu atukah kami yang mengadakan nya?"


siapakah diantara orang orang yang berakal yang tidak akan terpikat hati dan perhatian nya oleh cara agama islam membawakan manusia kepada mengetahui Tuhannya seperti terlukis dalam ayat ayat yang kita cantumkan diatas itu.

sudah tak salah lagi ,bahwa salah satu dari jasa islam bagi manusia dan kemanusian ialah "mobilisasi akal" pembukaan dan penggerak akal manusia yang lama tidak mendapat tempat yang semestinya dalam perikehidupan rohani dan jasmani manusia.

Bukalah Al Qur'an ,dihalaman mana jua pun.sudah tentu akan terasa oleh tiap tiap seseorang yang membacanya,bagaimanakah dorongan islam yang tak kurang kurangnya untuk memakai akal, mempergunakan pikiran sebagai satu ni'mat Tuhan yang tak ternilai harganya.

Kita orang islam diwajibkan memakai akal untuk memikirkan ayat ayat al-Qur'an supaya mengerti akan maksud dan ma'na nya:lantaran ayat ayat al Qur'an itu diturunkan untuk yang mau berpikir ,mau mengambil ma'na ,mau mengetahui ,mau beristinbath,mengambil konklusi.

" sesungguhnya kami terangkan ayat ayat itu untuk orang orang yang mengetahui"( Al an'am :97)

"sesungguhnya kami terangkan ayat ayat itu bagi kaum yang suka mengambil pengertian"( Al an'am:98)

AL-QUR'AN MENCELA ORANG YANG TIDAK MENGGUNAKAN AKAL

Agama Islam amat mencela orang yang tidak menggunakan akal nya,orang yang terikat pikirannya dengan kepercayaan kepercayaan dan faham faham manusia yang tak berdasarkan dasar yang benar;mereka yang tidak mau memeriksa,apakah kepercayaan dan faham faham yang disuruh orang terima itu betul dan berdasar kepada kebenaran atau tidak.

Tegasnya, agama islam melarang kita bertakliq buta kepada faham dan itikad yang tak berdasar kepada wahyu illahi yang nyata,hanya sekadar menurut faham faham lama (pikiran pikiran tradisional) yang turun temurun dengan tidak mengetahui dan memeriksa terlebih dahulu ,apakah faham itu berguna dan berfaedah dan suci atau tidak.

"dan janganlah engka turut turut saja dalam hal hal yang enkau tidak mengetahui pengetahuan tentangnya,(karena)sesungguhnya pendengaran dan peblihatan dan hati ,semuanya itu akan ditanya tentang (turut turutan) itu" ( Al isra':36)

"mereka berkata: tidak ,tetapi kami menurut apa yang dikerjakan oleh nenek moyang kami (saja)".apakah mereka juga menurut nenek moyang mereka walaupun mereka ini tidak memikirkan sesuatu apapun dan tidak mendapat petunjuk?"(Al bagarah:170)

"apakah (juga turut menurut nenek moyang mereka) apabila mereka ini tidak mempunyai pengetahuan sedikit jua pun,dan tidak terpimpin kejalan yang benar?"(Al maidah:104)

demikianlah contoh dari pernyataan pernyataan yang mengandung jawaban dalam Qur'an yang tepat dan tajam,dihadapkan kepada manusia,supaya mereka menghargai akal dan memakai akal sebagaimana mestinya.


METODE BERFIKIR DALAM ISLAM

Kalau ditanah barat orang menyangka bahwa baco van verulam lah yang mulai mengemukakan apa yang disebut "inductive method" dalam berpikir ,maka Rasulullah SAW sudah mengajarkannya beberapa abad sebelum itu.mengajarkan satu cara berpikir ,yang sampai sekarang menjadi dasar bagi tiap tiap penyelidikan ,yang berhak dinamakan "ilmiah" (scientific).


Dalam islam akal mendapat tempat yang mulia.dalam islam akal tidak ditindas melainkan dipergunakan dan diberi jalan,diberi aliran untuk kemanfaatan kita manusia.

tetapi, apakah ini juga berarti bahwa islam memberi kemerdekaan berpikir dengan tak terbatas?

apakah ini juga berarti bahwa orang islam harus melemparkan semua faham faham yang dianggap "lama" dan harus menjadikan "akal merdeka" nya sebagai hakim yang tertinggi dalam semua hal?!

AKAL MERDEKA YANG MEMIMPIN

Manakah dia,akal merdeka itu?
akal merdeka telah memerdekakan kaum muslimin dari kekolotan yang membekukan otak.akal merdeka telah melepaskan kaum muslimin dari kebekuan berpikir .akal merdeka telah melahirkan seorang washil bin 'atha' , yang telah berani menentang arus mazhab imam hasanul basri.akal merdeka telah melahirkan seorang abdul huzhail al allaf,seorang an nazzam dan lain lain pujangga mu'tazilin,yang tidak kalah ketajaman otaknya dari filosof filosof barat yang termasyur.

akal merdeka telah melahirkan seorang mufassir fachruddin ar razi ,yang menciptakan satu tafsir Qur'an yang tetap up to date sampai sekarang.akal merdeka telah melahirkan seorang Al Asy'ari yang diwaktu kecilnya dididik dalam suasana madzab "ahlis sunnah" kemudian berani berpisah (beri'tizal)dari madzab tersebut.dan kemudian tak gentar pula meninggalkan madzab muta'zilah dan membantah beberapa ajaran ajaran "rasioanal" dari kaum mu'tazilah dengan senjata mu'tazilah sendiri,yakni dengan "akal merdeka" pula.

Al asy'ari yang dalam teori falsafahnya tentang "ainusy syai " tak kalah bila dibandingkan denga teori "das ding an sich" dari immanuel kant.Al asy'ari yang teori qadha dan qadarnya tak kalah jika dibandingkan dengan teori "harmonia praestabilia" dari seorang leibnizt.akal merdeka melahirkan seorang ghozali,seorang ibnu taimiyah,seorang muhammad abduh dan lain lain.

KESESATAN AKAL MERDEKA

Sebaliknya!
lantaran akal merdeka pula timbulnya faham kaum karramiet yang mengemukakan iti'kad "anthopomorphisme" yang bertentangan dengan dasar dasar aqaid islam,apalagi roh dan spirit islam.

Lantaran akal merdeka itu pula timbulnya i'tikad "pantheisme" dalam kalangan tasauf.yaitu lantaran akal merdeka yang tak mau tahu dengan tradisi hadist dan al Qu'ran,dan merdeka membelok belokkan makna hadist dan Qur'an itu sebagaimana yang cocok dengan si akal merdeka itu sendiri.

Lantaran akal merdeka pula seorang al hallajj bisa berkata: " ana al haqq" "akulah Tuhan...!"

Lantaran akal merdeka orang mungkin mengadakan bermacam upacara dan menghukumkan yang demikian itu selaku ibadah.memang,lantaran akal merdeka yang tidak mau peduli dengan tidak adanya contoh yang demikian itu dari yang satu satunya berhak menentukan cara peribadahan kepada Tuhan,yakni Rasulullah SAW sendiri.

Lantaran akal merdeka itu pula timbulnya upacara azan dikubur ,meminta syafaat kekubur dan lain lainnya.

Lantaran merdekalah mula mula timbul macam barang baru dalam urusan ibadah,terjadi bermacam macam khurafat ,khurafat kuno dan khurafat modern.

Sepintas lalu seolah olah berlawanan terdengarnya,seolah olah paradoxaal bunyinya,akan tetapi sesungguhnya memang begitu.

Dengan akal merdeka orang kita bisa mencela ,mengeritik dan menjelek jelaekkan orang pergi kemeriam si jagur dengan alasan alasan tidak ma'kul,tidak rasional!mereka yang dicela pandai pula mempertahankan perbuatannya dengan akal merdekanya!


AKAL MERDEKA YANG TERBEBAS


Akal yang merdeka dari patokan patokan agama ,yang merdeka dari "spirit" agama,mungkin akan menjadikan kuburan kuburan Dr.sutomo dan cokroaminoto tempat berkaul dan berniat.akal merdeka pula mungkin mencari cari alasan untuk mendirikan diatas kuburan pemimpin islam seperti cokroaminoto satu qubbah,ya satu gedung dengan gambar yang indah dan permai,yang membukakan pintu bermacam macam khurafat,yang selama ini dicela akal merdeka itu sendiri.

akal merdeka mungkin mencela orang yang percaya kepada azimat dan maskot,mencela orang yang memuja kepala patung ,lantaran tak " logis" , "tak masuk akal" .akan tetapi akal merdeka itu pula pandai menceritakan alasan dan helah ,untuk bersalut kepada bendera ,dan bersalut kepada api unggun.pandai menceritakan alasan yang " rationeel" untuk mengadakan patung raden ajeng kartini ,meletakkan patung itu ditempat terang terang laras,mengatur upacara berdiri dan berta'jub tafakur dihadapan benda yang tak bernyawa itu.

semua khurafat,semua bid'ah,semua takhayul bisa di "logis" kan , di "rasional" kan oleh siakal merdeka.

akal merdeka ada pada sisi sipintar dan sibodoh.sipintar berakal akal secara pintar.sibodoh berakal merdeka secara bodohnya.taqlid ada,pada sisi si jahil dan si intelek.si jahil berturut munding secara jahil , si intelak bertaqlid buta


Walloohu A'lam Bishowab

0 komentar:

Agenda Harian

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/

Isi Blog

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.