Serangan Barat Untuk Menghancurkan
Islam Sebagai Ideologi dan Sistem

Sejak akhir-akhir ini, didapati serangan Barat ke atas umat Islam semakin menjadi-menjadi. Mereka secara terang-terangan melancarkan serangan ketenteraan ke atas sebahagian kaum muslimin yang lemah tidak bersenjata. Selain daripada serangan ketenteraan ini, terdapat serangan-serangan yang berupa pemikiran di dalam usaha untuk menjauhkan kaum muslimin daripada ajaran Islam yang sebenarnya. Di samping itu untuk menunjukkan bahawa merekalah yang kuat dan Islam pula lemah. Mereka mendakwa umat Islam yang bertindak membalas serangan mereka sebagai teroris dan mengancam umat Islam yang menyokong perjuangan tersebut juga sebagai agen teroris dan mereka akan diserang sebagaimana nasib yang menimpa umat Islam di Afganistan. Presiden George W. Bush secara terang-terangan menyatakan serangan ke atas umat Islam yang menyokong perjuangan pejuang-pejuang Islam adalah perang salib.Amerika terus cuba menekan dan memberi ancaman kepada negara-negara Islam yang menyokong perjuangan para pejuang yang ihklas ini.

Dalam keadaan semacam ini, orang-orang kafir melakukan berbagai konspirasi. Kita telah menyaksikan begitu banyak propaganda yang penuh dengan kebencian dalam melakukan serangan untuk menghancurkan Islam. Dan kebanyakan kaum Muslim di Barat menolak propaganda propaganda tersebut. Sayangnya sebahagian daripada mereka menjadi lemah, bahkan kepercayaan mereka terhadap Islam menjadi goyah. Bahkan pula mereka lebih cenderung untuk menegakkan ideologi Barat dengan harapan memperolehi manfaat yang tidak seberapa nilainya.

Sesungguhnya hanya segelintir kaum muslimin yang menyedari dan mempercayai serangan terhadap Islam sebagai berbentuk ideologi dan sistem. Bagi kita yang telah memahami perkara sebenarnya, tidak ada pilihan lain kecuali menyiapkan diri kita untuk menunaikan perintah Allah SWT yang telah diwajibkan atas kita dan juga atas seluruh kaum Muslim. Yaitu menyampaikan perkataan yang benar.
Selanjutnya kami akan menjelaskan bagi kaum Muslim hal-hal penting berikut:

1. Islam adalah agama haq yang diwahyukan Allah SWT kepada penghulu para Rasul-Muhammad SAW. Tetapi orang-orang Barat berusaha mengotori Islam dengan hal-hal yang bukan berasal dari Islam, dengan maksud untuk mengaburkan Islam. Juga untuk mempropagandakan bahwa peradaban mereka jauh lebih tinggi dan lebih baik dari peradaban Islam. Segala propaganda ini dilakukan untuk melemahkan Islam dalam jiwa; khususnya yang berkaitan dengan akidah. Penyelewengan Barat tersebut dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan membuat pembohongan tentang agama Ibrahim. Mereka menyatakan bahwa Islam adalah salah satu cabang dari agama Ibrahim as, sebagaimana agama Nasrani dan Yahudi. Ini menghasilkan konsep bahawa Islam dan agama-agama lain adalah sama. Konsep ini menimbulkan idea penyatuan agama-agama, ia menghasilkan suatu pandangan bahwa orang-orang yang beriman dari semua agama adalah sama. Oleh karena itu mereka harus bersatu padu dalam melawan terorisme. Sedangkan pandangan yang sebenamya ialah Islam merupakan satu-satunya agama yang benar, sedangkan selain Islam adalah salah ( batil). Keyakinan bahwa hanya Islam saja yang benar merupakan adalah sebahagian daripada Iman.
Allah SWT berfirman:
"Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang Musyrik" (TMQ Ali Imran [3]: 67)

Selanjutnya Allah SWT berfirman:"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agamanya itu) " (TMQ Ali Imran [3]: 85)

Dan firman-Nya:"Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya... " (TMQ Al-Mujadalah [58]: 22)

Selanjutnya Allah Swt mendedahkan rancangan orang-orang kafir, dengan finnan-Nya: "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. " (TMQ Al-Baqarah [2]:120)

Daripada ayat-ayat di atas dapat menerangkan kepada kita bagaimana sikap seorang muslim kepada agama-agama lain. Dengan demikian Allah SWT telah menetapkan bagaimanakah bentuk hubungan antara Islam dengan agama-­agama lain. Bentuk hubungan ini menjelaskan bahwa Islam dan kekufuran tidak akan pernah bertemu kepada satu titik kesefahaman tidak kira di dalam apa jua keadaan pun. Kaedah lain (yang mereka gunakan) untuk melemahkan Islam dalam jiwa kaum Muslim adalah dengan cara menafsirkan nas-nas Islam dengan penafsiran yang tidak menunjukkan Islam sebagai satu ideologi atau sistem.

Penafsiran yang mereka lakukan hanya menjadikan Islam sekadar sebuah agama sebagaimana agama Nasrani dan Yahudi. Sementara itu para ulama kepada penguasa yang menjadi agen Barat, berperilaku tidak ubah seperti para rahib dan pendeta Nasrani. Dan kata-kata mereka sama seperti propaganda yang dilontarkan oleh para pemikir Barat. Contohnya istilah jihad hanya merujuk kepada memerangi hawa nafsu dan bukan perang. Meskipun di dalam AI-Qur'an terdapat lebih dari 120 buahayat yang menyebut kata jihad, dan menegaskan bahwa pengertian jihad adalah perang. Walaupun terdapat hadis Rasulullah saw yang dijadikan hujah, tetapi dalil daripada AI-Quran merupakan sumber yang sepatutnya diambil Sedangkan maksud-maksud yang terkandung di dalam hadis seperti di atas adalah sekadar motivasi untuk melawan nafsu. Ia hanya menerangkan bahawa ganjaran melawan nafsu adalah sama dengan ganjaran di dalam jihad dan bukan memberikan takrifan jihad itu sendiri yang telah muktamad maknanya di dalam Al-Quran.

Allah Swt berfirman:"Dan janganlah kamu campur adukkan yang haq dan yang batil, dan janganlah kamu sembunyikan yang haq tersebut padahal kamu mengetahui " (TMQ Al-Baqarah [2]: 42)

Kaum muslimin secara keseluruhan harus berpegang teguh terhadap Islam dan (meyakini) hanya Islam sajalah yang benar. Islamlah yang paling tinggi: Tidak ada-yang lebih tinggi daripada Islam. Bersikap waspadalah agar tidak melakukan penyimpangan daripada Islam ketika berusaha mempertahankan diri mereka dan hak-hak mereka di dalam dunia yang penuh dengan kekafiran sekarang ini. Janganlah kita termasuk ke dalam segelintir kaum muslimin yang cenderung untuk menyimpang daripada Islam semata-mata hanya untuk memperolehi manfaat daripada sistem dan orang-orang yang kafir.

2. Sesungguhnya orang-orang kafir berasa hairan terhadap perasaan yang ada antara kaum muslimin satu dengan yang lain. Muslim Nigeria dan Indonesia meskipun jaraknya berjauhan antara satu dengan yang lain, mereka sama-sama melakukan tindakan mencela serangan (Amerika) terhadap Afghanistan sebagaimana tindakan kaum muslimin di wilayah lain. Ini adalah bukti bahwa kaum muslimin masih menganggap dirinya sebagai umat yang satu, meskiipun dikongkong oleh sempadan geografi.

Allah SWT berfirman:" Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara... " (TMQ AI-Hujurat [49]:10)

Rasulullah saw bersabda:"Seorang muslim itu saudara bagi muslim lainnya, tidak boleh menzalimi dan juga tidak boleh menyerahkan saudaranya (pada musuhnya) "

Kebingungan orang kafir ini semakin mendorong mereka untuk membenci kaum Muslim dan mereka berusaha untuk menghancurkan kesatuan ini. Demikianlah seterusnya. Kita terus mendengar pendapat-pendapat para pemimpin Barat yang mendakwa bahwa di antara kaum musltmin ada yang bersikap moderat, fundamentalis, beradab dan ada pula yang teroris. Sebenarnya dengan klasifikasi sedemikian itu mereka sedang mencerai-beraikan kesatuan kaum. Oleh karena itu telah menjadi suatu kewajiban atas seluruh individu muslim pada saat ini untuk bersatu padu menghadapi tentangan yang dihadapkan pada mereka ini. Tidak dibolehkan seorang muslim menipu saudara muslimnya atau menyusahkannya hanya untuk menjauhkan celaan pada dirinya atau bahkan didalam usaha memperolehi penghargaan daripada orang-orang kafir. Tidak dibolehkan kaum Muslim mengusir saudara mereka meskipun mereka berbeza pendapat, berlainan madzhab, aliran pemikiran atau gerakan. Kita mesti sedar bahwa serangan yang diarahkan pada kaum muslimin bersifat secara keseluruhan termasuk kaum muslimin yang sedang dipergunakan oleh Barat, Akhirnya, pasti tidak seorangpun daripada kaum muslimin maupun jama'ah Islam yang akan terselamat dari serangan tersebut.

3. Kehancuran negara Khilafah Islamiyah hampir 82 tahun yang lalu antaranya adalah disebabkan oleh serangan dan gerakan-gerakan nasionalis yang didokong oleh Barat terutamanya British. Kemudian mereka mendirikan institusi-institusi yang rapuh di atas runtuhan institusi khilafah tersebut, melantik penguasa-penguasa yang tunduk dan patuh kepada mereka. Penguasa-penguasa muslim ini kemudiannya mendakwa penubuhan semula sistem khilafah Islamiyah akan menyebabkan ketidakstabilan. Oleh karena itu mereka menyeru kaum muslimin menolak seruan ini. Mereka juga mengajak kaum muslimin ( sudah tentu dengan maksud menyesatkan) untuk mengambil penyelesaian yang tidak bersifat menyeluruh. Sementara pada masa yang sama mereka sendiri ( para penguasa tersebut ) pasrah kepada Barat.

Dengan demikian umat wajib menolak ajakan tersebut.. Umat hendaknya memahami bahwa negara. Khilafah Islamiyahlah yang akan menerapkan Islam. Ketidakstabilan dan bahkan keruntuhan sistem sekarang ( Kapitalis moden/ dilaknat Allah SWT) adalah untuk menggantikan suatu sistem yang diredhai Allah SWT iaitu sistem Khilafah Islamiyah. Tanpa kewujudan sistem Khilafah ini, tidak mungkin bagi masyarakat untuk terikat dengan Islam secara sempurna. Penerapan (sistem) Islam bukan sekadar menerapkan sebahagian kecil hukum penghukuman Islam tetapi kesemuanya. Islam adalah agama yang sempurna dari Allah SWT yang mengatur seluruh aspek dan memecahkan semua masalah kehidupan. Misalnya, Islam mengatur bagaimana tatacara memperoleh kekayaan dan bagaimana tatacara pengagihannya melalui sistem ekonomi yang adil. Islam juga mengatur bentuk hubungan antara lelaki dan perempuan dengan sistem sosial yang harmoni. Bahkan Islam juga menjamin keadilan melalui penerapan sistem peradilan yang sama sekali tidak memberikan kesempatan bagi orang kaya atau orang yang memiliki kedudukan untuk mendapat layanan istimewa kerana harta dan pangkat. Perolehan hukum dalam sistem ini hanya dilakukan dari nas-nas Al-Qur'an dan Sunnah mahupun Ijma' Shahabat dan Qiyas. Sayangnya, sistem ini tidak diterapkan pada masa ini, kerana tidak wujudnya sistem Khilafah. Penerapan sistem Khilafah inilah yang melahirkan kekayaan fiqh Islam yang luar biasa, dan yang menjadikan kaum muslimin kemudiannya akan kembali menerajui dunia di dalam seiuruh bidang sebagaimana ketika zaman keemasan Islam dahulu. Negara sistem ini kelak akan memimpin masyarakat untuk maju tanpa mengalami kerosakan. Negara seperti inilah juga yang akan memberikan intensif-intensif yang perlu bagi manusia untuk terus meningkatkan kemampuan keintelektualannya tanpa ada sifat sombong dan angkuh.

4. Ketika orang-orang kafir melakukan serangan-serangan keji dan hina terhadap Islam maupun ke atas pejuang-pejuang dan pendakwah Islam yang ikhlas, kita menyaksikan adanya sebahagian kaum muslimin yang berputus­asa di dalam usaha untuk mengembalikan (penerapan sistem) kehidupan Islam. Mereka bersikap pasrah. Kepasrahan tersebut menyebabkan mereka berdiam diri ketika Islam diserang dari segi pemikiran yang- sedang terjadi di tengah-tengah umat. Sekarang ini adalah masanya untuk kita menghapuskan sifat berputus-asa, pasrah, dan bersikap tidak kisah. Telah tiba waktunya untuk menyingkirkan pemikiran-pemikiran dan tsaqafah Barat yang hina sehingga ke akar-akarnya. Hal itu adalah hak bagi kaum muslimin; kerana memang Allah swt sentiasa berserta dengan kaum mukmin.Firman Allah SWT:"Dan janganlah kalian merasa hina dan juga berputus asa, sungguh kalian adalah yang paling tinggi apabila kalian beriman" (TMQ AIi Imran [3]: 139)

Wahai kaum Muslim,
Sesungguhnya Barat telah mengaburi umat Islam, menyerang, dan mengeluarkan tuduhan-tuduhan yang menyesatkan ke atas generasi pemuda-pemuda mukmin yang berusaha siang dan malam untuk membela Islam. Kuasa-kuasa kuffar ini terus-menerus tanpa segan silu merampas hak kaum muslimin serta melemahkan pemikiran muslim siang dan malam. Inilah usaha jahat orang-orang kafir sejak bermulanya perang Salib. Mereka berkehendak supaya kaum muslimin meninggalkan aqidah mereka dan memeluk aqidah sekular iaitu aqidah yang berkonsepkan memisahkan agama dengan kehidupan. Hari ini, Barat telah berupaya memisahkan aqidah umat Islam daripada urusan kehidupan. Apa yang tinggal hanyalah aspek kerohanian yang diamaikan di dalam masjid sedangkan di dalam urusan harian, sistem yang diamalkan bertentangan sama sekali dengan aqidah yang mereka anuti.
Ternyata keadaan seperti ini sangat memerlukan seseorang muslim untuk bersama-sama membela Islam dengan kembali mengkaji tsaqafah Islam yang benar dan dengan penuh keikhlasan menyebarkannya ke dalam masyarakat. Sesungguhnya kewajipan ini terletak di atas setiap kaum muslimin. Maka wajib bagi mereka untuk mengerjakannya. Untuk mengagalkan perancangan-perancangan keji daripada Barat ini, Islam memerintahkan kita semuanya untuk bangkit dari. terus membela Islam; mengetahui hakikat penguasaan orang-orang kafir serta pengaruh-pengaruhnya terhadap kita. Supaya kita dapat memelihara akidah, agama, dan kewujudan kita sebagai umat. Dan kita tidak lagi bersikap rendah diri dan bersifat lemah ketika menghadapi propanganda Barat yang cenderung menunjukkan kekuatan mereka kepada kita. Yang sebenarnya Islamlah yang paling tinggi dan apa yang haras dilakukan sekarang ialah mengejutkan gergasi yang sedang tidur supaya barulah dapat disaksikan keagungan dan ketinggian mabda Islam melalui penubuhan sistem pemerintahan Khilafah.

Allah SWT berfirman: "Maka janganlah kalian takut kepada mereka dan takutlah kalian kepada Kami, apabila kalian orang-orang yang beriman " (TMQ Ali Imran [3] :175)

Wallahualam.

0 komentar:

Agenda Harian

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/

Isi Blog

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.