TANAH YANG DIBERKATI ALLAH SWT
((BUMI PALESTIN))


Ketahuilah Wahai kaum muslimin,Masjid al-Aqsa dan daerah sekitarnya dijadikan sebagai tanah suci dan diberkati oleh Allah SWT. Ertinya, Allah sebagai Sang Pencipta langit dan bumi telah menjadikan tanah tersebut sebagai tanah yang mesti dijaga oleh kaum Muslimin dari berbagai ancaman umat manapun. Mengapa?


Pertama: Masjid al-Aqsa merupakan tempat Rasulullah saw melakukan isra'-nya pada peristiwa Isra' Mi`raj. Dari al-Aqshalah baginda melakukan mi`raj ke langit (Sidrah al-Muntaha).


Allah SWT berfirman:


سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِنَ اْلمَسْجِدِ اْلحَرَامِ
إِلَى اْلمَسْجِدِ اْلأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلبَصِيْرُ

Mahasuci Allah Yang telah meng-isra'-kan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsa, yang telah Kami berkati di sekitarnya, supaya Kami memperlihatkan ayat-ayat Kami, bahawa Dia itu Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS al-Isra' [17]: 1).


Kedua: Masjid al-Aqsa merupakan kiblat pertama bagi kaum Muslimin dalam melaksanakan solat. Selama 16 bulan lamanya kaum Muslimin menunaikan solat dengan menghadap ke Masjid al-Aqsa ini hingga akhirnya Allah memerintahkan mereka untuk mengubah arah kiblat, yakni menghadap ke Masjid al-Haram di Makkah al-Mukarramah.

Ketiga: Masjid al-Aqsa adalah masjid kedua kaum Muslimin. Dalam suatu hadis, Abu Dzar al-Ghifari r.a. berkata:
قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ فِي اْلأَرْضِ أَوَّلَ؟
قَالَ: الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ. قَالَ قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: الْمَسْجِدُ اْلأَقْصَى.
قُلْتُ: كَمْ كَانَ بَيْنَهُمَا؟ قَالَ: أَرْبَعُونَ سَنَةً
Aku bertanya kepada Rasulullah saw., "Ya Rasulullah, masjid apa yang pertama kali didirikan di muka bumi ini?" Rasulullah menjawab, "Masjid al-Haram. Aku bertanya lagi, "Kemudian masjid apa?" Baginda menjawab, "Masjid al-Aqsa." Aku bertanya lagi, "Berapa tahun jarak di antara keduanya?" Baginda menjawab, "Empat puluh tahun." (HR al-Bukhari).


Keempat: Masjid al-Aqsha adalah tanah suci ketiga bagi kaum Muslim berdasarkan sabda Rasulullah saw.:


«لاََ تَشُدُّوا الرِّحَالَ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ: مَسْجِدِي هَذَا،
وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، وَالْمَسْجِدِ اْلأَقْصَى»

Janganlah kalian berniat untuk bepergian (secara khusus) kecuali ke tiga masjid: Masjid ini (Masjid Nabawi), Masjid al-Haram, dan Masjid al-Aqsha. (HR Muslim dan at-Tirmidzi).


Dari paparan di atas jelaslah bahwa Masjid al-Aqsha dan daerah sekitarnya adalah tanah kaum Muslim. Artinya, hak sepenuhnya atas Masjid al-Aqsha dan daerah sekitarnya ada pada kaum Muslim. Umat lain tidak mempunyai hak sedikit pun atas tanah tersebut. Oleh karena itu, mempertahankan Masjid al-Aqsha dan daerah sekitarnya adalah kewajiban kaum Muslim seluruhnya.


Wahai kaum Muslimin!


Masalah Palestin ini bukan hanya masalah bagi rakyat Palestin atau bangsa Arab saja, tetapi merupakan permasalahan seluruh umat Islam. Sebab, Palestin merupakan negeri Islam dan tempat suci Islam yang telah dirampas oleh kaum kafir Yahudi dengan bantuan dari negara-negara imperialis kafir, baik Inggeris mahupun Amerika, yang dibantu oleh para penguasa kaum Muslimin yang menjadi agen-agen mereka.


Palestin adalah negeri Islam yang merupakan bahagian selatan dari negeri Syam yang telah ditaklukkan oleh kaum Muslimin dengan mengorbanklan darah mereka. Kerana itu, tidak boleh ada sejengkal pun tanah Palestin lepas dari pelukan kaum Muslimin. Palestin adalah milik seluruh kaum Muslimin. Kaum Muslimin wajib mengambilnya kembali dari tangan penjajah tersebut sekalipun mesti mengorbankan darah dan nyawa mereka.


Pengabaian terhadap bumi Palestin, walaupun hanya sejengkal, merupakan pengkhianatan terhadap Allah, Rasul-Nya, dan seluruh kaum Mukmin. Allah SWT telah mewajibkan kaum Muslimin berjihad untuk menyelamatkan Palestin dari cengkeraman negara Yahudi, melenyapkan institusi Yahudi zionis dari Palestin serta memusnahkan hegemoni Amerika dan negara-negara kufur lainnya dari wilayah tersebut.


Hanya saja, masalah Palestin ini telah bergeser menjadi objek perseteruan antara Amerika dan Inggeris sepanjang abad silam. Ini terjadi setelah runtuhnya Khilafah Utsmaniah yang selama ini menjadi pelindung tanah tersebut. Setelah runtuhnya Khilafah, negara-negara kafir Barat lalu menguasainya. Mereka kemudian menjadikan wilayah tersebut sesuai dengan kepentingan mereka. Para penguasa di negeri-negeri kaum Muslimin pun akhirnya hanya dijadikan sebagai objek pelengkap dan pendukung peranan Amerika.


Fakta menunjukkan bahawa Yahudi adalah anak asuh Inggeris. Kemudian Amerika menjadikannya anak asuh setelah Amerika mengalahkan kekuatan politik Inggeris. Amerika mendukung mereka dengan berbagai persenjataan. Amerika juga mempersiapkan mereka dengan dokongan kewangan, bahkan dengan peribadi, termasuk para tokoh yang berkepribadian tinggi—di satu sisi seolah-olah memihak Islam dan kaum Muslimin, tetapi di sisi lain menunjukkan pemihakannya kepada kaum Yahudi.


Wahai Kaum Muslimin!


Berdasarkan kenyataan di atas, maka kami menyatakan:


(1) Mengutuk rencana Yahudi mengepung dan menyerbu Masjid al-Aqsa.


(2) Memberikan dokongan penuh bagi usaha penyelamatan Masjid al-Aqsa dan daerah sekitarnya.


(3) Usaha pengepungan yang dilakukan Yahudi setelah kedatangan Donald Rumsfeld itu menunjukkan bahawa insiden ini melibatkan negara besar. Selain mempunyai agenda terselubung dalam usaha memecah-belah umat dan menghina kaum Muslimin, usaha tersebut juga merupakan salah satu agenda untuk memalingkan kaum Muslimin dari tindakan keji dan biadab Amerika selama ini di Iraq.


(4) Berjuang bersama-sama untuk membebaskan Palestin yang di dalamnya terdapat Masjid al-Aqsa adalah kewajipan seluruh umat Islam. Kerananya, kaum Muslimin di mana pun mesti bersatu untuk melenyapkan Yahudi Zionis dari bumi Isra' dan Mi'raj ini.


(5) Masalah Palestin pada dasarnya merupakan konspirasi antarabangsa. Kerananya, kunci bagi keberhasilan usaha pembebasan ini adalah dengan tegaknya kembali institusi politik Islam yang bersifat antarabangsa, yakni Khilafah Islamiyah. Institusi politik Islam inilah yang akan menyatukan potensi seluruh kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia. Sungguh, hanya Negara Khilafah sajalah yang akan mampu menyingkirkan dominasi negara-negara imperialis kafir dari arena antarabangsa; menyelamatkan dunia dari kejahatan mereka; menyebarluaskan kebaikan ke seluruh penjuru dunia; menghancurkan Yahudi perampas Palestin, bumi Isra' dan Mi'raj; dan mengembalikan Palestin kepada kaum muslimin.

Wahai kaum Muslimin!


Semua itu berada dalam genggaman kita.
Firman Allah SWT:

وَأَنْتُمُ الأَعْلَوْنَ وَاللهُ مَعَكُمْ وَلَنْ يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْ

Padahal kamulah yang di atas. Allah pun beserta kamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi (pahala) amal-amal kamu. (Muhammad [47]: 35).

0 komentar:

Agenda Harian

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/

Isi Blog

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.