Katagori : Muslim Convert News
Oleh : Redaksi 08 Mar 2008 - 2:29 pm

KDNY (Kabar Dari New York):
imageimageLulusan universitas Arizona yang mengambil Liberal Studies ini mengaku tertarik pada Islam. Diam-diam ia merasakan, hatinya begitu 'tertambat' pada Islam.

Awal Pebruari lalu masih terasa dingin. Salju di kota Manhattan, New York, cukup tebal. Sementara kota "never sleep", tetap ramai di akhir pekan, Sabtu 2 Pebruari, ketika itu.

Islamic Cultural Center of New York, sebagaimana biasanya juga tetap menjalankan aktifitas hariannya sebagaimana biasa. Sabtu, kali itu tetap menjadi hari weekend school, short lecture, dan tidak kalah pentingnya kelas khusus untuk non-Muslims maupun mereka yang baru saja menerima Islam sebagai jalan hidup mereka.

Seperti biasa, saya datang agak terlambat. Kebetulan setiap Sabtu pagi ada kegiatan lain yang perlu diselesaikan. Rata-rata, saya tiba di Islamic Center setelah jam 11 pagi. Ketika saya melewati resepsionis, saya ditegur oleh penjaga bahwa sudah ada yang menunggu di ruang konferensi (conference room).

"A lady is waiting for you, sheikh, at the conference room", demikian biasanya sang receptionist memanggil saya.

"Who is the lady and what is the purpose", saya tanyakan demikian karena biasanya sebelum ada yang menemui, pasti mengambil appointment atau minimal menelpon sebelum saya datang.

"I think she wants to ask you some thing, may be about Islam", jawab petugas resepsionis.

"Let her wait", jawabku. Biasanya sebelum melakukan apa-apa, saya ke kamar dulu meletakkan jaket dan tas, lalu keliling melihat proses belajar di weekend school.

Setelah keliling ke kelas-kelas weekend school, saya kemudian masuk ke ruang konferensi. Di sana telah menunggu seorang gadis bule, yang tiba-tiba saja tersenyum persis seperti mengenal saya dengan baik.

"Hi, morning! How are?" Sapaku.

"Morning!, fine and you?", jawabnya ramah.

"Do you know me?" candaku.

"No, not really but have heard your name. Why?", tanyanya.

Saya kemudian mengatakan secara bercanda bahwa memang orang-orang Amerika itu ramah, apalagi gadis-gadisnya. "I saw you smiling to me, like some one knows me very well", jelasku kemudian.

Saya kemudian berbasa basi menanyakan nama dan asalnya. "Oh, I am Jolie. Actually I am from here, New York, but my parents are in Arizona," katanya.

Saya kemudian menanyakan latar belakang kedatangannya pagi itu.

Dengan senyum yang ramah, Jolie menjelaskan bahwa dia sekarang ini kerja sebagai Public Relations officer (Humas) di sebuah perusahaan besar di New York. Dulu ketika mahasiswi di salah satu universitas Arizona, Jolie pernah mengambil Liberal Studies, yang menurutnya, salah satunya tentang agama Islam.

"Beside the course, I really had good Muslim friends who always reminded me to always continue my inquiries about the religion," jelasnya cukup panjang.

"So what and how did you find Islam?" pancingku.

"Very interesting!" jawabnya singkat. "And why?' Tanyaku lagi.

Dia kemudian sedikit serius menjelaskan bahwa dia telah membaca banyak buku-buku mengenai agama-agama, termasuk agamnya sendiri, kristiani, Yahudi, dan bahkan buku-buku mengenai Budha. Tapi menurutnya, Islam itu jauh lebih rasional dan nampaknya bisa beriringan dengan kemajuan kehidupan manusia.

"Islam is so rational and goes along with human's advancement," katanya.

Sejenak Jolie diam. Saya kemudian mengambil alih kendali berbicara cukup panjang mengenai ilmu dan rasionalitas dalam Islam. Sejarah turunnya wahyu pertama dan perkembangan pemikiran dalam sejarah Islam. Bahkan dinamika pemikiran dan filsafat yang dikenal dengan ilmu kalam dalam Islam.

Tak lupa menjelaskan tentang kontribusi Islam dalam peradaban manusia, termasuk peradaban modern yang saat ini lebih banyak dinikmati oleh dunia Barat.

Sayang, saya katakan, pepohonan indah yang dibenihnya telah ditanamkan oleh umat Islam itu tidak terjaga secara baik. Sehingga umat Islam kehilangan kepemilikan atau kendali, sementara umat lain telah menyalah gunakan. Seharusnya pepohonan itu memberikan buah-buah segar dan menjadi pelindung dari teriknya matahari, dan menjadi penjaga alam, kini dijadikan alat kayu bakar semata.

Ilustrasi yang saya maksudkan itu adalah peradaban modern yang indah saat ini telah berubah menjadi alat kesengsaraan. Semakin maju peradaban manusia semakin banyak penderitaan yang dirasakan umat manusia.

Nampaknya penjelasan-penjelasan saya itu bukan sesuatu yang baru bagi Jolie. Dia dengan seksama mendengarkan semua itu, tapi tidak lebih dari sikap penghormatan seorang Amerika terhadap orang lain.

"I know that," lanjutnya.

"If you know it, so what else do you want me to say?," tanyaku.

Dia kemudian kembali bercerita bahwa dari sejak menjadi mahasiswi di Arizona, dia memang ada hubungan khusus dengan beberapa Muslim. Tapi biasanya, katanya lagi, walaupun mereka itu selalu berbicara tentang Islam kepada saya, saya jarang menemukan dari mereka yang betul-betul mempraktekkan Islam (practicing Muslim).

"Lately I found some one here in New York," lanjutnya.

Dia kemudian menjelaskan bahwa dia menemukan seorang Muslim yang kemudian tertarik dengannya. Tapi Muslim ini begitu taat sehingga selalu mengatakan bahwa seandainya nanti saya menemukan isteriku, tentu saya ingin seseorang yang berislam dengan baik.

"He is really practicing Muslim. He did not do any thing that is against the teaching, I think!" katanya lagi.

"And so, what do you have in mind?," tanyaku. Saya bertanya demikian untuk meyakinkan bahwa walaupun nantinya dia masuk Islam, bukan karena hanya ingin menikah dengan seorang Muslim.

"I am coming to see you, basically to direct me what to do," katanya.

Saya kemudian manfaatkan kesempatan itu dengan melemparkan pertanyaan: "What do you feel about Islam? Do you think Islam is the true religion to follow?".

Dia kemudian dengan serius mengatakan bahwa kalau seandainya ia tanyakan kepada hatinya sendiri, memang Islam-lah agama yang benar. Cuma selama ini, ia sepertinya belum menemukan jalannya. "I feel I know that this is the truth, but did not know how to pursue it," katanya.

"Jolie, with that, I can assure you that you are a Muslim. What is required from you is to formalize you Islam by accepting the 'syahadah'". (Jolie, dengan itu, saya bisa memberi jaminan kepada Anda bahwa Anda adalah seorang Muslim. Yang Anda diperlukan sekarang adalah mewujudkan keislaman dengan dengan mengucapkan dua kalimat syahadat )

Jolie kemudian diam sejenak. Lalu tiba-tiba sedikit berlinang air mata dia mengangkat kepala dan tersenyum, seraya mengatakan: "I am ready!".

Saya segera memanggil dua saksi ke ruangan pertemuan itu. Dan disaksikan oleh dua saksi, Jolie mengikuti saya menyaksikan:

"Ash-hadu al Laa ilaaha illa Allah. Wa ash-hadu anna Muhammadan Rasul Allah". Diikuti pekikan takbir oleh dua saksi pagi itu.

Sebelum meninggalkan ruangan, Jolie rupanya telah memilih nama barunya, yaitu Noor. Menurutnya, dia mengambil nama itu setelah dia menyaksikan wawancara Ratu Yordania, Queens Noor, di sebuah stasion TV Amerika.

Selamat Noor, semoga menjadi "cahaya Ilahi" di kemudian hari!

New York, Maret 2008

Penulis adalah imam Masjid Islamic Cultural Center of New York. Syamsi adalah penulis rubrik "Kabar Dari New York" di www.hidayatullah.com


Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

0 komentar:

Agenda Harian

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/

Isi Blog

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.