Oleh : Fakta 25 Mar, 07 - 2:00 am

imageDi siang bolong, dengan membawa sebuah mobil, sekelompok bule berhidung mancung mebagi-bagikan buku dan brosur Kristen di daerah Pasar Sindang, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Tak memandang apapun agama orang yang lewat, siapapun diberi buku dan brosur itu. Orang-orang berwajah luar negeri itu juga masuk ke gang-gang kecil, mengetuk pintu rumah-rumah warga lalu membag-bagikan brosur Kristen itu. Misi yang sama juga terjadi di daerah Stasiun Jatinegara Jakarta Timur, Bekasi, Bandung, dan lainnya.

"Buku ini tidak ada bahayanya bagi kami. Tapi kami merasa risih dan tidak nyaman dengan hal ini," ujar Dina, warga Rawabadak, Jakarta Utara, dalam selembar surat yang ditujukkan kepada Tim FAKTA.

Brosur yang dimaksud adalah selebaran full colour berjudul Akhir Agama Palsu Sudah Dekat.

Lembaran itu diterbitkan oleh Saksi Yehova, sebuah sekte Kristen yang dibentuk oleh Charles Tase Russel, tokoh mantan jemaat gereja Seventh Day Adventist (Advent Hari Ketujuh) pada tahun 1879 di Amerika Serikat. Di Indonesia, sekte ini pernah dilarang selama seperempat abad sejak awal Desember 1976 berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung RI. Pada masa Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), larangan ini dicabut sehingga salah satu aliran dalam Kristen ini bebas merajalela.

Sedangkan buku yang disebarkan oleh missionaris bule itu berjudul Yesus Juru Selamatmu terbitan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Cover depan buku itu bergambar sebuah lukisan seorang pria sedang berusaha menyelamatkan seekor kambing yang hendak terjatuh ke dalam jurang. Sedangkan cover belakang menampilkan lukisan Yesus yang sedang berdiri terpentang di tiang Salib setinggi kurang lebih empat meter.

Mendapat buku yang sampulnya berbau pornografi ini, Dina menyatakan dalam suratnya, "Mungkin buku ini tidak ada bahayanya bagi umat Islam," Ini bisa dimaklumi, karena ajaran Islam sangat bertolak belakang dengan tradisi Kristen. Dalam Islam, melukiskan seorang Nabi saja dilarang, apalagi menggambarkan seorang nabi dalam rupa yang menderita dan tak berbusana wajar sehingga kelihatan auratnya.

Buku setebal 93 halaman yang disusun oleh Tim Penyiapan Naskah LAI ini sepenuhnya menjajakan doktrin Kristen bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat penebus dosa manusia. Profil, karya, ajaran, mukjizat dan filosofi Yesus yang diungkap dalam buku ini dikutip dari ayat-ayat Injil ditambah dengan doktrin tulisan Paulus dalam surat-suratnya. Beberapa mukjizat Yesus yang ditampilkan dalam buku ini, antara lain menyembuhkan orang yang berpenyakit kusta, orang lumpuh, orang buta, dan memberi makan lima ribu orang dengan lima ketul roti.

Terhadap mukjizat tersebut, umat Islam tidak merasa aneh lantas menaikan derajat Nabi Isa sebagai tuhan. Bahkan dalam al-Qur'an masih banyak mukjizat nabi Isa yang tidak dilukiskan dalam Injil, antara lain menyembuhkan orang yang berpenyakit sopak, menghidupkan orang mati, menciptakan burung hidup dari tanah liat, dan lain sebagainya. Semua ini bukan kemampuan Nabi Isa, tapi karena izin Allah (bi idznillah). Ini bisa dibaca dalam surat Ali Imran 49.

Injil Yohanes 5:30 juga menyatakan bahwa Yesus tidak bisa berbuat apapun dari dirinya sendiri, karena semuanya terjadi atas kehendak Tuhan yang mengutusnya. Jadi, segala mukjizat Yesus itu bukan bukti atas ketuhanan dirinya, tapi bukti kekuasaan Allah yang mengutus Yesus sebagai seorang Nabi.

Tentang ajaran kemanusiaan Yesus, dalam buku ini dijelaskan syariat Yesus tentang perzinaan (hlm 33-34). Dalam selebaran itu, dikutip Injil Yohanes 8:1-11 yang megisahkan bahwa suatu hari orang-orang ahli taurat menangkap basah seorang perempuan yang sedang berzina. Mereka meminta fatwa kepada Yesus tentang hukuman yang harus diterapkan kepada pezina itu, karena dalam Taurat Musa disebutkan bahwa pezina itu harus dirajam. Yesus mengabulkan permintaan mereka dengan syariat baru, "Barangsiapa di antara kami tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Karena tidak ada dari mereka yang tak memiliki dosa, maka mereka tidak berani menghukum sepasang pezina tersebut. Maka bebaslah kedua pezina itu setelah dinasihati Yesus dengan sepatah kalimat, "Jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

Selain bertentangan dengan hukum Taurat tentang hukum rajam (Ukangan 22:22-24), syariat Yesus tentang perzinaan ini jelas sulit diterapkan di masyarakat. Sulit dibayangkan apa yang terjadi di masyarakat, jika orang yang terbukti dan tertangkap basah berzina itu tidak diberi hukuman apapun, kecuali hanya dinasihati dengan kalimat, "Jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

Ketika menjelaskan misi Yesus yang disampaikan kepada ke-12 muridnya, penulis dari LAI mengutip Injil Markus 3:13-19. Ayat ini hanya menjelaskan bahwa Yesus memilih 12 orang sebagai murid untuk pendamping dalam menyebarkan kabar baik dari Tuhan. Sedangkan dalam Injil Matius 10:1-6 tidak dikutip. Ayat-ayat ini juga menceritakan pemilihan Yesus kepada 12 orang murid yang dilengkapi dengan wasiat berisi undang- undang penyiaran agar misinya hanya disampaikan kepada orang Israil yang hilang.

Secara tegas, Yesus mewanti-wanti kepada ke-12 muridnya, "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel" (Matius 10:5-6)

Jika para penginjil bule itu menaati wasiat Yesus ini, maka persoalan mereka dengan umat Islam sudah selesai. Mereka tidak perlu jauh-jauh meninggalkan tanah airnya mengkristenkan umat Islam di Nusantara dengan segala cara. Menyebarkan Kristen kepada bangsa Indonesia yang notabene bukan orang Israel adalah tindakan yang melanggar wasiat Yesus yang mereka anggap sebagai Tuhan itu. Yesus tidak akan menyukai tindakan yang menyalahi ajarannya. (sabili/al-islahonline)

0 komentar:

Agenda Harian

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/

Isi Blog

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.