Metode Menegakkan Kembali Khilafah


Situasi Umat Islam Ketika Ini

Allah berfirman dalam Surat Ali Imran ayat 110 yang ertinya:"kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah ".

Hal ini pasti benar apabila kita melihat kembali masa yang lalu, pada waktu Islam mencapai puncak kejayaannya dan peradaban Islam hampir tidak tertandingi. Hal ini benar-benar terjadi dimasa Rasulullah SAW. Pada waktu Islam benar-benar dilaksanakan dalam segala aspek kehidupan. Gambaran umat Islam oleh Allah ini benar-benar terjadi pada waktu Islam mengatur segala aspek kehidupan, pada waktu dimana Islam hanya satu-satunya rujukan dalam memecahkan segala aspek kehidupan, bahkan jauh setelah Rasulullah, selama lebih dari 1300 tahun. Sayangnya setelah runtuhnya khilafah Islamiyah pada tahun 1924, perubahan mulai terjadi pada perkara utama ajaran Islam bahawa Islam tidak hanya ditinggalkan tetapi lebih buruk lagi dikaitkan dengan kekerasan, teroris, dan kemunduran. Ringkasnya sekarang Islam hampir selalu dipandang sebelah mata oleh orang kafir dan oleh sebagian besar kaum muslimin yang korup secara intelektual.

Inilah suatu kenyataan yang dewasa ini kita hadapi sebagai kaum muslimin, sebagai fakta nyata ironis. Islam selalu yang tertinggi, Islam memberi manusia cara terbaik tentang bagaimana hidup. Islam adalah satu-satunya cara hidup yang lengkap dan selalu tepat sepanjang masa. Pertanyaan yang timbul adalah : Apabila Islam merupakan ideologi terbaik yang dapat digunakan oleh setiap orang, mengapa muslim sekarang menghadapi berbagai masalah ?
Rasulullah telah menjawab pertanyaan ini jauh sebelum masalah-masalah ini menjadi kenyataan. Rasulullah bersabda : "Nanti akan datang suatu zaman, ketika sekelompok orang mengerumuni kalian persis seperti kelompok orang-orang yang lapar mencoba menyantap hidangan diatas piring". Salah seorang sahabat terkejut dan bertanya: "apakah karena jumlah kita hanya sedikit ?". Rasulullah menjawab : "Tidak, jumlah ka!ian banyak, tetapi seperti buih yang ;nengapung diatas lautan. Allah telah mencabut rasa takut di dalam dada hati musuh kalian dan kalian dijangkiti penyakit `Wahn'. "Apa itu wahn ? ". Rasulullah menjawab : "Cinta dunia dan takut mati ".

Umat muslim telah meninggalkan Islam. Islam jauh dari kehidupan sehari-hari meskipun jumlah kita besar. Kita telah mengesampingkan Islam dalam setiap urusan, budaya, pikiran dan perasaan sehari-hari, meskipun kita melihat banyak kaum muslimin yang masih menjalankan tugas-tugas pokok mereka; seperti Solat, puasa, pergi haji dan membayar zakat. Islam terpuruk untuk memenuhi naluni dasar ibadah. Cinta kita kepada dunia ini melebihi cinta kita kepada Allah.

Kita tidak rela mengorbankan "indahnya" dunia demi kehidupan abadi di akhirat kelak. Aqidah kita berada di titik terendah. Sebelum kita memeluk Islam seara kaffah, sekali lagi dengan cara menjadikannya rujukan bagi kehidupan kita, masalah-masalah yang kita hadapi sekarang akan tetap timbul. Dan hingga akhirnya kita akan menghadapi dunia dengan kehinaan.

Keperdulian Umat Muslim

Dalam buku "Manhaj Fii Taghyiir", disebutkan bahawa pada suatu masa, keperdulian terbesar umat muslim adalah mengembalikan Islam sebagai cara hidup, dengan cara menegakkan kembali Khilafah Islamiyah. Sudah 80 an tahun lamanya umat muslim hidup tanpa pemimpin, tanpa kesatuan politik, tanpa kekuasaan sejak runtuhnya khilafah Islamiyah, Ustman. Pada tahun 1924 umat muslim telah hilang. Kita telah dipermainkan oleh orang-orang kafir dengan cara yang amat menghina dan sekarang sudah waktunya kita harus bangkit. CUKUP ... CUKUP sudah. Kita telah dijanjikan oleh Allah apabila kita memeluk Islam secara keseluruhan (kaffah) kita akan menjadi umat terbaik, oleh kerana itulah tujuan yang kita harus capai adalah mengembalikan Islam dan menyebarkan dakwah kesetiap penjuru dunia hingga Islam menguasai pemerintahan dan aturan Allah adalah yang tertinggi.

Tidak terbantahkan bahawa muslim sekarang telah menunjukan tanda-tanda kelahirannya kembali. Kita melihat para muslim yang bersungguh-sungguh, yang mencuba dengan keras untuk mengembalikan Islam sebagai pandangan hidup, meskipun hal ini merupakan tanda-tanda yang baik. Tujuan utama kelompok muslim ini adalah, pada umumnya tetap mendirikan kembali sebuah Daulah Islam, melaksanakan kembali Islam sebagai pandangan hidup yang menyeluruh. Sayangnya, kita melihat metode-metode perjuangan mereka gagal. Mereka gagal menyedari bahawa tindakan menegakkan kembali Islam adalah ibadah; perbuatan yang memerlukan ketaatan yang sempurna terhadap hukum syariat. Hal ini bererti perjuangan agar sesuai dengan aturan-aturan halal dan haram dalarn Islam.

Rasulullah bersabda : "Solatlah kalian sebagaimana aku solat ".

Hadis ini memberikan indikasi bahawa secara umum untuk setiap kegiatan ibadah, metode Nabi harus ditiru secara total. Hal ini justeru merupakan masalah berbagai kelompok dakwah Islam yang tulus. Mereka tidak dapat memahami fakta bahwa kegiatan dakwah adalah sama halnya seperti kegiatan ibadah lain; metode menegakkan kembali Islam HARUS sesuai dengan sunnah Rasulullah. Tanpa pemahaman ini, kita melihat kaum muslimin yang tulus akan kembali ke demokrasi atau Jihat sebagai metode dakwah, jelas jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepada mereka dalam perjuangannya. Dan mengembalikannya kepada metode dakwah Islam yang benar. Metode dakwah yang benar adalah metode Rasulullah SAW. Untuk mendapatkan keberkahan dan kemenangan dari Allah SWT, serta pemahaman yang jelas tentang metode Rasulullah SAW. dalam menyampaikan dakwah bersangkutan.

Dalam makalah ini, kita akan membahas pendekatan yang disederhanakan, metode Rasulullah dalam menyebarkan dakwah dan mendirikan Daulah Islamiyah.

Menegakkan Kembali Khilafah, Metode Rasulullah SAW

Dalam melakukan perubahan, untuk menegakkan kembali Daulah khilafah kepada aturan Allah dan menyampaikan ajaran Islam ke seluruh dunia, kita harus mematuhi syariat dan mengikuti secara keseluruhan (kaffah) teladan Rasulullah dalam usahanya mendirikan Daulah Khilafah. Hal ini dengan jelas ditunjukan dalam Al Qur'an yang Ertinya:"Sesunggguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (iaitu) bagi orang yang mengharap (rahmah) Allah dan (Kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah". (TMQ. 3:21)

" Katakanlah : jika kamu (benar-benar) mencintai Allah ikutilah aku, nescaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu" (TMQ.3:31).

"Apa saja yang diberikan Rasul kepadamu terimalah dia, dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah; " (TMQ. 59. 7).

Banyak ayat-ayat lain yang menunjukan bahwa mengikuti Rasulullah dan menjadikannya tauladan hukumnya wajib. Disedari bahawa Rasulullah berjuang melawan orang-orang yang mengingkari Islam dan dewasa ini kita mengembang dakwah kepada muslim untuk mendorong mereka agar teguh terhadap Islam dan bekerja untuk mengembalikan kepada aturan-aturan Allah. Juga disedari bahawa sayangnya tanah-tanah muslim bukanlah darul Islam dan masyarakat penduduk muslim bukanlah masyarakat Islam. Akibatnya kegiatan dakwah sebaiknya menitikberatkan daripada perubahan negeri Islam yang ada menjadi Darul Islam dan mengubah masyarakat Islam pada tanah-tanah Islam menjadi masyarakat Islam dan mengubah masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat Islam. Berdasarkan keadaan yang ada ini, cara dalam menyampaikan dakwah harus mengikuti beberapa pedoman Rasulullah yang sejalan dengan metode Rasulullah1. Dakwah dilaksanakan untuk melaksanakan firman Allah" Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyurh kepada yang makruf dan mencegah yang munkar ". (TMQ. 3:104)
Dakwah adalah wajib
Setiap muslim yang berperanan serta dalam menyampaikan ajaran harus bekerja dalam kerangka Islam. Mereka harus menjalankan penyampaian seruan Islam bukan cuma sekadar ini melaksanakan kewajiban. Tetapi juga mencapai pendirian khilafah dan membawa kembali aturan Allah. Dakwah untuk membawa kembali Islam merupakan upaya bersama; suatu keperluan kelompok yang harus dibina untuk menyampaikan dakwah ini.2. Dalam menyampaikan dakwah, para pengembang dakwah harus tunduk kepada aturan-aturan Allah sebagai satu-satunya dasar kegiatan-kegiatan dan tindakan mereka dan sebagai dasar untuk menawarkan pendapat bebas mereka tentang ideologi, fikiran, insiden dan kejadian yang berbeza yang terjadi. Pengembang dakwah harus terbuka, berani, jelas dan menentang segala sesuatu yang bertentangan dengan Islam, baik agama, ideologi, fikiran, pendapat, konsep, sistem, kebiasaan dan tradisi.3. Dakwah dilaksanakan untuk menuntaskan pelaksanaan Islam, baik dalam beribadah kepada Allah, urusan moral atau sistem.
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT " Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang di turunkan Allah " . (TMQ 5-- 49)."
Apa saja yang diberikan Rasul kepadamu terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah ". (TMQ. 59:7)
Pelaksanaan semua yang ditentukan oleh Allah dan apa yang disampaikan oleh Rasulullah merupakan kewajiban dan tidak ada perbezaan antara kewajiban yang satu dari kewajiban yang lain kerana pelaksanaan kewajiban-kewajiban tersebut bersifat wajib dan tidak diperbolehkan hanya melaksanakan beberapa bagian dan mengabaikan bagian yang lain. Juga tidak dibenarkan menerapkan aturan-aturan Islam secara bertahap. Aturan-aturan Islam harus dilaksanakan secara menyeluruh.4. Mendasarkan kegiatan dakwah kepada sirah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW Diutus untuk mendirikan Daulah Islam dan mengubah tanah kafir menjadi tanah Islam.
Berdasarkan metodenya kita dapat menemukembali dakwahnya yang harus ditiru yang terdiri dari tiga tahap:
(i) tahap pembinaan; hal ini mencakup menemukan dan membina individu yang yakin dengan pendapat dan metode Rasulullah. Hal ini perlu untuk merumuskan dan menetapkan kelompok yang dapat mengembang dakwah.
(ii) tahap interaksi dengan umat untuk mendorong umat bekerja untuk Islam dan melaksanakan dakwah seolah-olah dakwah adalah miliknya sehingga ia bekerja untuk menegakkan Islam dalam kehidupannya, masyarakat dan negara.
(iii) Tahap menggalang kekuatan dan melaksanakan Islam secara sempurna dan menyeluruh dan menyebarkan ajarannya ke seluruh dunia.
Tahap pertama dianggap sebagai tahap dasar/awal, dengan inti ada dan lingkaran pertama dinetuk setelah dituntun ke ajaran dan metode. Lingkaran pertama dimulai melalui hubungan perseorangan di antara umat, dan menyajikannya dengan fikiran dan metode secara perseorangan. Pada waktu melaksanakan kajian-kajian Islam, mereka akan mengembangkan kepribadian dan mental Islam yang benar, yang membuat mereka melihat pemikiran, kejadian, dan insiden dari sudut pandang Islam. Mereka juga akan mengembangkan fizik dan emosi Islam yang membuat mereka terikat pada Islam ketika mereka sepakat dengan apa yang dicintai Allah dan benci dengan apa yang di benci Allah. Hal ini merupakan tahap dasar sebagaimana dipraktikkan oleh Rasulullah, dengan keutamaan pembinaan dan kelompok dan masyarakat menjadi dasar akan keberadaan mereka, budaya dan seruan Islam, pada saat tersebut kelompok harus mulai dengan tahap kedua.

Tahap kedua melibatkan interaksi dengan umat agar mendorong mereka melaksanakan Islam dan mengangkat masalah-masalah penting. Hal ini dilakukan dengan menciptakan kesedaran masyarakat umum tentang ajaran-ajaran dan aturan-aturan Islam yang dianut oleh kelompok sehingga menjadikan Islam sebagai ajaran mereka sendiri, agar bertindak sesuai dengan ajaran Islam dan melaksanakannya.

Selama tahap ini kelompok tsb. akan mulai untuk secara bersama-sama menyampaikan kepada umat dengan cara melaksanakan kegiatan-kegiatan berikut:
a) Memusatkan pada pembinaan lingkungan bagi perseorangan untuk membentuk kelompok dan meningkat jumlahnya dengan cara membentuk keperibadian Islam yang mampu melaksanakan dakwah.
b) Secara bersama-sama membina masyarakat melalui ajaran dan aturan-aturan Islam yang telah dianut oleh kelompok. Hal ini dilakukan melalui pengkajian di masjid-­masjid, ceramah umum, seminar, konferensi, membuat tulisan dalam surat kabar, majalah, buku dan brosur untuk menyedarkan umat tentang Islam.
c) Perjuangan intelektual terhadap non muslim, sistem dan ajaran-ajaran dengan cara mengungkapkan kesalahan-kesalahan mereka dan apa saja yang bertentangan dengan Islam untuk membersihkan umat.
d) Perjuangan politik yang merupakan perjuangan terhadap negara-negara imperialis yang mempunyai kekuatan di atas tanah-tanah muslim dan tantangan terhadap rejim Islam di seluruh negeri Islam dengan cara mengungkap dan membawa mereka kembali mempertanyakan diri atas semua kejahatan yang telah mereka lakukan.

Pedoman ini sejalan dengan metode Rasululah SAW. Rasulullah SAW datang membawa ajaran Islam untuk seluruh umat manusia, menEntang secara terbuka ajaran-ajaran kufur dalam segala aspek kehidupan, dan perang yang dinyatakan terhadap semua orang di seluruh dunia tanpa memperhatikan pertimbangan-pertimbangan kebiasaan, agama, kepercayaan (kredo) mereka terhadap aturan, terhadap publik dan ia tidak memperdulikan apapun kecuali ajaran Islam. Rasulullah menyerang Quraisy dengan cara melecehkan dewa-dewa mereka dan disinggungnya perasaan mereka dan ia menantang kepercayaan mereka dan mengutuknya. Rasulullah saw. Tidak menggunakan perjuangan fizik dalam dakwahnya meskipun ia beberapa kali terpancing dan hal ini harus ditiru dalam dakwah kita sekarang. Seorang pengemban dakwah tidak boleh menggunakan kekerasan tetapi harus menggunakan aktifitas politik dalam menegakkan Islam.

Tahap ketiga mencakup kegiatan mencari nusroh atau dukungan dari orang yang berpengaruh di masyarakat dan kalangan umat. Hal ini sesuai dengan tindakan Rasulullah pada waktu da' wah menjadi sulit.
Sebagai contoh : Rasulullah pernah mendatangi Bani Kinda dan Bani Amir Ibnu Sasa' ah, tetapi mereka menuntut hak pemerintahan setelah Rasulullah SAW. wafat. Hal ini ditolak oleh Rasulullah. Dan pencarian bantuan (nusroh) ini, kita mungkin memahami bahawa tujuan Rasulullah SAW adalah mendirikan pemerintahan, tatanan politik serta sistem yang akan mengaturnya. Kemudian ia dibantu oleh masyarakat Madinah pada bai' at aqobah kedua. Dari hal ini dapat difahami bahawa pencarian nusroh berbeza dari langkah pada tahap yang harus diikuti pada waktu masyarakat menjadi kaku atau tidak memperdulikan siapa yang menyampaikan dakwah dan ancaman-ancaman terhadap mereka semakin banyak.
Ada dua tujuan dalam mencari nusroh:

Pertama : mendapatkan perlindungan untuk kelompok dakwah sehingga dapat melaksanakan dakwah secara aman.
Kedua : mencari pemerintahan untuk mendirikan khilafah dan membawa kembali aturan Allah dalam kehidupan msayarakat.
Meskipun pengembang dakwah turut terjun dalam mencari nusroh, ia akan tetap melanjutkan kegiatan-kegiatan lain tahap satu dan dua. Pembinaan masyarakat, pembentukan pandangan umum di antara umat, berperang melawan penjajah yang tidak mengakui kedaulatan negara, mengungkapkan rencana-rencana mereka dan mengungkapkan persekongkolan mereka, kepedulian akan urusan-urusan umat; semua kegiatan ini masih terus dilaksanakan. Hal ini dilaksanakan dengan harapan mudah­mudahan Allah memberikan umat ini keberhasilan, kemenangan dan kejayaan. Pada saat itulah orang-orang yang beriman akan senang dengan kemenangan yang diberikan Allah.

Kita berdoa mudah-mudahan Allah membimbing langkah kita dan memberi kekuatan agar kita dapat mendirikan Khilafah Islamiyah sehingga kita dapat mengatur dengan hukum Allah. Hal ini, secara singkat, cara yang dilaksanakan oleh Rasulullah menyampaikan dakwahnya hingga ia mendapat pertolongan dari Allah untuk mendirikan Daulah Islamiyah pertama di Madinah.

0 komentar:

Agenda Harian

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/

Isi Blog

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.