Bulan Sabit di Atas Patung Liberty : Perjalanan Hidup Pencari Hidayah
Resensi Oleh : Redaksi 10 Nov 2006 - 7:19 am

imageSelalu saja mengesankan catatan hidup para pencari jalan kebenaran. Mereka senantiasa menempuh jalan yang begitu berliku. Tak cuma itu, batin mereka pun harus teraduk-aduk tak menentu sebelum hidayah turun untuk mengantarkannya menggapai kebenaran.

Inilah buku yang merekam lika-liku para mualaf untuk menemukan Islam. Mereka berangkat dari hati gersang. Agama yang mereka yakini sebelumnya, tak banyak memberi jawaban atas kegersangan itu. Akibatnya, mereka pun terus bergerak untuk menemukan pintu-pintu hidayah sebagai jalan menuju Islam. Setelah berhasil menemukan Islam, mereka pun menemukan jabawan yang sempurna atas segala persoalan hidupnya.

Yang cukup mengherankan adalah, para mualaf yang berbagi pengalaman dalam buku ini adalah mereka yang tumbuh dan berkembang di Amerika Serikat (AS). Seperti kita tahu, AS adalah negara yang sebenarnya tidak begitu ramah terhadap Islam. Kebijakan politik pemerintahan AS di bawah kepemimpinan Presiden George W Bush, banyak sekali merugikan Islam.

Runtuhnya menara kembar WTC menjadi monumen penting bagi pencanangan kampanye melawan teroris. Secara gencar, isu terorisme pun dijadikan agenda penting dunia. Media-media besar yang didukung dunia Barat, dijadikan agen untuk terus menggelembungkan isu terorisme itu. Pada perkembangannya, kemudian terlihat begitu jelas bahwa isu terorisme dimanfaatkan Bush dan sekutunya untuk menekan dan menghancurkan Islam.

Skenario untuk menghancurkan Islam pun terus dikembangkan. Islam terus-menerus didekatkan dengan aksi-aksi teror dan kekerasan. Negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, terus dicurigai. Masyarakat Muslim di dunia barat pun banyak mengalami penghinaan serta penganiayaan. Tak terkecuali mereka yang tinggal di AS.

Namun skenario penghancuran terhadap Islam yang disusun manusia itu tak mampu menyaingin skenario Allah SWT. Semakin Islam ditekan oleh dunia Barat, perkembangan jumlah pemeluk Islam di Barat pun melesat. Saat ini, Islam menjadi agama yang pertumbuhan jumlah pemeluknya paling pesat dibanding agama-agama lain. Islam seperti menciptakan kebangkitan baru di dunia Barat.

Buku ini memang disusun sebelum menara WTC runtuh pada 2001. Muzaffar Haleem, menghimpun tulisan dan wawancara dalam buku ini sejak awal tahun 1990-an. Setelah materi terkumpul semua, barulah pada 1999 buku ini diterbitkan pertama kali dengan bahasa Inggris. Tujuh tahun kemudian, yakni pada 2006, terjemahan bahasa Indonesia buku ini bisa hadir ke hadapan pembaca.

Ada 14 mualaf yang berbagi pengalaman dalam buku ini. Mereka mengisahkan awal mula berkenalan dengan Islam. Umumnya, mereka memerlukan waktu yang cukup panjang untuk kemudian memutuskan mengucap kalimat syahadat sebagai tanda masuk Islam. Maklumlah, keluarga mereka telah memeluk agama Kristen yang sudah mereka peluk secara turun-temurun.

Selain itu, pemahaman tentang Islam di kalangan warga AS memang tidak menggembirakan. Diana salah seorang mualaf yang berbagi pengalaman dalam buku ini menggambarkan pemahaman tersebut. Saat bertemu dengan ketua kajian Injil di sekolahnya, dia sempat mendengar pernyataan negatif tentang Alquran. Ketua kajian itu menganggap Alquran sebagai alat setan untuk menggoda manusia menjadi kafir. Saat ditanya lebih jauh, ternyata Sang Ketua ini belum pernah membaca Alquran, meski telah berani membuat cap negatif terhadap Kitab Suci tersebut.

Buku ini begitu menggugah kita dalam menjalani Islam. Umumnya kita yang tinggal di Indonesia, bisa menemukan Islam dengan mudah. Sejak lahir, kita telah dikenalkan dengan kenikmatan Islam. Sementara, mereka yang berkisah dalam buku ini, diharuskan menempuh perjalanan yang cukup keras untuk bisa menggapai Islam. Untuk mereka yang belum menemukan Islam, buku ini juga memberi inspirasi untuk mencoba memasuki pintu-pintu kebenaran. irf

Judul : Bulan Sabit di Atas Patung Liberty
Penulis : Muzaffar Haleem dan Betty (Batul) Bowman
Penerbit : Mizania
Cetakan : I (pertama)/Juni 2006
Tebal : 165 halaman

SINOPSIS BUKU
Amerika dewasa ini adalah salah satu negara yang dipandang paling tidak ramah terhadap Islam dan kaum Muslim. Invasinya ke Afghanistan dan Irak, dukungannya yang tanpa henti kepada Israel, dan tekanannya kepada Iran dalam isu nuklir adalah sejumlah citra yang paling mengemuka tentang Amerika di mata kaum Muslim.

Namun, di balik itu, tidak semua orang Amerika mewakili gambaran stereotipikal negaranya. Ada sejumlah orang Amerika yang dengan sukarela memeluk Islam setelah melakukan pergulatan intens. Mereka bisa membedakan antara Islam yang dicitrakan di media-media Barat (sebagai agama kekerasan, anti kesetaraan gender, diskriminatif, anti-demokrasi, dst.) dan Islam yang sebenarnya.

Buku ini memotret pengalaman-pengalaman unik para mualaf Amerika dalam perjuangannya menuju Islam. Bagaimana mereka menghadapi keluarga yang tak seiman. Bagaimana mereka menanggapi kecurigaan keluarga dan teman-teman dekat. Bagaimana menjalankan kehidupan agama di tengah masyarakat Amerika yang umumnya awam tentang Islam. Bagaimana menghadapi pelbagai sikap dan perbedaan kecenderungan di kalangan masyarakat Islam di Amerika, yang umumnya imigran dari berbagai negara Muslim. Bagaimana membangun komunitas Muslim di salah satu negara paling majemuk di dunia ini.

Buku ini merekam kisah-kisah mualaf Amerika secara menarik, ringan, dan mengalir. Anda akan melihat sisi lain Amerika, sisi-Islam Amerika!

Tahukah Anda?
• Islam merupakan agama paling pesat perkembangannya di Amerika Serikat dan agama terbesar kedua di bawah Kristen dan di atas Yahudi.
• Jumlah Muslim di AS sekitar 5-7 juta.
• Jumlah masjid di AS lebih dari 1.200 buah.
• Beberapa tokoh Muslim terkenal di AS: Hakeem Olajuwon (atlet basket), Muhammad Ali (mantan petinju), Jeffrey Lang (matematikawan), James Yee (mantan kapten US Army), Jermaine Jackson (penyanyi, mantan anggota Jackson Five), Ice Cube (rapper), Bernard Hopkins (pemegang 4 gelar juara tinju dunia).

***

“Islam adalah agama yang paling pesat perkembangannya di Amerika Serikat.”
—New York Times

0 komentar:

Agenda Harian

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/

Isi Blog

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.